Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Hospice Comtesse, Rumah Sakit yang Kini Jadi Museum

5 Fakta Hospice Comtesse, Rumah Sakit yang Kini Jadi Museum
Hospice Comtesse di Lille, Prancis. (commons.wikimedia.org/Velvet)
Intinya Sih
  • Hospice Comtesse didirikan tahun 1237 oleh Jeanne de Constantinople sebagai rumah sakit amal bagi masyarakat Lille dan dikelola biarawati ordo Augustinian.
  • Bangunan ini berfungsi lebih dari 700 tahun, sempat menjadi panti jompo dan panti asuhan sebelum akhirnya berhenti beroperasi medis setelah Perang Dunia II.
  • Sejak 1962, kompleks ini berubah menjadi museum seni dan sejarah Lille yang menampilkan koleksi budaya Flandria serta arsitektur khas abad pertengahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lille biasanya dikenal sebagai kota modern yang sibuk di Prancis Utara. Tapi kalau kamu jalan-jalan ke kawasan kota tuanya, suasananya langsung terasa beda. Di sana ada bangunan kuno terkenal bernama Hospice Comtesse, alias Rumah Sakit Comtesse, yang sekarang sudah diubah menjadi museum seni dan sejarah. Tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin tahu gaya hidup masyarakat wilayah Flanders zaman dulu.

Menariknya, Hospice Comtesse awalnya adalah kompleks istana dari abad ke-13, lho. Meski sempat berkali-kali kena kebakaran dan melewati berbagai masa perang, bangunan ini tetap kokoh berdiri sampai sekarang. Yuk, kita lihat sejarah dan keunikannya!

1. Didirikan oleh seorang bangsawan perempuan

Jeanne de Constantinople, juga dikenal sebagai Joan dari Flanders, yang menjabat sebagai Countess Flanders dan Hainaut.
Jeanne de Constantinople, juga dikenal sebagai Joan dari Flanders, yang menjabat sebagai Countess Flanders dan Hainaut. (commons.wikimedia.org/Jeanne de Constantinople, countesse of Flanders and Hainaut (ca. 1200-1244) (depicted)/ https://libis-kul.primo.exlibrisgroup.com/discovery/collectionDiscovery?vid=32KUL_KUL:KULeuven&collectionId=81531994540001488&lang=en&sortItemsBy=date_a&query=any,contains,PA01254)

Hospice Comtesse didirikan pada tahun 1237 oleh Jeanne de Constantinople, seorang penguasa perempuan yang memimpin wilayah Flanders dan Hainaut. Karena peduli dengan sesama, ia mengubah area kompleks istana tempat tinggalnya sendiri di Lille menjadi rumah sakit untuk merawat orang sakit, kaum miskin, dan para peziarah yang sedang melintas. Biarawati dari ordo Augustinian kemudian ditunjuk untuk mengurus operasional harian dan merawat para pasien di sana.

Agar rumah sakit ini punya biaya operasional, Jeanne memberikan sumbangan yang sangat besar, termasuk menyerahkan kepemilikan pabrik-pabrik di Lille dan Wazemmes pada tahun 1243. Ia juga memberikan hak feodal atas pabrik-pabrik di wilayah sekitar Lille, sehingga rumah sakit mendapatkan pemasukan tetap dari dana masyarakat yang menggunakan pabrik tersebut. Hak istimewa ini terus berjalan dan didukung oleh penguasa-penguasa berikutnya, sampai akhirnya dihapus saat Revolusi Prancis pada tahun 1789.

2. Bertahan selama lebih dari 700 tahun

Tampilan belakang Hospice Comtesse di Lille, Prancis.
Tampilan belakang Hospice Comtesse di Lille, Prancis. (commons.wikimedia.org/Velvet)

Hospice Comtesse mencatat sejarah luar biasa karena berhasil berfungsi sebagai tempat perawatan selama lebih dari 700 tahun tanpa henti, tepatnya dari abad ke-13 sampai tahun 1939. Selama masa Revolusi Prancis, semua pasien yang sakit dipindahkan ke rumah sakit lain bernama Saint-Sauveur. Setelah momen itu, bangunan ini diubah fungsinya menjadi panti jompo untuk merawat orang lanjut usia.

