5 Fakta Burung Jagal Punggung Hitam, Dikenal Suka Menyerang Manusia

- Burung jagal punggung hitam berasal dari keluarga Artamidae, bukan Corvidae seperti gagak, dengan ciri khas bulu hitam-putih dan paruh abu-abu kebiruan.
- Spesies ini dikenal agresif terhadap manusia saat musim kawin, melindungi wilayahnya dengan serangan menukik tajam kepada siapa pun yang dianggap ancaman.
- Selain cerdas dan mampu mengenali wajah manusia, burung ini juga memiliki suara merdu kompleks yang dapat meniru berbagai bunyi di sekitarnya.
burung jagal punggung hitam (Gymnorhina tibicen) atau biasa dikenal dengan nama australian magpie adalah spesies burung pengicau yang berasal dari Benua Australia dan Papua Nugini bagian selatan. Burung ini identik dengan bulunya yang berwarna hitam-putih, mata cokelat kemerahan yang tajam, serta paruh cukup besar berwarna abu-abu kebiruan. Burung jagal punggung hitam juga dikenal sebagai burung yang sangat agresif dan tidak mengenal takut, lho.
Nama burung ini mungkin masih sangat asing dan kurang familiar bagi sebagian besar orang. Oleh karena itu, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh burung jagal punggung hitam. Untuk itu, yuk kita simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Bukanlah spesies atau berasal dari keluarga gagak

Meski penampilannya yang sangat mirip dengan gagak, burung jagal punggung hitam sama sekali tidak berasal dari keluarga gagak sejati (Corvidae). Hal ini diperkuat karena adanya corak yang mencolok seperti warna putih pada bagian tengkuk, dan paruh yang tidak berwarna gelap, membuktikan bahwa ini adalah karakteristik dari burung ini yang membedakannya dengan gagak. Namun, masih banyak masyarakat awam yang menyamakan burung jagal punggung hitam dengan gagak karena alasan bulu tubuhnya yang didominasi oleh warna hitam.
Secara taksonomi, burung ini sebenarnya masuk dalam keluarga Artamidae (meliputi spesies burung kekep, burung jagal, dan burung currawong). Hal ini membuktikan bahwa adanya perilaku serupa yang dimiliki oleh burung jagal punggung hitam dengan kelompok burung jagal sejati.
2. Teknik berburu berjalan di atas tanah

Mengutip dari laman The Guardian, burung jagal punggung hitam memang sangat dekat dengan kelompok burung butcherbird (kelompok burung jagal sejati). Alih-alih menusuk tubuh mangsanya ke benda tajam karena tidak memiliki cengkeraman yang kuat, burung jagal punggung hitam ternyata hanya berjalan di atas tanah untuk mencari makanannya.
Makanan mereka juga bervariasi, mulai dari cacing tanah hingga larva kecil lainnya. Mereka menggunakan paruhnya untuk menangkap makanannya yang ada di atas tanah. Hal ini membuat burung jagal punggung hitam menjadi spesies burung dengan berburu paling santai, tidak seperti kerabatnya yang lebih sering "menjagal" mangsa-mangsanya.
3. Sangat agresif terhadap manusia

Meskipun cara berburu mereka yang terlihat biasa saja, burung jagal punggung hitam juga terkenal sangat galak kepada manusia, lho. Mereka hidup dalam kelompok besar untuk mendominasi sebuah wilayah teritorial. Mereka juga tak segan untuk menyerang kelompok burung jagal lainnya yang mencoba merebut wilayah kekuasaannya.
Dilansir dari laman Australian Museum, sifat agresif burung ini terhadap manusia muncul saat musim kawin tiba. Mereka akan sangat ketat menjaga sarang dan anak-anaknya dengan rutin melakukan pengintaian. Mereka juga akan melakukan teknik serangan menukik tajam yang mengejutkan (swooping) kepada siapa saja yang dianggap ancaman. Tak bisa dimungkiri bahwa burung ini menjadi salah satu burung yang paling diwaspadai oleh masyarakat Australia, terutama saat mereka berada di taman-taman publik yang dihuni oleh burung ini. Bahkan, Magpie Alert! sampai menjelaskan bagaimana upaya aman mengatasi serangan dari burung jagal punggung hitam.
4. Dikenal sebagai burung yang cerdas

Meskipun bukan keluarga gagak, burung jagal punggung hitam ternyata memiliki kecerdasan dan daya ingat yang cukup mirip. Burung ini dibekali dengan kapasitas otak yang berkembang dengan sangat baik. Bahkan, mereka juga mampu mengingat dan mengenali wajah manusia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Dilansir dari laman Sci.News, sebuah studi menunjukkan kinerja kognitif burung ini dalam sebuah kelompok yang besar, yang menunjukkan peningkatan keberhasilan reproduksi. Artinya, meskipun burung ini hidup dalam kelompok besar, mereka sama sekali bukanlah burung yang bodoh dan bergantung pada satu sama lain.
Kemampuan ini masih berkaitan dengan tragedi penyerangan terhadap manusia. Manusia yang memiliki riwayat pernah diserang oleh burung jagal punggung hitam biasanya memiliki potensi untuk diserang kembali oleh burung yang sama jika mereka bertemu.
5. Suara merdu yang menyerupai banyak suara

Sebagai burung pengicau, tidak usah diragukan lagi kualitas suara yang dimiliki oleh burung jagal punggung hitam. Burung ini bisa dikatakan sebagai salah satu burung pengicau dengan vokal terbaik di belahan bumi selatan. Berbeda dengan kicauan burung kecil yang melengking tinggi, biasanya burung jagal punggung hitam lebih sering mengeluarkan suara dengan nada yang lebih rendah dan memiliki irama yang kompleks.
Bahkan, para peneliti burung ini menggambarkan suara burung jagal punggung hitam yang menyerupai instrumen musik tiup. Australian Museum menyebutkan bahwa nama lain yang tidak umum dari burung jagal punggung hitam adalah burung seruling, mereka bisa meniru puluhan burung invasif hingga hewan lainnya yang bukan burung.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh burung jagal punggung hitam. Gimana, jadi sudah tahu kan? Mulai dari spesies burung yang bukan berasal dari keluarga gagak hingga memiliki suara merdu yang dapat menyerupai banyak suara. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.











![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Ilmuwan Indonesia dan Ilmuwan Dunia?](https://image.idntimes.com/post/20241201/pexels-chokniti-khongchum-1197604-2280571-19f09807063c84b443b2a164d5e7e1b3-c1087c7016a81a56db452c832fa1e158.jpg)








