Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Bat Faced Cuphea, Bunga Unik yang Mirip Wajah Kelelawar

5 Fakta Bat Faced Cuphea, Bunga Unik yang Mirip Wajah Kelelawar
bunga cuphea ilavea (inaturalist.org/Ken Kertell)
Intinya Sih
  • Bat-faced Cuphea dikenal karena bentuk bunganya yang mirip wajah kelelawar dengan warna ungu dan merah mencolok, menjadikannya pusat perhatian di taman maupun pot gantung.
  • Berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, tanaman ini rajin berbunga sepanjang musim hangat serta menarik kupu-kupu dan kolibri berkat nektarnya yang melimpah.
  • Tahan panas, mudah dirawat, dan cocok untuk pot atau taman kecil, Bat-faced Cuphea jadi pilihan favorit bagi pecinta tanaman yang ingin tampilan unik tanpa perawatan rumit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dunia tanaman hias, tidak banyak bunga yang punya bentuk seunik Bat-faced Cuphea. Sekilas, bunganya terlihat seperti wajah kelelawar kecil dengan telinga mencuat di bagian atas dan warna mencolok di tengahnya. Bentuk yang tidak biasa inilah yang membuat tanaman ini cepat mencuri perhatian para pecinta taman.

Berasal dari wilayah Meksiko dan Amerika Tengah, Bat-faced Cuphea dikenal sebagai tanaman hias yang mudah dirawat dan rajin berbunga. Selain tampilannya yang unik, bunga ini juga disukai penyerbuk seperti kupu-kupu dan kolibri. Berikut 5 fakta menarik bunga unik yang mirip wajah kelelawar ini.

1. Bunganya mirip wajah kelelawar

Bunga Cuphea llavea
bunga cuphea llavea (inaturalist.org/Kiboko)

Keunikan utama Bat-faced Cuphea terletak pada bentuk bunganya. Dua kelopak bagian atas tampak seperti telinga, sementara bagian tengah berwarna lebih terang menyerupai wajah kecil. Perpaduan warna ungu tua dan merah membuat ilusi tersebut semakin jelas.

Dilansir Missouri Botanical Garden, bentuk ini bukan sekadar kebetulan visual, melainkan struktur alami bunga yang berkembang secara evolusioner. Karena tampilannya yang unik, tanaman ini sering menjadi pusat perhatian di taman maupun pot gantung. Tidak heran jika namanya langsung merujuk pada kemiripannya dengan kelelawar.

2. Rajin berbunga sepanjang musim hangat

Bunga Cuphea llavea
bunga cuphea ilavea (inaturalist.org/Bobby Seals)

Salah satu alasan tanaman ini digemari adalah kemampuannya berbunga dalam waktu lama. Gardenia menyebutkan bahwa di iklim hangat, Bat-faced Cuphea bisa terus menghasilkan bunga dari musim semi hingga musim gugur. Bahkan di daerah tropis, ia dapat berbunga hampir sepanjang tahun.

Sifatnya yang produktif membuat taman terlihat hidup lebih lama. Dengan perawatan sederhana seperti sinar matahari cukup dan penyiraman teratur, tanaman ini akan terus memamerkan bunganya. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi pemula sekalipun.

3. Disukai kupu-kupu dan kolibri

Bunga Cuphea llavea
bunga cuphea ilavea (inaturalist.org/Erik Jonathan Navarro Sánchez)

Bat-faced Cuphea menghasilkan nektar yang menarik bagi penyerbuk. North Carolina Extension Gardener menjelaskan bahwa kupu-kupu dan kolibri sering terlihat mengunjungi bunganya untuk mencari makanan. Bentuk tabung bunganya memang cocok untuk paruh panjang kolibri.

Kehadiran penyerbuk ini membuat taman terasa lebih dinamis. Selain mempercantik ruang, tanaman ini juga berkontribusi pada ekosistem kecil di sekitarnya. Jadi, keindahannya bukan hanya visual, tetapi juga ekologis.

4. Cocok untuk pot dan taman kecil

Bunga Cuphea llavea
bunga cuphea ilavea (inaturalist.org/Mexfant Maravilloso)

Ukuran Bat-faced Cuphea relatif kompak dan tidak tumbuh terlalu tinggi. Hal ini membuatnya cocok ditanam di pot, balkon, atau taman berukuran kecil. Pertumbuhannya yang rimbun memberi kesan penuh tanpa memakan banyak ruang.

Dilansir Proven Winners, tanaman ini juga sering digunakan sebagai border garden atau penghias tepi jalur setapak. Dengan warna bunganya yang kontras, ia mampu menjadi aksen visual yang kuat. Fleksibilitas ini membuatnya mudah dipadukan dengan tanaman lain.

5. Tahan panas dan mudah dirawat

Bunga Cuphea llavea
bunga cuphea llavea (inaturalist.org/Edith Bergquist)

Sebagai tanaman asal daerah hangat, Bat-faced Cuphea cukup tahan terhadap suhu panas dan paparan sinar matahari. North Carolina Extension Gardener menyebutkan bahwa bunga ini tumbuh optimal di lokasi dengan cahaya penuh hingga sebagian, terutama jika ditanam di tanah dengan drainase yang baik. Kemampuannya beradaptasi dengan kondisi panas membuat tanaman ini cocok ditanam di wilayah beriklim tropis maupun subtropis.

Perawatannya tergolong sederhana dan tidak membutuhkan perlakuan khusus. Pemangkasan ringan sesekali justru membantu merangsang pertumbuhan baru. Inilah yang membuatnya cocok bagi pecinta tanaman yang ingin sesuatu yang unik tapi tidak ribet.

Dengan bentuk bunga yang unik dan perawatan yang relatif mudah, Bat-faced Cuphea menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda di taman atau balkon rumah. Kemiripannya dengan wajah kelelawar bukan hanya membuatnya mencuri perhatian, tetapi juga memberi karakter khas yang sulit dilupakan. Ditambah lagi kemampuannya berbunga lama dan menarik penyerbuk, tanaman ini membuktikan bahwa ukuran kecil pun bisa membawa pesona besar dalam dunia tanaman hias.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More