Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik dan Menarik Kumbang Dock, si Kecil Pemakan Beri

5 Fakta Unik dan Menarik Kumbang Dock, si Kecil Pemakan Beri
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Didier Descouens)
Intinya Sih
  • Kumbang dock atau Coreus marginatus tersebar luas dari Eropa hingga Asia dan Afrika, hidup di area lembap seperti hutan, semak, serta vegetasi rapat dekat sumber air.
  • Hewan ini bereproduksi dengan bertelur pada Mei–Juli, telur menetas setelah tiga hingga empat minggu, lalu larva memakan daun sebelum beralih ke biji-bijian saat dewasa.
  • Kumbang dock dikenal sebagai hama karena menghisap cairan tanaman hingga merusak pertumbuhan, serta mampu menyemprotkan zat kimia berbau tajam untuk melindungi diri dari predator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semak-semak, kebun, dan pepohonan menjadi rumah bagi berbagai jenis serangga. Salah satunya adalah Coreus marginatus atau kumbang dock. Ia merupakan kumbang berukuran kecil dengan badan mengotak dan tubuh berwarna cokelat. Antenanya memanjang, ia hidup menyendiri, dan sering terlihat berkelana atau bersantai di dedaunan.

Kumbang dock bukan termasuk hewan yang berbahaya atau berbisa. Ia tak bisa menggigit atau menyengat. Namun, saat merasa terancam kumbang dock mampu menyemburkan zat kimia untuk melindungi diri. Karena kecil, ia juga sulit ditemukan. Menariknya, terdapat beberapa fakta unik dan menarik kumbang dock yang wajib kamu tahu. Yuk, kupas semua faktanya bawah ini.

1. Kumbang dock menyebar dari Eropa hingga Asia

kumbang dock
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Rude.)

Dilansir Coreoidea Species File, hewan ini pertama kali ditemukan di Eropa, tepatnya di wilayah Inggris. Seiring berkembangnya zaman, kumbang dock kembali ditemukan lain di wilayah lain. Tak hanya di Eropa, ternyata hewan kecil ini juga menghuni beberapa wilayah Asia dan Afrika, seperti Rusia, Nigeria, hingga Cina. Jika membahas soal habitat, ia tak ada bedanya dengan spesies kumbang lain karena kerap ditemukan di hutan, semak-semak, vegetasi rapat, rerumputan, dan area lembap yang memiliki banyak sumber air.

2. Telur kumbang dock menetas setelah berusia tiga minggu

kumbang dock
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Johannes Robalotoff)

Sebagai kumbang, tentunya kumbang dock bereproduksi dengan cara bertelur. Dikutip iNaturalist, telurnya berwarna hitam dan biasanya menempel di tanaman. Secara umum, hewan ini akan bertelur pada bulan Mei sampai Juli. Telurnya akan menetas setelah tiga atau empat minggu. Setelah menetas, larva dari hewan ini akan mulai memakan dedaunan. Saat larvanya sudah tumbuh remaja makanannya akan berubah menjad biji-bijian, serupa dengan individu dewasa.

3. Kumbang dock bisa memakan daun hingga buah-buahan

kumbang dock
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Makanan kumbang dock mencakup daun, biji-bijian, sampai buah-buahan. Makanan kesukaannya sendiri adalah tanaman dari genus Romex, famili Polygonaceae, Asteraceae, dan Rosaceae. Di beberapa kesempatan, kumbang dock juga terlihat memakan buah beri, seperti raspberry, gooseberry, dan blackcurrant.

Laman Picture Insect menjelaskan kalau kebiasaan makan tersebut sangat berbahaya bagi tanaman. Saat makan, ia akan menghisap cairan yang ada di batang, buah, biji, atau dedaunan. Tanaman bisa rusak, pertumbuhannya terganggu, dan akhirnya mati. Jadi, ia termasuk salah satu hama yang cukup merugikan bagi para petani. Untungnya, ia bisa dibasmi dengan mudah menggunakan pestisida. 

4. Kumbang dock menyemprotkan zat kimia saat merasa terancam

kumbang dock
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Artikel di jurnal Entomological News menjelaskan kalau kumbang dock memiliki sebuah sebuah kantung bagian thorax. Kantung tersebut menyimpan zat kimia yang baunya menyengat dan bisa menyebabkan iritasi jika bersentuhan dengan kulit predator. Saat merasa terancam, kumbang dock mampu menyemprotkan zat kimia tersebut.

Individu jantan dan betina memiliki kandungan kandungan zat kimia yang berbeda. Zat kimia di individu jantan memiliki kandungan asam stearat yang melimpah. Di sisi lain, zat kimia di individu betina dipenuhi kandungan asam heksanoat. Namun, perbedaannya hanya dua asam tersebut. Secara umum, kandungan zat kimia yang lain cenderung serupa.

5. Kumbang dock punya tubuh datar yang berwarna cokelat

kumbang dock
kumbang dock (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

Dikutip NatureSpot, panjang rata-rata kumbang dock ada di kisaran 1,3-1,5 centimeter. Kumbang dock mampu berkamuflase dan bersembunyi dengan sempurna. Ia sering bertengger di dedaunan untuk makan. Tak jarang, hewan ini juga berdiam diri di batang, ranting, dan dahan. Karena kebiasaan dan ukurannya, hewan ini sulit terdeteksi oleh predator seperti burung, laba-laba, dan belalang sembah.

Badannya datar dan bentuk tubuhnya mirip perisai. Antenanya panjang, kakinya pendek, dan kepalanya kecil. Soal warna, dari kecil hingga dewasa hewan ini hanya punya dua variasi warna, yaitu hitam dan cokelat dengan bagian dalam abdomen yang berwarna merah. Warna tersebut makin membantu hewan ini untuk berkamuflase, khususnya di batang, ranting, dahan, dan bebatuan.

Itulah beberapa fakta unik dan menarik kumbang dock, serangga kecil yang bisa menyemprotkan zat kimia. Kehadirannya membuktikan bahwa serangga kecil sekalipun memiliki posisi tersendiri di alam. Sebagai manusia, kita harus bijak dalam menanggapi kehadiran serangga. Jika mengganggu, maka harus dikontrol. Sebaliknya, jika tidak mengganggu maka biarkan serangga hidup tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More