Potret sejarah Paraguay di masa lalu (commons.wikimedia.org/Rafael del Villar)
Terdapat beragam suku asli Amerika di Paraguay, namun suku Guarani yang sudah ada pencampuran dengan Eropa menempati posisi mayoritas saat ini. Suku asli Guarani sendiri sudah mendiami wilayah sungai Paraguay dan Parana (2000-1000 SM) jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa. Kemudian disusul oleh suku lain.
Jejak penjelajah Eropa dimulai saat Spanyol membentuk pemukiman kolonial pertama yang didirikan oleh Domingo Martinez de Irala pada periode 1536-1556.
Orang Spanyol menjalin ikatan harmonis dengan Guarani di Asuncio (sekarang menjadi ibu kota Paraguay). Ikatan Spanyol dan Guarani membuat mereka mendirikan harem wanita Guarani. Dalam perkembangannya ini menumbuhkan populasi pedesaan Paraguay modern.
Di sisi lain, di wilayah lain, Guarani diekploitasi oleh Spanyol untuk bekerja di perkebunan dalam sistem kerja paksa. Namun Ordo Yesuit diketuai oleh orang Spanyol bernama Santo Ignatius mendirikan pemukiman khusus untuk menampung para budak agar aman dari Spanyol.
Sebelum Paraguay berdiri, banyak orang Spanyol menikah dengan orang Guarani sehingga darah mestizo (campuran) mereka cukup kental dan identitas Paraguay mulai muncul.
Orang Paraguay sudah muak dengan dominasi kolonial Spanyol dan upaya aneksaksi dari koloni Spanyol lain, Buenos Aires. Kapten milisi Pedro Juan Caballero dan Fulgencio memimpin pemberontakan melawan Spanyol. Akhirnya pada 1811, Paraguay memperoleh kemerdekaannya.