Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Jenis Ikan Hias Agresif yang Punya Insting Teritorial, Naluri Kuat!
Ikan hias (commons.wikimedia.org/Marcel Burkhard)
  • Beberapa ikan hias memiliki naluri teritorial kuat yang membuatnya agresif, sehingga perlu dipelihara terpisah agar tidak menyerang ikan lain di akuarium.
  • Keluarga Cichlidae, tiger barb, cupang, dan Channa dikenal sebagai spesies dengan perilaku agresif tinggi terutama saat mempertahankan wilayah atau musim kawin.
  • Perawatan ikan agresif memerlukan pengaturan ruang, jumlah kelompok, serta lingkungan akuarium yang tepat untuk menghindari stres dan perkelahian antarspesies.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ikan hias menjadi salah satu peliharaan dalam akuarium, yang sudah umum menambah keindahan setiap sudut ruang. Jenisnya pun beragam, baik dari habitat air tawar maupun air laut. Begitu pun dengan ukurannya ada yang kecil dengan bentuk unik maupun yang besar dengan keindahannya sebagai ikan hias. Namun, meskipun disebut ikan hias yang terlihat cantik, terdapat insting alami dari ikan yang membuatnya akan lebih agresif. 

Umumnya, insting tersebut bersifat teritorial yang mempertahankan wilayahnya. Ikan hias yang agresif ini lebih cenderung menyerang bahkan hingga mengejar dan tidak segan menggigit. Jika terdapat ikan lain yang masuk dalam wilayah kekuasaannya. Maka, dalam pemeliharaan ikan hias dengan insting teritorial ini sebaiknya dilakukan terpisah dari ikan hias jenis lainnya. Terdapat beberapa spesies ikan hias dengan naluri yang kuat dalam pertahanan terhadap wilayahnya. Untuk mengenal lebih, simak ulasannya sebagai berikut. 

1. Keluarga Cichlidae

Ikan hias Family Cichlidae (commons.wikimedia.org/Deanpemberton)

Ikan hias yang terkenal sangat teritorial ada dari keluarga Cichlidae, terutama saat mereka berada di akuarium. Hal ini perlu menjadi perhatian ketika memeliharanya, karena perilaku yang sangat agresif pada spesies berbeda. Dilansir San Diego Zoo Wildlife Alliance, sebagai ikan hias berwarna cerah, maka keberadaannya terkenal bagi para penggemar akuarium. Tentunya sangat menarik untuk diamati, tetapi perilaku agresifnya mungkin lebih menantang. Perilaku tersebut pada ikan yang juga disebut cichlid ini bersifat ritual dalam evaluasi pesaing. Selain itu, juga didukung tingkat agresivitas tinggi, terutama saat musim kawin tiba maupun melindungi wilayahnya. 

Uniknya, ikan cichlid akan menunjukkan perubahan warna yang cepat. Pada ikan jantan yang teritorial akan berwarna cerah dan terang dibandingkan ikan pejantan pesaing yang non teritorial. Selain warna, terdapat garis lateral berfungsi untuk sensorik. Ini sebagai alat untuk merasakan gerakan air di sekitar lawan dalam hal evaluasi ikan jantan pesaing berdasarkan ciri fisik atau kebugaran tubuh. Mereka biasanya akan mengusir secara fisik dan menantang. Dengan perkelahian mulut (membuka rahang dan tabrakan langsung dengan mulut terbuka), menggigit maupun mengejar. Hal ini juga berkaitan dalam hal memikat ikan betina. Ikan jantan yang berhasil menjaga teritorial akan menang dihadapan betina. Karena dengan wilayah teritorialnya, ikan cichlid betina juga akan mendapatkan makanan dengan mudah. 

