Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Gerhana Matahari Cuma Terlihat di Wilayah Tertentu
rangkaian gerhana matahari total di Lerdo, Meksiko (pexels.com/Juan Carlos Duran)
  • Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 hanya terlihat di sebagian Greenland, Islandia, Spanyol, Portugal, dan Rusia utara karena bayangan Bulan jatuh terbatas di wilayah tertentu.
  • Orbit Bulan yang miring sekitar lima derajat terhadap orbit Bumi membuat gerhana hanya terjadi saat posisi Matahari, Bulan, dan Bumi sejajar di titik simpul orbit.
  • Ukuran umbra yang sempit serta pergerakan Bumi dan Bulan menyebabkan jalur gerhana total berbentuk pita kecil, sehingga tiap wilayah mengalami durasi dan jenis gerhana berbeda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gerhana matahari total akan kembali terjadi pada 12 Agustus 2026. Namun, fase totalitasnya hanya melintasi sebagian Greenland, Islandia, Spanyol, sebagian kecil Portugal, dan Rusia bagian utara. Sejumlah wilayah lain di belahan Bumi utara hanya mengalami gerhana sebagian, sedangkan Indonesia tidak masuk area pengamatannya.

Hal tersebut mungkin terasa membingungkan karena Matahari, Bulan, dan Bumi merupakan benda langit yang sama bagi semua orang. Kenyataannya, bayangan Bulan hanya jatuh pada bagian tertentu di permukaan Bumi. Posisi pengamat akhirnya menentukan apakah gerhana terlihat total, sebagian, atau tidak terlihat sama sekali.

1. Hanya sisi Bumi yang sedang siang yang punya kesempatan melihat

gerhana Matahari sebagian saat terbit dilihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ESA/NASA)

Bumi berbentuk bulat sehingga gak seluruh permukaannya menghadap Matahari secara bersamaan. Saat suatu wilayah mengalami siang, wilayah di sisi berlawanan sedang berada dalam malam. Gerhana matahari hanya mungkin diamati dari bagian Bumi yang sedang menghadap Matahari.

Namun, berada di sisi siang belum otomatis membuat seseorang dapat melihat gerhana. Wilayahnya juga harus berada di dalam bayangan yang dibentuk Bulan. Kalau bayangan itu jatuh di Eropa dan kawasan Arktik, misalnya, wilayah siang di bagian dunia lain tetap belum tentu kebagian gerhana.

2. Orbit Bulan miring terhadap bidang orbit Bumi

gerhana matahari total saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada cukup sejajar (dok. NASA/Gopalswamy)

Fase Bulan baru terjadi sekitar sekali dalam sebulan, tetapi gerhana matahari gak muncul setiap bulan. Penyebabnya, orbit Bulan miring sekitar lima derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari, yang disebut bidang ekliptika. Dalam banyak kesempatan, Bulan melewati bagian atas atau bawah Matahari dari sudut pandang Bumi.

Gerhana matahari hanya mungkin terjadi ketika Bulan baru berada dekat salah satu simpul orbit, yaitu titik perpotongan orbit Bulan dengan bidang ekliptika. Pada posisi tersebut, Matahari, Bulan, dan Bumi cukup sejajar sehingga bayangan Bulan dapat mencapai permukaan Bumi. Arah jatuhnya bayangan inilah yang kemudian menentukan wilayah yang bisa menyaksikan gerhana.

3. Bayangan inti Bulan sangat sempit

korona Matahari terlihat saat fase total gerhana matahari (ESA/CESAR/Wouter van Reeven)

Saat menghalangi cahaya Matahari, Bulan membentuk bayangan inti yang disebut umbra. Pengamat yang berada di dalam umbra akan melihat Matahari tertutup sepenuhnya dan mengalami gerhana total. Masalahnya, ukuran umbra yang menyentuh permukaan Bumi jauh lebih kecil daripada ukuran planet kita.

Karena bayangannya sempit, fase totalitas hanya membentuk jalur seperti pita panjang di permukaan Bumi. Wilayah gerhana total umumnya berupa area sempit, sedangkan wilayah gerhana sebagian dapat mencakup area yang jauh lebih luas. Itulah sebabnya orang di dua kota yang gak terlalu jauh pun bisa mendapat pengalaman gerhana yang berbeda.

4. Penumbra hanya menutupi sebagian cahaya Matahari

gerhana matahari sebagian terlihat saat Matahari terbit di Delaware, Amerika Serikat (dok. NASA/Aubrey Gemignani)

Di luar umbra terdapat bayangan yang lebih samar bernama penumbra. Orang yang berada di area ini masih melihat sebagian permukaan Matahari karena Bulan gak menutupinya secara penuh. Semakin jauh posisi pengamat dari jalur totalitas, semakin sedikit pula bagian Matahari yang tertutup.

Sementara itu, orang yang berada di luar umbra dan penumbra gak akan melihat gerhana sama sekali. Jadi, satu fenomena yang sama dapat terlihat sebagai gerhana total, gerhana sebagian, atau Matahari biasa, tergantung posisi pengamat. Perbedaan ini bukan disebabkan oleh gerhana yang berbeda, melainkan bagian bayangan Bulan yang mengenai setiap wilayah.

5. Bayangan Bulan terus bergerak melintasi permukaan Bumi

bayangan Bulan terlihat di permukaan Bumi saat gerhana matahari (ESA/NASA)

Bulan terus bergerak dalam orbitnya, sementara Bumi juga berputar pada porosnya. Gabungan kedua gerakan tersebut membuat bayangan Bulan menyapu permukaan Bumi dan membentuk jalur gerhana. Sebuah daerah hanya berada di dalam bayangan itu selama waktu yang relatif singkat.

Bahkan di dalam jalur totalitas, lama kegelapan dapat berbeda antara satu lokasi dan lokasi lain. Pengamat yang berada lebih dekat ke tengah jalur biasanya mengalami totalitas lebih lama daripada pengamat di tepinya. Di beberapa daerah, posisi Matahari yang sudah dekat horizon juga dapat membuat fase gerhana terlihat sangat singkat sebelum Matahari terbenam.

Gerhana matahari gak membuat seluruh dunia gelap dalam waktu bersamaan. Wilayah pengamatan ditentukan oleh sisi Bumi yang sedang siang, kemiringan orbit Bulan, bentuk bayangan, dan pergerakan ketiga benda langit tersebut. Meski suatu daerah hanya mengalami gerhana sebagian, Matahari tetap harus diamati menggunakan kacamata gerhana atau pelindung khusus, bukan kacamata hitam biasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article