Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Burung Pemandu Lebah, Bimbing Manusia Menuju Sarang Lebah

7 Fakta Burung Pemandu Lebah, Bimbing Manusia Menuju Sarang Lebah
Burung pemandu lebah asia bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Ian Dugdale)
Intinya Sih
  • Burung pemandu lebah dikenal karena kemampuannya menuntun manusia ke sarang lebah, dengan sekitar 17 spesies tersebar di Afrika dan Asia, termasuk satu spesies yang hidup di Indonesia.
  • Hanya dua spesies yang benar-benar memandu manusia mencari madu, sementara lainnya lebih suka berburu serangga; burung ini juga punya adaptasi fisik untuk menghadapi sengatan lebah.
  • Burung pemandu lebah bersifat parasit dengan menitipkan telurnya di sarang burung lain, bahkan anaknya membunuh anak inang segera setelah menetas demi menguasai makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah dengar burung pemandu lebah atau honeyguide? Burung ini populer karena kebiasaannya membimbing manusia menuju koloni lebah. Beberapa suku asli dan komunitas di Afrika sering kerjasama dengan burung ini untuk mendapatkan madu.

Ya, burung pemandu lebah merupakan jenis burung unik yang senang memakan lilin lebah dan larva lebah. Ia punya banyak adaptasi yang mendukung gaya hidupnya ini. Meski dikenal luas sebagai pemandu manusia menuju koloni lebah, burung ini juga sisi lain yang terbilang kejam. Seperti apa? Yuk, cari tahu lewat fakta unik burung pemandu lebah atau honeyguide berikut ini!

1. Kerabat pelatuk yang senang sarang lebah

Burung pemandu lebah kecil bertengger di pohon.
Burung pemandu lebah kecil bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Derek Keats)

Burung pemandu lebah atau honeyguide merupakan jenis burung yang terkenal karena pandai memandu manusia menuju sarang lebah. Menurut laman Britannica, terbilang ada sekitar 17 spesies yang tersebar paling banyak di Afrika sub-Sahara, dan sisanya di Asia. Semuanya dikelompokkan dalam keluarga Indicatoridae.

Burung pemandu lebah merupakan bagian dari ordo burung Piciformes bersama burung pelatuk, burung tukan, dan burung takur. Ia punya kaki zigodaktil, yakni dua jari kaki ke depan dan dua jari ke belakang, yang umum dimiliki burung Piciformes. Struktur kaki ini bikin burung Piciformes bisa bertengger vertikal dengan mantap.

2. Ada maksud tertentu di balik warnanya yang kusam

Burung pemandu lebah besar ini ada di Gambia.
Burung pemandu lebah besar ini ada di Gambia. (commons.wikimedia.org/Francesco Veronesi)

Burung pemandu madu bukan burung yang mencolok. Warnanya muram, biasanya kecokelatan dengan nuansa kehijauan, meski ada spesies yang berwarna kuning cerah. Warna kusam ini menguntungkan karena burung pemandu lebah bisa tidak terdeteksi saat menyerang sarang lebah.

Uniknya, semua jenis burung pemandu madu punya bercak putih yang khas di ekor. Menurut penjelasan dari laman Creagrus, bercak putih mencolok ini berfungsi untuk merangsang burung muda untuk mengikuti burung pemandu lebah lain menuju sarang lebah. Warna cerah ini juga punya peran dalam pertunjukan kawin burung pemandu lebah.

3. Ternyata gak semua spesiesnya "memandu"

tampilan jenis pemandu lebah berbulu kuning cerah
tampilan jenis pemandu lebah berbulu kuning cerah (commons.wikimedia.org/Dibyendu Ash)

Nama honeyguide, atau secara harfiah "pemandu madu," berasal dari kebiasaan dua spesies burung pemandu lebah, yakni pemandu lebah besar atau greater honeyguide (Indicator indicator) dan pemandu lebah leher-sisik atau scaly-throated honeyguide (I. variegatus). Kedua spesies ini sering memandu manusia menuju koloni lebah dengan cara berkicau dan terbang di depan. Interaksi ini saling menguntungkan: manusia mendapatkan madu, sementara burung pemandu lebah bisa menikmati lilin lebah (beeswax) atau larva lebah yang kaya protein.

