Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Unik tentang Kecoa, Membawa Ratusan Bakteri!

4 Fakta Unik tentang Kecoa, Membawa Ratusan Bakteri!
ilustrasi kecoa (unsplash.com/Erik Karits)
Intinya Sih
  • Kecoa hidup di lingkungan kotor dan membawa ratusan bakteri berbahaya seperti Salmonella serta E.coli yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan infeksi serius.
  • Kotoran, air liur, dan jejak feromon kecoa mengandung kuman yang dapat mencemari makanan serta menarik lebih banyak kecoa, memperburuk infestasi di rumah.
  • Partikel tubuh kecoa dapat memicu alergi dan asma, sementara daya tahan tinggi terhadap racun membuatnya sulit dibasmi dari lingkungan manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kecoa sering dianggap sebagai salah satu jenis serangga yang paling kotor dan hal ini sebetulnya bukan tanpa alasan. Kecoa lebih sering hidup di kondisi lingkungan yang kotor, seperti tempat sampah, saluran pembuangan, hingga sudut rumah yang polusinya lembab, sehingga wajar apabila sering membawa banyak kuman dan bakteri berbahaya.

Bukan hanya menjijikan, namun kecoa sering dijadikan sebagai ancaman untuk kesehatan manusia karena ada berbagai penelitian yang telah membuktikan bahwa kecoa dapat berpotensi menyebarkan penyakit, mencemari makanan, hingga memicu alergi. Oleh sebab itu, simaklah penjelasan berikut ini mengenai seberapa kotor dan berbahayanya kecoa bagi manusia.

1. Membawa ratusan jenis bakteri dan patogen berbahaya

ilustrasi kecoa (pixabay.com/Siegella)
ilustrasi kecoa (pixabay.com/Siegella)

Kecoa sering dikenal sebagai vektor atau pembawa berbagai bakteri yang berbahaya, termasuk dalam hal ini adalah salmonella dan juga E.coli, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan, seperti keracunan makanan hingga diare. Bakteri tersebut bisa menempel pada tubuh kecoa ketika mereka berkeliaran di lingkungan yang kotor, sehingga dapat menyebar ke permukaan makanan atau peralatan rumah tangga lainnya.

Kecoa bisa membawa patogen yang dapat menimbulkan infeksi serius, seperti Staphylococcus aureus. Hal ini tentu dapat membuat kehadiran kecoa di rumah menjadi ancaman besar untuk kesehatan, khususnya bagi anak-anak dengan sistem imunitas yang lebih lemah.

2. Meninggalkan kotoran dan jejak yang mengandung kuman

ilustrasi kecoa (pixabay.com/bayan_izzani)
ilustrasi kecoa (pixabay.com/bayan_izzani)

Pada saat bergerak di sekitar rumah ternyata kecoa bukan hanya berpotensi menyebarkan bakteri melalui tubuhnya, namun juga bisa melalui kotoran atau air liur yang dihasilkan. Kotoran kecoa mengandung adanya mikroorganisme yang bisa berpotensi mencemari makanan atau permukaan benda, sehingga bisa semakin meningkatkan penyebaran penyakit yang ada.

Kecoa bisa saja meninggalkan jejak feromon untuk membantunya berkomunikasi dengan sesama kecoa lainnya. Feromon ini ternyata dapat menarik lebih banyak kecoa ke dalam rumah, serta memperburuk masalah infestasi dan juga kontaminasi lingkungan yang terjadi, sehingga perlu dibersihkan dengan menyeluruh.

3. Menyebabkan alergi dan memicu asma

ilustrasi kecoa (pixabay.com/Beeki)
ilustrasi kecoa (pixabay.com/Beeki)

Partikel yang berasal dari tubuh kecoa, seperti kotoran, kulit yang mengelupas, hingga air liur ternyata mengandung adanya alergen yang dapat berpotensi memicu reaksi alergi pada manusia. Gejala tersebut bisa berupa mata berair, bersin, hidung tersumbat, hingga ruam yang terjadi pada kondisi kulit.

Bagi para penderita asma tentu kehadiran kecoa bisa semakin memperburuk kondisi, bahkan dapat menimbulkan serangan asma yang lebih parah. Penelitian menunjukkan bahwa rumah dengan infestasi kecoa ternyata memiliki tingkat alergi dan juga asma yang lebih tinggi, khususnya pada anak-anak.

4. Tahan terhadap banyak jenis racun dan lingkungan ekstrem

ilustrasi kecoa (pixabay.com/Helpasoul)
ilustrasi kecoa (pixabay.com/Helpasoul)

Kecoa ternyata memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat kuat, sehingga memungkinkan mereka untuk dapat bertahan di kondisi lingkungan yang dipenuhi dengan kuman dan juga racun tanpa berpotensi terinfeksi. Mereka bisa mengembangkan resistensi terhadap insektisida, sehingga sulit sekali dibasmi dengan metode biasa.

Kecoa bisa hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu lamanya atau bertahan di kondisi lingkungan yang memiliki radiasi tinggi yang bahkan berpotensi mematikan bagi makhluk lainnya. Kemampuan adaptasi inilah yang membuat kecoa bisa bertahan sebagai salah satu serangga yang paling sulit diberantas di lingkungan manusia.

Kecoa bukan hanya serangga yang menjijikan, namun juga kerap membawa berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Tidak heran apabila kemampuannya tersebut dianggap menjadi ancaman serius yang perlu diatasi melalui pengendalian kebersihan di rumah. Lakukan langkah pencegahan di rumah agar bisa terhindar dari risiko kecoa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Related Articles

See More