Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Speaker Ikut Bergetar saat Mengeluarkan Suara Musik?

Kenapa Speaker Ikut Bergetar saat Mengeluarkan Suara Musik?
ilustrasi speaker (unsplash.com/Shakti Rajpurohit)
Share Article

Pernah menyentuh permukaan speaker saat musik sedang diputar? Kamu mungkin akan merasakan adanya getaran, terutama ketika lagu memiliki dentuman bass yang kuat. Sekilas, getaran tersebut mungkin terlihat seperti tanda speaker sedang bekerja terlalu keras atau bahkan mengalami kerusakan. Padahal, speaker memang dirancang untuk bergerak dan bergetar sebagai bagian dari proses menghasilkan suara.

Lantas, mengapa speaker bergetar saat memutar musik? Jawabannya berkaitan dengan cara kerja komponen di dalamnya yang mengubah sinyal listrik menjadi gerakan fisik. Gerakan tersebut kemudian mendorong udara dan menciptakan gelombang suara yang akhirnya ditangkap oleh telinga kita. Jadi, tanpa adanya getaran pada bagian tertentu, speaker tidak akan bisa menghasilkan suara seperti yang kita dengar sehari-hari.

1. Speaker mengubah sinyal listrik menjadi gerakan

ilustrasi speaker
ilustrasi speaker (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Pada dasarnya, speaker bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi gerakan fisik. Gerakan inilah yang kemudian menghasilkan gelombang suara di udara sehingga bisa ditangkap oleh telinga kita. Di dalam speaker terdapat beberapa komponen penting, termasuk magnet permanen, voice coil atau kumparan suara, serta diafragma yang biasanya berbentuk kerucut. Diafragma inilah bagian yang terlihat bergerak ketika speaker sedang menghasilkan suara.

Ketika sinyal audio dialirkan ke voice coil, arus listrik tersebut menciptakan medan magnet. Medan magnet dari kumparan kemudian berinteraksi dengan medan magnet permanen yang berada di dalam speaker. Interaksi ini menghasilkan gaya yang mendorong dan menarik kumparan secara berulang-ulang.

Karena voice coil terhubung langsung dengan cone atau diafragma, gerakan tersebut ikut membuat diafragma bergerak maju dan mundur. Gerakannya mengikuti pola sinyal listrik yang masuk. Jadi, semakin kompleks sinyal musiknya, semakin kompleks pula pola gerakan yang dihasilkan speaker. Dengan kata lain, speaker memang pada dasarnya adalah perangkat yang dirancang untuk bergetar.

2. Dari getaran menjadi gelombang suara

ilustrasi speaker
ilustrasi speaker (unsplash.com/Nejc Soklič)

Lalu, bagaimana getaran itu bisa berubah menjadi suara yang kita dengar? Ketika cone speaker bergerak ke arah luar, permukaannya mendorong udara di depannya. Hal ini membuat partikel udara menjadi lebih rapat dan menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika cone bergerak ke arah dalam, tekanan udara di depannya menjadi lebih rendah. Gerakan maju-mundur yang terjadi dengan sangat cepat ini menciptakan pola tekanan tinggi dan rendah yang merambat melalui udara sebagai gelombang suara.

Telinga manusia kemudian menangkap perubahan tekanan tersebut dan otak menerjemahkannya menjadi musik, suara manusia, atau berbagai bunyi lainnya. Frekuensi getaran menentukan tinggi rendahnya nada. Sementara itu, amplitudo atau seberapa jauh cone bergerak memengaruhi seberapa keras suara yang dihasilkan.

3. Kenapa bass membuat speaker terasa lebih bergetar

ilustrasi speaker
ilustrasi speaker (unsplash.com/Shakti Rajpurohit)

Tidak semua suara membuat speaker bergetar dengan intensitas yang sama. Suara bass atau frekuensi rendah biasanya menghasilkan gerakan cone yang lebih besar sehingga getarannya lebih mudah dirasakan. Itulah sebabnya speaker sering terasa lebih bergetar ketika memutar musik dengan dentuman bass yang kuat. Bahkan, getaran tersebut bisa merambat ke meja, lantai, rak, atau dinding di sekitarnya.

Sementara itu, suara berfrekuensi tinggi membuat cone bergerak lebih cepat dengan jarak yang lebih pendek. Meski gerakannya tidak terlalu besar, getaran ini tetap penting untuk menghasilkan detail dan kejernihan suara. Namun, karena amplitudonya kecil, getaran tersebut biasanya tidak terlalu terasa secara fisik.

4. Kenapa getaran speaker bisa terasa sampai ke meja

ilustrasi speaker
ilustrasi speaker (unsplash.com/Josh Sorenson)

Getaran yang terasa di luar speaker tidak hanya berasal dari cone. Ada beberapa faktor yang menyebabkannya. Pertama, gerakan cone dapat menyalurkan energi mekanis ke rangka dan kotak speaker. Kedua, kabinet speaker juga bisa ikut beresonansi ketika menerima getaran dari komponen di dalamnya.

Selain itu, ada prinsip fisika sederhana yang disebut hukum ketiga Newton. Ketika cone mendorong udara ke satu arah, muncul gaya reaksi yang arahnya berlawanan. Gaya tersebut dapat diteruskan ke kabinet speaker dan permukaan tempat speaker diletakkan. Akibatnya, meja atau rak yang menjadi tempat speaker berdiri bisa ikut bergetar. Pada permukaan yang keras, efek ini biasanya terasa lebih jelas.

5. Kapan getaran speaker menjadi masalah

ilustrasi speaker
ilustrasi speaker (unsplash.com/Paul Esch-Laurent)

Meski getaran merupakan bagian penting dari cara kerja speaker, tidak semua getaran bisa dianggap normal. Getaran yang berlebihan atau disertai suara aneh bisa menandakan adanya masalah. Salah satu penyebabnya adalah komponen yang longgar. Sekrup, grill, atau bagian internal speaker yang tidak terpasang dengan baik dapat menimbulkan suara berderak ketika terkena getaran.

Speaker yang dipaksa bekerja pada volume terlalu tinggi juga bisa mengalami masalah. Cone dapat bergerak melampaui batas yang dirancang sehingga suara menjadi pecah, voice coil bergesekan, bahkan komponen speaker berisiko mengalami kerusakan. Selain itu, kotak speaker yang terlalu tipis atau kurang kokoh dapat mengalami resonansi berlebihan. Getaran dari speaker juga bisa membuat benda-benda di sekitarnya, seperti jendela, rak, atau perabotan lain, ikut bergetar dan menghasilkan suara “berisik” yang sebenarnya bukan berasal dari speaker.

Jadi, speaker bergetar saat memutar musik karena getaran tersebut merupakan bagian penting dari proses mengubah sinyal listrik menjadi gelombang suara. Semakin kuat sinyal dan bass yang diputar, semakin besar pula gerakan yang dihasilkan cone speaker.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More