Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Bebek Sabit, Unggas Air Berwajah Hijau dengan Cara Kawin Unik
Bebek sabit (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)
  • Bebek sabit adalah unggas air asal Asia Timur dengan ciri khas bulu punggung melengkung seperti sabit dan perbedaan mencolok antara jantan berwarna hijau perunggu serta betina cokelat kusam.
  • Spesies ini berkembang biak di Siberia hingga Jepang utara, lalu bermigrasi ke wilayah selatan seperti China, Korea, dan Asia Tenggara saat musim dingin untuk mencari habitat yang lebih hangat.
  • IUCN menilai bebek sabit berstatus Hampir Terancam akibat perburuan dan hilangnya lahan basah, meski populasinya sekitar 87–100 ribu ekor masih relatif stabil berkat perlindungan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bebek sabit (Mareca falcata) merupakan salah satu jenis unggas air yang berasal dari kawasan Asia Timur. Bebek ini dikenal karena memiliki bulu punggung yang panjang dan melengkung menyerupai sabit pada jantan dewasa. Keunikan fisik tersebut membuat burung dari keluarga Anatidae ini menjadi perhatian para pengamat burung dan fotografer alam liar.

Di Indonesia, spesies ini dikenal dengan nama itik kepala-perunggu. Meskipun bukan satwa asli Indonesia, bebek sabit kadang-kadang terlihat di beberapa wilayah sebagai pengunjung langka saat musim migrasi. Saat ini, keberadaan bebek sabit menghadapi tantangan akibat aktivitas perburuan dan berkurangnya area lahan basah di sepanjang jalur migrasi mereka. Yuk, simak fakta lain tentang bebek sabit di bawah ini!

1. Perbedaan bentuk fisik jantan dan betina

Bebek sabit (commons.wikimedia.org/NasserHalaweh)

Bebek sabit memiliki perbedaan fisik yang jelas antara jantan dan betina, terutama pada musim kawin. Jantan dewasa memiliki tubuh abu-abu dengan pola garis halus, kepala besar berwarna hijau tua berkilau perunggu, tenggorokan putih, dan bulu sabit khas yang menjuntai di punggungnya hingga menyentuh air saat berenang.

Sebaliknya, betina dan jantan dalam fase gerhana memiliki warna cokelat kusam yang jauh lebih sederhana tanpa bulu sabit yang mencolok. Penampilan ini membuat betina sangat mirip dengan jenis itik kelabu (Mareca strepera), dengan rata-rata panjang tubuh sekitar 46–53 cm dan berat antara 422–770 gram.

2. Daerah asal dan tempat tinggal

Bebek sabit (commons.wikimedia.org/Amaury Laporte)

Bebek sabit merupakan jenis burung yang berkembang biak di wilayah Siberia tenggara, Mongolia, Timur Jauh Rusia, hingga Hokkaido di Jepang utara. Mereka biasanya memilih tinggal di danau air tawar, padang rumput basah, dan lembah sungai dekat hutan terbuka yang menyediakan banyak makanan serta tempat berlindung untuk bertelur.

Saat musim dingin tiba, bebek ini akan terbang berpindah ke wilayah yang lebih hangat di bagian selatan. Kelompok terbesar biasanya ditemukan di lembah Sungai Yangtze di China dan Semenanjung Korea, sementara kelompok kecil tersebar ke Jepang selatan, Taiwan, hingga beberapa negara di Asia Tenggara.

3. Cara mencari makan dan rute perjalanan musiman

Bebek sabit (commons.wikimedia.org/Forest Botial-Jarvis)

Sebagai kelompok bebek permukaan, bebek sabit mencari makan di perairan dangkal dengan cara menjulurkan kepala atau menunggingkan tubuhnya ke dalam air. Makanan utama mereka berupa bahan tumbuhan seperti biji-bijian, padi, akar, dan daun tanaman air, yang kadang ditambah dengan serangga kecil, siput, serta udang-udangan.

Burung ini melakukan perjalanan musiman penuh setiap tahun antara tempat berkembang biak di utara dan lokasi musim dingin di selatan. Saat tidak berada dalam musim kawin, bebek sabit memiliki sifat sangat sosial dan sering membentuk kelompok besar bersama jenis bebek lain seperti wigeon Eurasia.

4. Proses perkawinan dan cara berkembang biak

Bebek sabit (commons.wikimedia.org/Mike Prince)

Musim kawin bebek sabit terjadi dari Mei hingga awal Juli yang dimulai dengan gerakan ritual khas dari kedua induk untuk menarik pasangan. Bebek betina akan mengeluarkan suara panggilan tertentu, sedangkan bebek jantan akan membalas dengan gerakan meregangkan leher, bersiul, serta menunjukkan keindahan bulunya.

Pasangan bebek ini hanya setia pada satu pasangan selama satu musim reproduksi sebelum akhirnya berpisah. Betina akan membuat sarang di tanah dekat air yang tersembunyi di balik rumput, lalu bertelur sebanyak 6–10 butir dan mengeraminya sendiri selama 24–26 hari hingga menetas.

5. Status perlindungan dan ancaman kelestarian populasi

Bebek sabit (commons.wikimedia.org/Francis C. Franklin)

Badan konservasi dunia IUCN mengklasifikasikan bebek sabit dalam kategori Near Threatened (Hampir Terancam), meskipun beberapa lembaga mencatat statusnya berada di tingkat Least Concern (Berisiko Rendah). Perkiraan jumlah populasi globalnya saat ini berkisar antara 87 ribu hingga 100 ribu bebek sabit dewasa dengan kondisi yang cenderung stabil.

Meski demikian, penurunan jumlah populasi masih terjadi di beberapa wilayah China akibat aktivitas perburuan liar dan alih fungsi lahan basah menjadi kawasan pesisir. Untuk menjaga kelestariannya, bebek sabit kini telah dilindungi oleh berbagai perjanjian internasional dan menempati beberapa kawasan suaka margasatwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team