Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Ilmiah terkait Sayap Kelelawar, Ternyata Fleksibel!

4 Fakta Ilmiah terkait Sayap Kelelawar, Ternyata Fleksibel!
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/James Wainscoat)
Intinya Sih
  • Sayap kelelawar merupakan hasil evolusi tangan manusia dengan tulang dan jari memanjang yang dilapisi selaput tipis bernama patagium, membuatnya mampu bermanuver lincah di udara.
  • Selaput sayap kelelawar sangat elastis dan fleksibel, memungkinkan perubahan bentuk cepat untuk menyesuaikan kebutuhan terbang serta membantu manuver di ruang sempit dengan akurasi tinggi.
  • Sayap kelelawar dipenuhi pembuluh darah dan reseptor saraf sensitif untuk mengatur suhu tubuh serta mendeteksi perubahan udara, sekaligus berfungsi dalam komunikasi sosial antarindividu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang memiliki kemampuan terbang secara aktif karena terdapat sayap yang terlihat unik dan juga fleksibel. Struktur sayap yang dimiliki kelelawar ternyata cukup berbeda jika dibandingkan dengan burung, sebab lebih mirip dengan tangan manusia yang telah dimodifikasi dengan tampilan kulit yang terlihat elastis dan juga sensitif.

Sayap yang dimiliki kelelawar bukan hanya berfungsi untuk terbang dengan manuver yang aktif, namun juga memiliki berbagai aspek untuk menunjang kehidupannya, seperti berkomunikasi, berburu, hingga mengatur suhu tubuh. Berikut ini merupakan beberapa faktor ilmiah mengenai sayap kelelawar yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang-orang.

1. Sayap kelelawar memiliki struktur yang mirip dengan tangan manusia

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Amr Miqdadi)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Amr Miqdadi)

Secara anatomi ternyata sayap kelelawar merupakan bagian tangan yang telah mengalami evolusi dan juga modifikasi untuk tujuan penerbangan. Tulang-tulang yang terdapat di bagian sayapnya memiliki susunan yang hampir sama dengan tangan manusia, termasuk humerus (lengan atas), radius, dan ulna (lengan bawah), serta jari-jari yang juga tampak memanjang.

Satu hal yang membedakan adalah jari-jari yang terdapat pada sayap kelelawar memiliki ukuran yang jauh lebih panjang dan di antara jari-jari tersebut terdapat adanya selaput tipis yang disebut dengan patagium, sehingga memungkinkan hewan tersebut untuk bisa terbang dengan lincah. Fleksibilitas yang dimiliki sangat memungkinkan kelelawar untuk melakukan berbagai gerakan yang lebih presisi jika dibandingkan burung, seperti melayang di udara hingga berbelok dengan tajam.

2. Sayap kelelawar lebih fleksibel dibandingkan sayap burung

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)

Tidak seperti burung yang memiliki sayap kaku dengan tampilan bulu yang menopang selama penerbangan, justru sayap kelelawar terlihat sangat lentur dan dapat mengalami perubahan bentuk dengan cepat. Selaput kulitnya terlihat elastis, sehingga memungkinkan kelelawar untuk bisa menyesuaikan bentuk sayap tersebut dengan kebutuhan terbang yang dilakukan, seperti pada saat harus memperbesar luas permukaan sayap atau mengecilkan sayapnya.

Fleksibilitas yang dimiliki sayap kelelawar sangat memungkinkan hewan tersebut untuk melakukan manuver yang luar biasa, seperti terbang dalam ruang sempit hingga mengejar mangsa dengan akurasi yang jauh lebih tinggi. Bahkan, kelelawar kerap menggunakan kakinya untuk bisa mengubah arah terbang tanpa berpotensi kehilangan keseimbangan, sehingga hal ini juga dianggap sulit dilakukan oleh burung.

3. Sayap kelelawar penuh dengan pembuluh darah dan sensor saraf

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Todd Cravens)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Todd Cravens)

Selaput sayap kelelawar ternyata bukan hanya sekadar kulit tipis, namun juga memiliki berbagai pembuluh darah yang berperan penting untuk mengatur suhu tubuh. Pada saat kelelawar terbang, maka panas tubuhnya akan secara otomatis meningkat, sehingga membantu mereka untuk melepaskan panas tersebut melalui pembuluh darah yang terdapat di sayapnya.

Sayap kelelawar ternyata dilengkapi dengan adanya reseptor saraf yang sangat sensitif, sehingga memungkinkan hewan tersebut untuk merasakan adanya perubahan udara secara instan. Kepekaan yang dimiliki kelelawar membantu hewan tersebut untuk bisa menyesuaikan posisi sayap dalam menghindari berbagai risiko yang mungkin terjadi pada saat terbang di kegelapan.

4. Sayap kelelawar membantu dalam komunikasi

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Sally Dixon)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Sally Dixon)

Kelelawar ternyata tidak hanya menggunakan sayap untuk keperluan terbang, namun juga proses komunikasi dengan sesamanya. Ada beberapa spesies kelelawar yang ternyata menggunakan gerakan sayap sebagai sinyal sosial, entah itu untuk mencari pasangan atau memperingatkan bahaya terhadap satu sama lain.

Kelelawar kerap kali menjilat dan membersihkan sayap satu sama lain sebagai bentuk dari interaksi sosial dilakukan, sehingga mirip seperti perilaku grooming pada primata. Hal ini juga menunjukkan bahwa sayap kelelawar bukan hanya sekadar alat terbang, namun juga memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial di antara kelompok hewan tersebut.

Sayap kelelawar ternyata merupakan struktur yang luar biasa, sehingga memungkinkan hewan tersebut untuk terbang dengan efisien. Melalui struktur anatomi yang menyerupai tangan manusia, maka kelelawar jadi bisa terbang dan berburu mangsa dengan lebih efektif. Ternyata sayap yang dimiliki kelelawar memberikan inspirasi dalam berbagai bidang, termasuk teknologi penerbangan dan robotika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More