Sebuah dataran tinggi berangin di perbatasan timur Turki dan Armenia menyimpan sisa-sisa kemegahan masa lalu yang kini sunyi senyap. Wilayah ini merupakan tempat berdirinya reruntuhan Ani, sebuah kota metropolitan abad pertengahan yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Armenia pada abad ke-10. Reruntuhan megah tersebut kini berdiri membisu di tepi Sungai Akhuryan yang memisahkan wilayah administratif kedua negara bertetangga tersebut. Tempat bersejarah ini memancarkan pesona magis sekaligus melankolis bagi siapa saja yang mengunjunginya secara langsung.
Kota mati yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2016 ini perlahan ditinggalkan oleh penduduknya setelah diguncang gempa dahsyat dan diserbu oleh pasukan Mongol. Kejayaan jalur perdagangan Sutra yang berpindah rute juga mempercepat kepunahan kehidupan sosial di dalam benteng kokoh tersebut. Kini, bangunan-bangunan batu yang tersisa hanya menjadi saksi bisu dari sejarah panjang peradaban manusia yang sempat bersinar terang sebelum akhirnya redup ditelan zaman.