Burung pemandu lebah lainnya paling banyak makan tawon dan lebah, serta serangga lainnya. Beberapa ada juga yang makan buah. Banyak spesies burung pemandu lebah pandai menangkap serangga di udara, beberapa bahkan punya tampilan khas burung penangkap lalat (flycatcher).

4. Punya morfologi spesial supaya aman dari serangan lebah

Burung pemandu lebah hinggap di sarang koloni lebah.
Burung pemandu lebah hinggap di sarang koloni lebah. (commons.wikimedia.org/Shiv's fotografia)

Burung pemandu lebah punya paruh yang kecil, tapi kuat. Menurut penjelasan dari laman BioDB, paruh ini dirancang khusus untuk mengikis lilin lebah atau mencari serangga di dalam kulit pohon. Burung pemandu lebah juga punya lubang hidung dengan tepi yang terangkat supaya terlindungi dari lilin, madu, dan zat lain.

Selain itu, burung pemandu lebah juga terlindungi dari amukan lebah berkat kulit tebalnya. Namun, burung ini tidak imun terhadap sengatan lebah. Ia tetap bisa terbunuh karenanya. Oleh karena itu, kebanyakan burung pemandu lebah sengaja menyerang sarang lebah di pagi hari saat lebah madu sedang lesu-lesunya.

5. Ternyata ada burung pemandu lebah di Indonesia

Burung pemandu lebah asia bertengger di pohon.
Burung pemandu lebah asia bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Ian Dugdale)

Apakah ada burung pemandu lebah di Indonesia? Ya, ada satu spesies burung pemandu lebah yang bisa dijumpai di Indonesia. Namanya burung pemandu lebah asia (I. archipelagicus). Burung yang dikenal dengan nama Malaysian honeyguide di dunia internasional ini bisa dijumpai di Kalimantan dan Sumatra selain di Malaysia dan Thailand.

Menurut laman The World Birds, burung pemandu lebah asia hidup di hutan berdaun lebar. Warnanya cokelat zaitun dengan garis-garis kehijauan. Burung pemandu lebah asia merupakan salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Keberadaannya dinilai hampir terancam atau near threatened oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

6. Gak mau merawat anaknya sendiri

Burung pemandu lebah muda diberi makan inang.
Burung pemandu lebah muda diberi makan inang. (commons.wikimedia.org/Alan Manson)

Burung pemandu lebah merupakan salah satu jenis burung yang bersifat parasit. Alih-alih membesarkan anak sendiri, pemandu lebah bertelur di sarang burung lain supaya anaknya diurus burung tersebut. Perilaku ini dinamakan parasitisme induk.

Burung pemandu lebah biasanya memanfaatkan burung yang membangun sarangnya di rongga seperti burung kirik-kirik, tiong-lampu, raja-udang, dan takur. Menurut laman BioDB, betina sengaja cuma meletakkan sebutir telur saja di tiap sarang selama 5—7 hari. Dalam setahun, betina bisa bertelur 20 butir dan menyerahkan semua tanggung jawab pada induk burung inang.

7. Memulai hidup dengan perilaku sadis

Burung pemandu lebah besar bertengger di pohon.
Burung pemandu lebah besar bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Dominic Sherony)

Kebanyakan orang mengenal pemandu lebah sebagai burung yang menuntun manusia menuju sarang lebah. Gak banyak yang tahu kalau begitu menetas, anak pemandu lebah punya kait tajam di paruhnya yang digunakan untuk membunuh anak burung inang. Tujuannya, tentu saja, untuk menghilangkan persaingan mendapatkan makanan. Kait tajam ini akan lepas sendiri setelah beberapa hari usai menunaikan tugasnya menghilangkan persaingan, bahkan sebelum anak pemandu lebah bisa membuka mata.

Sungguh burung yang unik, ya? Ternyata burung pemandu lebah punya sisi lain di balik popularitasnya sebagai burung yang memandu manusia menuju koloni lebah. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung pemandu lebah atau honeyguide?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More