7 Fakta Burung Wili-wili Besar, Mata Lebar Penjaga Pesisir Indonesia

- Wili-wili besar adalah burung pantai berukuran besar dengan paruh tebal dan mata lebar, hidup eksklusif di wilayah pesisir Indonesia hingga Australia.
- Burung ini ahli berkamuflase, aktif saat fajar hingga malam, serta dikenal sebagai pemangsa kepiting yang sabar dan kuat menggunakan paruhnya.
- Populasinya menurun akibat gangguan manusia dan predator, padahal wili-wili besar berperan penting menjaga kesuburan ekosistem pesisir melalui aktivitas alaminya.
Burung ini berparuh tebal. Matanya lebar dan kedua kakinya sangat panjang. Bila merasa terancam, ia akan duduk diam membeku. Berpaling sedetik saja, kamu bakal kesulitan menemukannya lagi. Ia adalah burung wili-wili besar.
Wili-wili besar atau beach stone-curlew merupakan jenis burung pantai unik yang bisa dijumpai di wilayah pesisir Indonesia. Tubuhnya besar, paruhnya tebal, dan matanya lebar seperti terkejut. Di balik tampilan uniknya, wili-wili besar punya peranan penting bagi ekosistem pesisir dan lautan Indonesia. Yuk, kenalan dengan burung ini lewat tujuh fakta unik wili-wili besar atau beach stone-curlew berikut ini!
1. Burung apa itu wili-wili besar?

Wili-wili besar atau beach stone-curlew (Esacus magnirostris) merupakan jenis burung wili-wili berukuran besar yang bisa dijumpai di Indonesia. Burung wili-wili itu sendiri merupakan jenis burung pantai unik bermata lebar dan bersifat nokturnal. Di luar negeri, wili-wili disebut thick-knee atau "lutut tebal" karena persendian di bagian "lutut," atau pergelangan kaki lebih tepatnya, sedikit lebih tebal dari burung lainnya. Ia juga disebut stone-curlew karena mirip burung gajahan.
2. Besar mencolok, tapi menyatu dengan lingkungan pantai

Wili-wili besar merupakan jenis wili-wili yang berukuran besar. Bahkan, ia jadi salah satu jenis burung pantai terbesar di dunia. Dicatat laman Animalia, panjangnya sekitar 55 sentiemeter dengan berat sekitar 1 kilogram.
Wili-wili besar punya corak yang lumayan mencolok. Wajahnya bercorak hitam-putih. Ada garis-garis putih di bahu. Kamuflasenya begitu apik. Saat terancam, wili-wili besar diam membeku, mengandalkan bulunya yang bercorak untuk menyatu sempurna dengan pasir dan bebatuan di sekitarnya.
3. Cuma mau tinggal di wilayah pesisir
Burung wili-wili terbilang unik di kalangan burung pantai lainnya karena hidup jauh dari garis pantai. Namun, wili-wili dari marga Esacus berbeda. Wili-wili besar dan wili-wili pantai (E. recurvirostris) secara eksklusif hidup di daerah pesisir. Ia bisa terdapat di berbagai jenis pantai, termasuk pantai berpasir, berlumpur, berbatu, maupu nberkerikil. Ia paling sering berada di muara sungai. ia juga beradaptasi dengan atol karang dan hutan bakau.
4. Tersebar luas, tapi langka
Wili-wili besar tersebar luas mulai dari Asia Tenggara, melewati Papua Nugini, sampai Australia. Ia salah satu jenis burung pantai yang bisa dijumpai di pesisir Indonesia. Meskipun begitu, burung pantai ini hampir jarang terlihat.
Wili-wili besar mudah terusik oleh predator asing dan manusia. Menurut informasi dari laman Data Zone Bird Life, jangkauannya sebenarnya terbatas pada pulau-pulau kecil dan pantai pesisir meski wilayah sebaran alaminya sangat luas. Diperkirakan wili-wili besar mengalami penurunan di wilayah sebarannya di Asia Tenggara dan Melanesia. Burung ini sifatnya menetap, sehingga gangguan terus-terusan bisa berdampak pada populasinya.
5. Meski saudaranya nokturnal, wili-wili besar lebih fleksibel

Gak seperti wili-wili lainnya yang nokturnal, wili-wili besar lebih fleksibel. Ia utamanya aktif saat fajar, senja, dan malam hari. Mata lebarnya itu berguna untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin saat beraktivitas di tengah gelapnya malam. Namun, wili-wili besar juga sering terlihat berpindah tempat atau bergerak dengan tenang di siang hari.
6. Paling doyan makan kepiting

Lagi-lagi unik di kalangan wili-wili yang dietnya lebih bervariasi, wili-wili besar sangat senang makan kepiting. Terkadang dietnya memang dilengkapi dengan menyantap invertebrata lainnya yang bisa ditemukan di pantai. Namun, wili-wili besar hampir secara eksklusif makan kepiting. Ia memukul-mukul kepiting dengan paruh besarnya sebelum ditelan.
Bila burung pantai umumnya melesat mengejar mangsa, wili-wili besar mengintai dengan lambat dan hati-hati. Menurut laman Birds of the World, gaya berburunya mirip burung kuntul, mengamati mangsa lalu menangkap dengan gerakan tiba-tiba dan kuat. Hal ini memungkinkan wili-wili besar menangkap mangsa seperti kepiting yang bisa ngacir begitu cepat.
7. Berjasa bagi pesisir, tapi keberadaannya makin langka

Wili-wili besar memiliki tingkat reproduksi yang lambat. Burung pantai ini cuma menghasilkan sebutir telur saja yang diletakkan di atas pasir. Menurut laman Earth life, telur wili-wili besar sangat tahan terhadap lingkungan pesisir dengan cangkang yang beradaptasi untuk menahan panas dan kelembapan.
Sayangnya, meski tahan unsur lingkungan, telur wili-wili besar sangat rentan oleh predator dan manusia. Predator asing seperti anjing dan kucing, serta aktivitas rekreasi manusia di wilayah pantai mengancam keberhasilan perbiakan wili-wili besar. Gangguan terus menerus bisa menyebabkan penurunan populasi akibat kegagalan perbiakan berulang.
Padahal, burung pantai seperti wili-wili besar menjaga ekosistem lahan basah pesisir. Seperti yang dijelaskan Trust for Wildlife, kotorannya menyuburkan dataran tempatnya mencari makan, serta menyuburkan air di sekitarnya. Secara langsung, ia bantu menyehatkan dan menumbuhkan fitoplankton yang jadi fondasi penting pada rantai makanan laut. Jarangnya kemunculan wili-wili besar di berbagai wilayah jadi lampu kuning yang menandakan ekosistem yang kurang sehat.
Jadi, lebih bijak saat berkunjung ke pantai, ya? Jangan ganggu hewan liar dan buang sampah pada tempatnya. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang wili-wili besar atau beach stone-curlew? Apa kamu pernah menjumpai burung pantai ini di daerahmu?
![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)

