2. Ikan tiger barb

Ikan hias tiger barb (commons.wikimedia.org/Faucon)

Spesies ikan hias yang terkenal di kalangan penggemar akuarium, ada ikan air tawar tiger barb. Ikan dengan warna menarik ini, yaitu oranye emas atau perak dengan garis-garis hitam khas umumnya punya perilaku aktif. Dilansir Complete Koi & Aquatics, mereka adalah ikan hias yang punya sifat semi agresif. Perilaku ini dapat berpengaruh ketika dipelihara dalam kelompok kecil. Sehingga akan lebih teritorial dan dapat berkelahi dengan spesies ikan lain. 

Ikan tiger barb punya sifat perenang cepat dan energik ini juga punya perilaku menggigit sirip. Maka, mereka bisa menargetkan sirip panjang dari ikan yang lebih lambat, terutama dalam satu akuarium dengan spesies ikan Betta. Sehingga, hal ini dapat mencederai maupun mengakibatkan ikan lain stres hingga infeksi. Dalam hal ini pengaturan jumlah kelompok ikan tiger barb harus lebih besar, bisa enam ekor atau lebih. Dengan pengaturan kelompok yang tepat, mereka akan lebih fokus pada kelompoknya sendiri, daripada mengganggu spesies ikan lain di akuarium. 

Selain itu, lingkungan akuarium yang tepat dengan ukuran luas dapat memberikan ruang untuk berenang. Ketegangan dalam akuarium untuk beradaptasi dengan baik juga dapat diatasi dengan pemberian aksesoris atau pelengkap. Seperti adanya tanaman akuarium dapat menjadi tempat persembunyian. Meskipun diletakkan dengan spesies ikan semi agresif dan perenang cepat lainnya, tidak akan saling mengganggu. 

3. Ikan cupang (Betta sp.)

Ikan hias Betta sp. (commons.wikimedia.org/Denise Chan)

Ikan hias Betta sp. atau disebut ikan cupang dengan warna-warna yang cerah, cantik dan bentuk menarik ini juga bersifat agresif. Terutama ikan jantan sangat teritorial, apabila disatukan dengan ikan cupang lain dalam satu akuarium. Bahkan karena tingkat agresivitas yang tinggi, ikan cupang akan terus menyerang hingga salah satu terluka atau mati. Hal ini juga disebutkan dalam Gramedia, secara alami ikan cupang hidup secara teritorial. Maka, penempatannya perlu diperhatikan supaya tidak saling melukai hingga mengakibatkan kematian pada ikan. 

Ikan cupang merupakan ikan soliter, sehingga cocok dipelihara pada akuarium khusus tanpa ikan hias lain yang mencolok. Ikan cupang jantan dewasa bisa diletakkan satu akuarium dengan ikan betina, namun hanya untuk keperluan perkawinan. Namun, jika tidak ikan jantan bisa menyerang ikan cupang betina tersebut. Dengan alasan teritorial tinggi, maka mereka merasa seluruh akuarium adalah wilayah kekuasannya. 

4. Ikan Channa (snakehead)

Ikan Channa (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke)

Hampir sama dengan ikan cupang, ikan Channa (snakehead) tergolong ikan soliter. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai ikan predator. Maka, ketika akan memelihara dalam akuarium perlu lebih memperhatikan jika diletakkan bersama spesies lainnya. Sifat lainnya yang teritorial membuatnya tidak segan menyerang ikan lain. Dilansir Nakama Aquatics, terdapat beragam spesies ikan Channa, namun umumnya mereka punya sifat agresif dan teritorial yang tinggi. Maka, hal ini menyebabkan kompetisi jika mereka dipelihara dalam akuarium dengan spesies ikan lain. 

Sifat yang teritorial, selain berhubungan dengan wilayah tentunya berkaitan dengan ketersediaan makanan. Selain itu, sifat agresif dimanfaatkannya ketika berkembangbiak. Mereka akan lebih protektif pada anak-anaknya. 

Ikan hias memberi daya tarik tersendiri dari bentuk dan warnanya yang indah. Namun, perlu perhatian dengan sifat naluri alami yang kuat, jika akan menjadikan peliharaan. Seperti perilaku agresif tersebut, sehingga harus memberikan perawatan khusus. Semoga bermanfaat! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article