Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Artefak Bersejarah yang Membuat Ilmuwan Harus Menulis Ulang Sejarah

5 Artefak Bersejarah yang Membuat Ilmuwan Harus Menulis Ulang Sejarah
Mekanisme Antikythera (commons.wikimedia.org/Peulle)
Intinya Sih
  • Lima artefak kuno, dari alat batu Lomekwi hingga Mekanisme Antikythera, memaksa ilmuwan meninjau ulang garis waktu perkembangan teknologi dan kemampuan manusia purba.
  • Temuan seperti plakat oker Blombos dan tombak Schöningen menunjukkan bahwa kemampuan simbolik, perencanaan, serta keterampilan teknis telah muncul jauh sebelum Homo sapiens modern.
  • Cakram Langit Nebra dan Mekanisme Antikythera membuktikan bahwa masyarakat kuno sudah memahami astronomi kompleks dan mampu menciptakan perangkat mekanis canggih ribuan tahun lebih awal dari perkiraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Artefak kuno bukan sekadar benda yang tersisa dari masa lalu. Dalam beberapa kasus, sebuah alat batu, ukiran kecil, atau perangkat logam dapat menunjukkan bahwa manusia purba memiliki kemampuan jauh lebih awal daripada yang pernah diperkirakan.

Temuan seperti ini tidak selalu mengganti seluruh kisah sejarah manusia. Namun, bukti baru dapat menggeser garis waktu teknologi, pemikiran simbolis, perburuan, dan astronomi. Lima artefak berikut menjadi contoh penting yang mendorong ilmuwan meninjau ulang gambaran tentang kemampuan masyarakat masa lampau.

1. Peralatan batu Lomekwi

Lomekwi
Lomekwi (commons.wikimedia.org/Wayback Machine)

Peralatan batu Lomekwi ditemukan di situs Lomekwi 3, Turkana Barat, Kenya. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Nature, artefak tersebut berusia sekitar 3,3 juta tahun dan ditemukan bersama fosil hominin dari zaman Pliosen di lingkungan yang dahulu berupa kawasan berhutan.

Usianya membuat temuan ini lebih tua sekitar 700.000 tahun daripada teknologi Oldowan yang sebelumnya menjadi acuan awal pembuatan alat batu. Para pembuatnya telah memahami cara batu pecah dan memadukan pemangkasan inti batu dengan kegiatan memukul. Bukti tersebut menggoyahkan anggapan lama bahwa alat batu pertama dibuat oleh anggota genus Homo.

2. Plakat oker Blombos

Plakat oker Blombos
Plakat oker Blombos (humanorigins.si.edu)

Plakat oker Blombos berasal dari Gua Blombos di Afrika Selatan. Smithsonian Human Origins Program menjelaskan bahwa benda berusia sekitar 77.000 hingga 75.000 tahun ini ditemukan pada 1991 oleh Christopher Henshilwood. Permukaannya memuat guratan yang tersusun dalam pola teratur.

Susunan guratan itu dinilai terlalu sistematis untuk langsung dianggap sebagai hiasan biasa. Sejumlah peneliti menduga tanda tersebut digunakan untuk menghitung atau menyimpan informasi. Artefak kecil ini memperluas pembahasan mengenai kapan manusia mulai merekam gagasan pada benda, jauh sebelum munculnya sistem tulisan yang dikenal pada masa sejarah.

3. Tombak Schöningen

Tombak Schöningen
Tombak Schöningen (wikimedia.org/P. Pfarr NLD)

Tombak Schöningen ditemukan dekat Kota Schöningen di Lower Saxony, Jerman. Situsnya diketahui pada 1992 ketika dilakukan penggalian penyelamatan di kawasan tambang lignit. Menurut UNESCO, lapisan situs berusia sekitar 300.000 tahun menjaga artefak kayu dan sisa lingkungan purba dalam kondisi yang sangat baik.

Temuan senjatanya terdiri dari sembilan tombak, dua tongkat lempar, dan satu lembing. Artefak tersebut memperlihatkan keterampilan mengolah kayu, perencanaan, serta perburuan yang terorganisasi. Sebelum penemuan ini, kemampuan seperti itu lebih sering dikaitkan dengan manusia modern. Schöningen akhirnya mengubah pandangan mengenai kemampuan teknologi, sosial, dan kognitif manusia Pleistosen.

4. Cakram Langit Nebra

Cakram Langit Nebra
Cakram Langit Nebra (commons.wikimedia.org/Frank Vincentz)

Cakram Langit Nebra merupakan benda perunggu dengan gambaran benda langit yang ditemukan di kawasan Mittelberg dekat Nebra, Jerman. UNESCO menyebut artefak ini dikuburkan secara ritual bersama dua pedang, dua kapak, dua gelang spiral, dan satu pahat perunggu sekitar 3.600 tahun lalu.

Cakram tersebut dinilai sebagai penggambaran konkret fenomena kosmik tertua yang diketahui. Benda ini menggabungkan pemahaman astronomi dengan kepercayaan keagamaan pada zamannya. Temuan itu membuka gambaran baru bahwa masyarakat Zaman Perunggu di Eropa telah mengamati dan menyusun pengetahuan tentang langit dalam bentuk visual yang terencana.

5. Mekanisme Antikythera

Mekanisme Antikythera
Mekanisme Antikythera (commons.wikimedia.org/Joyofmuseums)

Mekanisme Antikythera merupakan perangkat roda gigi Yunani yang dibuat sekitar akhir abad kedua sebelum Masehi. Benda ini ditemukan dalam kondisi rusak dan terpecah di bangkai kapal dekat Pulau Antikythera. Penelitian Nature menyebut perangkat tersebut memiliki roda gigi perunggu serta banyak tulisan astronomi.

Pemindaian permukaan dan tomografi sinar X membantu peneliti menyusun kembali fungsi perangkat itu. Mekanismenya dapat menampilkan informasi langit, mengikuti fase Bulan, menjalankan kalender lunisolar, dan memperkirakan gerhana Bulan serta Matahari. Kerumitannya melampaui perangkat lain yang diketahui selama setidaknya seribu tahun setelahnya, sehingga mengungkap tingkat kecanggihan teknik Yunani kuno yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Kelima artefak tersebut menunjukkan bahwa pemahaman tentang masa lalu selalu dapat berubah ketika bukti baru ditemukan dan diteliti. Alat batu Lomekwi hingga Mekanisme Antikythera memperpanjang garis waktu kemampuan manusia dalam membuat teknologi, menyimpan informasi, berburu, serta membaca langit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More