Kenapa Kapal Selam Nuklir Butuh Waktu Tahunan untuk Isi Bahan Bakar?

Kamu tentu mengisi daya ponselmu setiap hari, kan? Nah, kalau bahan bakar mobil sendiri, diisi bensin atau diisi daya baterainya (mobil listrik) setiap beberapa hari. Kamu juga tidak perlu membongkar perangkat atau kendaraan saat menghubungkannya ke sumber daya atau mengisi tangki.
Lantas, bagaimana dengan kapal selam nuklir, ya? Apa benar kapal selam nuklir butuh waktu tahunan untuk mengisi bahan bakarnya? Yuk, kita cari tahu!
1. Kapal selam nuklir butuh waktu 2–3 tahun lebih untuk mengisi bahan bakar

Yap, pengisian bahan bakar kapal selam nuklir ternyata butuh proses rumit yang memakan waktu bertahun-tahun, lho. Ini sama seperti pengisian bahan bakar kapal induk nuklir. Namun, tidak seperti kapal induk, yang butuh waktu hingga 6 tahun untuk menjalani proses pengisian bahan bakar dan perbaikan kompleks/refueling and complex overhaul (RCOH), kapal selam nuklir butuh waktu lebih singkat untuk proses perbaikan bahan bakar yang direkayasa/engineered refueling overhaul (ERO). Pekerjaan ini dapat dilakukan dalam 2 atau 3 tahun lebih, dengan asumsi tidak ada masalah lain yang bisa menundanya.
Selain dengan aman mengeluarkan inti nuklir dari kapal selam dan memasang yang baru untuk memberi daya pada kapal selama beberapa dekade lagi, para insinyur juga melakukan proses perbaikan yang dimaksudkan untuk memodernisasi peralatan ke standar yang lebih baru. Itu kenapa prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Meski menghentikan operasional kapal selam selama beberapa tahun bisa menyebabkan risiko keamanan, Angkatan Laut AS mengoperasikan 71 kapal selam dari berbagai kelas, nih.
Semua kapal selam tersebut ditenagai oleh reaktor nuklir, yang dapat beroperasi selama beberapa dekade. Selain itu, kapal selam baru dibuat secara teratur. Terakhir, tidak semua kelas kapal selam yang beroperasi akan membutuhkan pengisian bahan bakar. Desain kelas Virginia dan Columbia memiliki inti nuklir yang dirancang untuk bertahan selama masa pakai kapal, dengan masing-masing sekitar 33 tahun dan 43 tahun, seperti yang dilansir Congressional Budget Office. Model-model di kelas Ohio dan Los Angeles yang akan membutuhkan proses ERO di pertengahan masa pakai.
2. Bagaimana cara pengisian bahan bakar kapal selam nuklir?

Proses ERO berjalan lambat karena memang dirancang demikian untuk alasan keamanan. Kapal selam nuklir harus dibawa ke fasilitas yang mampu menangani material nuklir selama proses penggantian. Ini untuk memastikan keselamatan semua orang yang terlibat dalam perbaikan dan para pelaut yang akan menjadi awak kapal setelah proses pengisian bahan bakar selesai. Inti nuklir tetap radioaktif selama pengisian bahan bakar sehingga radiasi harus dikendalikan dan limbah nuklir harus disimpan dengan aman, nih.
Kapal selam dibawa ke dok kering untuk proses ERO. Adapun, para insinyur menjalani prosedur yang ketat untuk mengosongkan bahan bakar kapal dan mengisinya kembali. Reaktor dimatikan dan didinginkan sebelum melepaskan inti reaktor lama serta memasang penggantinya. Pelepasan inti bekas ini dilakukan dengan pemotongan lambung kapal selam dengan alat tangan karena reaktor tidak mudah diakses. Operasi ini dilakukan di bawah protokol ventilasi dan filtrasi yang ketat untuk mencegah kontaminasi radiasi.
Kemudian, inti lama diangkut ke luar lokasi untuk penyimpanan yang aman karena material nuklir tetap aktif. Inti reaktor baru dipasang, kemudian reaktor dirakit kembali dan kapal selam disegel ulang. Prosedur ini membutuhkan ketelitian dan banyak inspeksi karena tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun. Integritas struktural lambung sangat penting agar kapal selam dapat beroperasi di kedalaman.
Setelah bahan bakar diganti, proses modernisasi dimulai. Setelah 2 dekade beroperasi, kapal selam akan diperbarui untuk 20 tahun masa pakai berikutnya. Para insinyur memeriksa mesin, elektronik, dan sistem senjata yang ada serta mengganti komponen maupun teknologi lama dengan yang lebih baru. Kapal selam menjalani putaran inspeksi dan proses jaminan kualitas lainnya setelah dibangun kembali. Kapal kemudian menuju uji coba laut untuk memastikan kapal selam aman dan semua sistem beroperasi.
3. Berapa biaya pengisian bahan bakar kapal selam?

Seperti kapal induk nuklir, kapal permukaan bertenaga nuklir menjalani proses RCOH yang ekstensif. Adapun, proses ini tidak murah atau cepat. Sebagai gambaran, biaya pengisian bahan bakar dan perbaikan kapal induk USS George Washington mencapai 2,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp49,9 triliun, seperti dilansir Huntington Ingalls Industries (HII). Prosesnya sendiri bahkan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Pada Mei 2023, Angkatan Laut AS mengumumkan bahwa George Washington telah menyelesaikan proses RCOH setelah 69 bulan. Proses ini melibatkan peningkatan sistem propulsi, infrastruktur, dan sistem tempur. George Washington memulai RCOH pada awal Agustus 2017 di Newport News Shipbuilding di Norfolk, Virginia, tetapi pandemik COVID-19 berdampak pada operasi hingga menyebabkan penundaan.
Pengisian bahan bakar kapal selam bertenaga nuklir lebih murah. Anggarannya masih berkisar antara 600 juta hingga 800 juta dolar AS atau setara dengan Rp10,7 triliun hingga Rp14,2 triliun, menurut laporan National Defense Magazine dari 2015. Itulah kenapa Angkatan Laut AS beralih ke pembangunan reaktor yang dapat digunakan sepanjang masa pakai kapal, yang tidak perlu diisi bahan bakar di tengah perjalanan.
Pada Maret 2023, Angkatan Laut AS mengumumkan pekerjaan ERO terakhir untuk kapal selam kelas Ohio, USS Louisiana. Proses tersebut memakan waktu 40 bulan dengan melibatkan 870 ribu hari kerja, jauh lebih lama daripada prosedur ERO serupa untuk USS Nebraska dan USS Maine. Proses pengisian bahan bakar dan modernisasi memakan waktu lebih lama karena pandemik, mirip dengan penundaan RCOH USS George Washington. Sebagai perbandingan, kapal selam baru dihargai antara 5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp89 triliun (kelas Virginia) hingga 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp267 triliun (kelas Columbia).
Ternyata rumit dan berbahaya, ya, untuk mengisi bahan bakar kapal selam nuklir. Yap, wajar saja, sih, kalau prosesnya butuh waktu tahunan. Apa fakta ini bikin kamu takjub?




















