5 Fakta Hyena Tutul, Predator yang Gigitannya Mengalahkan Singa

- Hyena tutul hidup berkelompok dalam klan yang dipimpin betina dominan, di mana betina dan anaknya mendapat prioritas saat makan dibanding pejantan.
- Meski sering dianggap pemakan bangkai, sekitar 70–90% makanan hyena tutul berasal dari hasil perburuan sendiri dengan kekuatan gigitan mencapai 4.500 Newton, melebihi singa.
- Hyena tutul dikenal cerdas dengan struktur sosial kompleks dan kemampuan kerja sama tinggi, bahkan mampu bersaing sengit dengan singa dalam perebutan mangsa di alam liar Afrika.
Daratan Afrika menjadi tempat persaingan paling ketat bagi para satwa yang tinggal di sana. Berbagai macam predator mengerikan akan saling bersaing untuk bisa bertahan hidup, salah satunya adalah hyena tutul (Crocuta crocuta). Meskipun dari penampilannya yang sekilas mirip dengan serigala, hyena tutul berada dalam satu keluarga yang sangat berbeda, yaitu Hyaenidae. Mereka juga terkenal dengan hewan yang hidup berkelompok dan sering terekam melakukan perlawanan dengan predator yang ukurannya jauh lebih besar, termasuk singa.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hyena tutul, yuk kita bahas lima fakta unik yang dimiliki oleh hewan yang satu ini. Penasaran ada apa saja? Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
1. Hyena tutul betina biasanya akan lebih mendominasi

Sebuah kelompok pada hyena tutul biasanya disebut dengan klan. Pada klan ini, satu individu hyena tutul betina justru akan memegang kendali penuh atas anggota klan. Faktanya, ukuran tubuh yang dimiliki oleh hyena tutul betina jauh lebih besar dibandingkan dengan pejantan. Fakta ini juga telah dibenarkan oleh banyak sumber, salah satunya adalah National Geographic.
Dominasi betina pada sebuah klan jelas akan berdampak besar, terutama perilaku mereka saat mendapatkan makanan. Ketika berhasil melumpuhkan atau mendapat mangsa dari bekas predator lain, hyena tutul betina alfa dan anak-anaknya yang akan terlebih dahulu makan. Bagaimana dengan hyena pejantan? Mereka harus sabar menunggu giliran paling akhir.
2. Bukanlah pemakan bangkai sejati

Banyak yang menyebut bahwa hyena adalah hewan yang hanya memakan sisa bangkai hewan lain. Pernyataan tersebut didapat karena banyak rekaman yang beredar karena hyena tutul sering memakan bangkai yang telah dimakan oleh predator lain. Pernyataan itu tak bisa disalahkan karena memang benar adanya, tapi sekitar 70% hingga 90% dari seluruh makanan yang didapat oleh klan hyena berasal dari perburuan alami mereka secara mandiri. Masih melansir dari laman National Geographic, tentang hyena yang dianggap hewan pemakan bangkai adalah cerita turun-temurun yang menyebabkan kesalahpahaman, nyatanya mereka adalah hewan yang memenuhi kriteria sebagai predator tersukses di Afrika.
Kekuatan berburu kelompok menjadi strategi paling mematikan yang dimiliki oleh hyena. Stamina yang dimiliki oleh hyena tutul juga tidak main-main, pasalnya mereka bisa mengejar dan melumpuhkan hewan sebesar zebra atau wildebeest sekalipun.
3. Gigitan yang lebih kuat dari singa

Jika kamu berpikir gigitan hyena tutul tidak seberapa, asumsi kamu terhadap ini salah besar. Meskipun ukuran tubuhnya jauh dari singa, International Fund for Animal Welfare menyebutkan kekuatan gigitan mereka mampu menyentuh angka tekanan mencapai 4.500 Newton (sekitar 1.011 pon), ini adalah tekanan gigitan yang melebihi kekuatan macan tutul dan singa. Bahkan, gigitan dari hyena tutul ini dapat dengan mudah menghancurkan tulang-tulang mangsanya.
Hyena tutul memiliki otot rahang tebal dengan bentuk tengkorak khusus untuk menahan tekanan besar. Itulah alasan utama mengapa hyena tutul bisa memiliki kekuatan gigitan yang sebesar itu.
4. Sering terlihat bersinggungan dengan singa

Dengan kekuatan gigitan yang sebesar itu, menghadapi singa bukanlah hal yang menakutkan bagi hyena tutul. Kedua hewan ini juga menjadi interaksi alami bertahan hidup paling sengit di Afrika. Mereka sering terlihat konflik fisik, lantaran mereka memiliki target mangsa yang serupa.
Permusuhan abadi ini tidak bisa dikatakan menang sepihak. Pasalnya, hyena sering kali sengaja diburu dan dibunuh oleh singa jantan yang begitu ganas. Sebaliknya, kekuatan jumlah sebuah klan hyena cukup untuk mengeroyok dan merebut makanan dari hasil buruan singa betina.
5. Predator yang cerdas

Beralih dari faktor kekuatan yang dimiliki oleh hyena tutul, karena kecerdasan hewan yang satu ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Hyena tutul memiliki volume otak besar yang berkembang dengan baik dan cepat, bisa dikatakan hampir menyerupai primata. Kecerdasan ini dibuktikan dengan kehidupan sosial mereka yang begitu kompleks.
Dalam sebagian tes laboratorium yang dilakukan oleh para ilmuwan, hasil yang ditunjukkan adalah hyena mempunyai insting memecahkan permasalahan dengan mudah. Dalam sebuah klan yang diisi oleh banyak anggota, hasil tes juga menunjukkan kerja sama hyena tutul jauh lebih solid dan sinkron tanpa adaptasi yang panjang. Mereka dapat memprediksi suatu hal sebelum melakukan pergerakan, termasuk ketika ingin melakukan serangan brutal.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh hyena tutul. Gimana, jadi sudah tahu kan? Mulai dari individu hyena tutul betina yang mendominasi sebuah klan hingga merupakan predator yang ternyata memiliki kecerdasan tinggi. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.









![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Ilmuwan Indonesia dan Ilmuwan Dunia?](https://image.idntimes.com/post/20241201/pexels-chokniti-khongchum-1197604-2280571-19f09807063c84b443b2a164d5e7e1b3-c1087c7016a81a56db452c832fa1e158.jpg)










