5 Fakta Livraria Lello, Toko Buku Klasik yang Dibangun dari Uang Lotre

- Livraria Lello awalnya dibangun tahun 1869 oleh Ernesto Chardron menggunakan uang hasil lotre, lalu diambil alih oleh dua bersaudara Lello setelah sang pendiri meninggal muda.
- Bangunan megah bergaya neo-gotik dengan sentuhan art nouveau ini dirancang oleh insinyur Francisco Xavier Esteves dan diresmikan pada 13 Januari 1906 di Porto, Portugal.
- Toko buku ini berperan penting melestarikan karya sastra klasik Portugal dengan membeli hak cipta penulis yang terlupakan agar tetap dikenal dunia.
Porto adalah kota besar di Portugal yang dikenal dengan pusat sejarah dan budaya yang sangat kaya. Di aspek seni, kota ini memiliki sebuah toko buku yang sangat ikonik. Livraria Lello adalah toko buku klasik yang terletak di jalan Rua das Carmelitas.
Selain itu, ternyata toko buku ini memiliki banyak cerita yang menarik untuk dibahas, lho. Penasaran ada apa saja? Berikut adalah lima fakta yang dimiliki oleh Livraria Lello.
1. Awalnya dibangun pada tahun 1869

Faktanya, Livraria Lello sendiri dibangun oleh seorang yang merantau ke kota Porto yang bernama Ernesto Chardron. Uniknya, modal untuk membangun toko buku ini didapat karena ia dapat dari undian lotre. Pada tahun 1869, akhirnya toko buku pertama berhasil dibangun dengan nama Livraria Internacional de Ernesto Chardron. Laman resmi Livraria Lello juga menjelaskan bahwa fakta ini memang benar adanya.
Ironisnya, Ernesto Chardron hanya memiliki toko buku ini dalam waktu yang sangat singkat, karena ia meninggal dunia di usia yang muda. Pada akhirnya, seluruh aset toko buku milik Ernesto Chardron dibeli oleh dua bersaudara Lello, yaitu Jose Lello dan Antonio Lello. Itulah alasan mengapa toko buku ini berubah nama menjadi Livraria Lello.
2. Karya insinyur ambisius yang menciptakan kemegahan arsitektur bangunan

Setelah dibeli oleh dua bersaudara Lello, semua isi dari Livraria Lello dipindahkan dari gedung lama ke gedung baru yang telah disiapkan. Dua bersaudara itu memiliki keinginan untuk mewujudkan bangunan impian yang megah, mereka pun menyewa seorang insinyur teknik sipil ternama, yaitu Francisco Xavier Esteves. Impian bertemu dengan kejeniusan, yang menciptakan karya yang sangat indah.
Francisco menerapkan gaya yang didominasi oleh neo-gotik dengan sedikit sentuhan art nouveau kepada bangunan ini, baik interior maupun eksterior. Neo-gotik sendiri merupakan salah satu aliran arsitektur yang sangat rumit dan kompleks, tapi Francisco mampu menerapkannya dengan baik di tiap sudut bangunan hingga mendapat perhatian lebih dari seniman lainnya di Eropa. Setelah proses pembangunan ulang selesai, akhirnya Livraria Lello diresmikan pada 13 Januari 1906.
3. Atap kaca patri yang megah

Salah satu bentuk keindahan karya neo-gotik yang dilakukan oleh Francisco adalah pada kaca patri berukuran raksasa di langit-langit toko. Kaca patri sendiri merupakan sebuah kaca yang memiliki banyak warna yang dirancang untuk membentuk sebuah pola atau bentuk yang indah. Francisco sengaja menaruh kaca berukuran 8 kali 3,5 meter ini di langit-langit toko untuk memberikan cahaya alami dari matahari yang menciptakan suasana toko lebih berwarna. Sumber panduan wisata seperti The Common Wanderer menyebutkan bahwa kaca patri besar ini adalah salah satu keindahan yang bisa dilihat dari Livraria Lello.
Tak hanya sampai di situ, dua bersaudara Lello juga menambahkan sedikit elemen berupa logo dan bahasa latin. Tulisan apa yang mereka sampaikan? Tulisan itu berbunyi Decus in Labore yang memiliki arti "Kehormatan dalam Bekerja".
4. Konon menjadi tempat inspirasi penulis Harry Potter

J.K Rowling bukan lagi nama yang asing, penulis buku Harry Potter ini telah banyak dikenal oleh hampir seluruh dunia. Pada awal 1990-an, J.K Rowling tercatat pernah tinggal di Porto untuk mengajar sebagai guru bahasa Inggris. Dan Livraria Lello diyakini adalah tempat favoritnya J.K Rowling untuk menulis di lantai dua.
Meskipun pernyataan ini sangat populer dan banyak diperbincangkan, itu semua hanya mitos. Sumber lokal Porto, seperti Local Porto dan Taste Porto sepakat bahwa pernyataan soal hubungan antara J.K Rowling dan Livraria Lello hanya sebatas rumor dan mitos yang populer saja. J.K Rowling juga sempat membantahnya dengan menjelaskan bahwa toko buku ini sama sekali tidak menginspirasi dalam membuat buku Harry Potter, bahkan selama di Porto ia belum pernah mengunjunginya.
5. Penyelamat buku klasik Portugal

Livraria Lello sejatinya bukanlah toko buku biasa, melainkan perusahaan penerbitan yang sangat berpengaruh. Toko buku ini sangat menghargai karya-karya dari penulis di Portugal, walaupun sang penulis sudah meninggal dunia. Biasanya, pihak Livraria Lello akan membeli seluruh hak cipta dari karya sastra milik penulis besar Portugal yang sudah mulai terlupakan.
Upaya yang dilakukan oleh Livraria Lello jelas sangat membantu mempertahankan banyak sejarah karya sastra dari kepunahan akibat ditelan zaman. Secara tidak langsung, Livraria Lello juga memperkenalkan karya sastra Portugal serta penulisnya kepada panggung dunia.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Livraria Lello. Gimana, seru kan? Mulai dari awalnya dibangun oleh Ernesto Chardron yang menggunakan uang hasil memenangkan lotre sebagai modal utama hingga menjadi penyelamat karya klasik Portugal. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.



















