5 Fakta Unik Kestrel Eurasia, Bisa Terbang Setinggi 20 Meter

- Kestrel eurasia adalah burung predator berukuran sedang dengan sayap dan ekor panjang, tubuh ramping, serta warna cokelat-putih-abu yang membantu stabilitas terbangnya.
- Burung ini mampu berburu dari ketinggian 10–20 meter dengan penglihatan tajam, memangsa hewan kecil seperti tikus, burung kecil, katak, hingga serangga di berbagai habitat.
- Penyebarannya luas dari Eropa hingga Asia, bereproduksi pada musim semi atau kemarau, dan hanya berkomunikasi saat musim kawin untuk menjaga wilayah serta melindungi anak.
Burung predator seperti kestrel menjadi penguasa langit yang ganas dan mampu memangsa apapun. Kemampuan berburu burung kestrel tercermin dari kecepatan terbang, cakar tajam, hingga penglihatannya yang luar biasa. Kestrel juga dibagi menjadi beberapa spesies, salah satunya adalah kestrel eurasia (Falco tinnunculus).
Unggas tersebut mungkin terlihat mirip dengan spesies kestrel lain. Namun, ada banyak fakta unik kestrel eurasia yang membedakanya dengan kestrel lain seperti bisa terbang seringgi 20 meter, penyebarannya sangat luas, dan mulai bereproduksi pada musim kemarau. Yuk, kita ulik semua faktanya di bawah ini.
1. Kestrel eurasia punya sayap dan ekor yang panjang

Salah satu ciri khas kestrel eurasia adalah bentuk tubuhnya. Laman RSPB menerangkan bahwa kestrel eurasia punya panjang 35 centimeter, bobot 252 gram, dan bentang sayap mencapai 80 centimeter. Selain itu, unggas ini juga punya ekor yang lebih panjang jika dibandingkan dengan spesies kestrel lain. Sayapnya juga tergolong panjang, ramping, serta runcing, memudahkannya untuk terbang dengan stabil dan cepat. Warna tubuhnya cukup menawan, yaitu cokelat di punggung, putih di perut, serta abu-abu di ujung ekor dan sayap.
2. Terbang setinggi 20 meter untuk berburu

Laman Animalia menjelaskan bahwa kestrel eurasia akan terbang setinggi 10-20 meter ketika berburu. Ia akan terbang dengan tenang, santai, dan mengawasi mangsa dengan penglihatannya yang tajam. Ketika berhasil mendeteksi mangsa, kestrel eurasia akan menukik dengan tajam dan segera mencengkeram mangsa dengan cakarnya yang kuat.
Selain itu, ia punya satu strategi berburu lain di mana burung tersebut akan bertengger sembari mengawasi mangsa dari atas pohon. Tak hanya di alam liar, kestrel eurasia juga kerap berburu di pinggir jalan yang cukup padat akan kendaraan. Makanannya sendiri cukup beragam, mulai dari vole, tikus, celurut, burung kecil, kelelawar, katak, kodok, kadal, hingga serangga.
3. Distribusinya mencakup wilayah Eropa hingga Asia

Peta penyebaran di laman BirdLife DataZone mengungkap fakta bahwa burung ini punya penyebaran yang sangat luas, yaitu mulai dari Eropa, Afrika, sampai Asia. Eropa, Afrika, dan Asia Tengah merupakan wilayah penyebaran utama unggas ini. Kemudian, wilayah Skandinavia, Rusia, dan Asia Timur adalah area bereproduksinya. Selain itu, terkadang kestrel eurasia juga terlihat di Asia Selatan dan tenggara.
Habitat kestrel eurasia sangat bervariasi. Ia bisa hidup di dataran tinggi, pegunungan, savana, padang rumput, hutan, area pesisir, hingga daerah pemukiman yang padat penduduk. Karena penyebaran yang luas dan kemampuan adaptasinya tersebut, populasi kestrel eurasia cukup melimpah. Ia bukan hewan terancam punah dan saat ini masih ada sekitar 4,3-6,7 juta individu di alam liar.
4. Bereproduksi pada musim semi dan kemarau

Dilansir iNaturalist, kestrel eurasia mulai bereproduksi pada musim kemarau (di daerah tropis) dan musim semi (di daerah subtropis). Saat musim kawin burung ini akan membangun sarang di lubang atau area sempit, khususnya di pepohonan, sela-sela tebing, atau sekitar bangunan tinggi.
Setelah kawin kestrel eurasia akan mengerami telurnya selama 4 minggu hingga 1 bulan. Saat berusia 4-5 minggu, anakan kestrel eurasia akan mulai hidup mandiri dan pergi meninggalkan sarang. Pertumbuhan anakan kestrel eurasia juga sangat cepat karena mereka akan mencapai kematangan seksual di musim kawin selanjutnya.
5. Hanya berkomunikasi pada musim kawin

Kestrel eurasia bukan termasuk burung yang cerewet dan vokal. Dikutip Animal Diversity Web, burung ini biasanya hanya akan berkomunikasi dengan sesamanya pada musim kawin. Komunikasinya sendiri digunakan untuk melindungi wilayah kekuasaan, melindungi anak, atau sebagai peringatan bagi burung lain.
Secara umum, kestrel eurasia berkomunikasi dengan suara, khususnya suara keras berbunyi "kee-kee-kee". Namun, ia juga bisa berkomunikasi dengan bahasa tubuh. Dalam hal ini, kestrel eurasia akan melebarkan ekor sembari terbang di bawah tubuh hewan lain ketika wilayah kekuasaannya terancam. Jika hewan yang mengganggu tak pergi, maka kestrel eurasia akan mulai menyerangnya.
Semoga pembahasan terkait fakta unik kestrel eurasia tersebut bisa menambah wawasanmu terkait kehidupan burung di alam liar. Kestrel eurasia bisa menjadi salah satu contoh burung predator berukuran sedang yang ganas dan memiliki kehidupan cukup kompleks. Nah, jika bertemu dengannya di alam liar, maka kamu tak boleh mengganggu atau mengusik unggas tersebut.
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)

