Setelah Perang Dunia I selesai, tempat ini juga dijadikan panti asuhan yang dikenal dengan nama Bleuets. Namun, fungsi medis dan perawatan di kompleks bangunan kuno ini akhirnya benar-benar dihentikan total tidak lama setelah Perang Dunia II meletus.

3. Arsitektur khas flandria yang bangkit dari peristiwa kebakaran

Interior kapel di Musée de l'Hospice Comtesse.
Interior kapel di Musée de l'Hospice Comtesse. (commons.wikimedia.org/Zairon)

Kalau kamu melihat bangunan Hospice Comtesse sekarang, bagian depannya punya perpaduan warna yang unik banget dari batu bata merah, batu biasa, dan batu pasir. Gaya warna-warni khas arsitektur Flandria ini bikin tampilannya kelihatan cantik dan mencolok. Tapi sebenarnya, bangunan asli dari tahun 1237 sudah habis tak tersisa akibat dua kebakaran besar. Kebakaran pertama pada April 1468 menghancurkan seluruh bangunan, sehingga ruang perawatan dan area biarawati harus dibangun ulang secara bertahap sampai akhir abad ke-15.

Lalu pada Maret 1649, kebakaran kedua kembali melanda dan menghancurkan bagian kapel serta beberapa area biara. Setelah bencana itu, bangunan mulai diperbaiki lagi, termasuk menambah asrama biarawati, membangun kapel baru, hingga mendirikan deretan toko untuk disewakan kepada pedagang di sepanjang jalan. Renovasi terakhir untuk menutup halaman utama baru selesai pada tahun 1724, dan kompleks ini terus bertahan menjadi rumah sakit utama di Lille sampai akhir abad ke-18.

4. Beralih fungsi menjadi museum sejak 1962

Dapur di dalam Musée de l'Hospice Comtesse di Lille, Prancis.
Dapur di dalam Musée de l'Hospice Comtesse di Lille, Prancis. (commons.wikimedia.org/Wikicomtesse)

Sejak tahun 1962, kompleks bangunan bersejarah ini resmi dibuka untuk umum sebagai museum seni dan sejarah Kota Lille (Musée de l'Hospice Comtesse). Semua ruangan di lantai dasar sengaja ditata semirip mungkin dengan suasana rumah bangsawan atau borjuis Flandria zaman dulu agar terasa hangat dan hidup. Di dalam museum ini, kamu bisa melihat langsung berbagai macam koleksi keren yang menggambarkan perkembangan wilayah tersebut, mulai dari lukisan, permadani dinding, ukiran kayu, furnitur kuno, hingga barang-barang pecah belah yang estetik.

Salah satu yang paling menarik adalah bagian dapurnya yang dindingnya dilapisi ubin keramik khas Lille, lengkap dengan ruang penyimpanan makanan di sebelahnya. Selain itu, kamu juga bisa melihat ruang makan, apartemen pribadi kepala biarawati yang terdiri dari kantor, ruang ganti, dan ruang doa, hingga area apotek serta ruang khusus untuk menyimpan kain linen. Semuanya benar-benar bikin kita merasa seperti kembali ke masa lalu!

5. Bisa melihat perjalanan sejarah lille lewat karya seni

Karya seni berjudul La Procession de Lille yang dilukis oleh seniman Prancis François Watteau. Lukisan ini menggambarkan prosesi keagamaan besar yang melintasi Grand'Place di Lille.
Karya seni berjudul La Procession de Lille yang dilukis oleh seniman Prancis François Watteau. Lukisan ini menggambarkan prosesi keagamaan besar yang melintasi Grand'Place di Lille. (commons.wikimedia.org/François Watteau (Valenciennes, 1758 - Lille, 1823))

Pindah ke lantai atas, area yang dulunya merupakan asrama sekarang disulap menjadi ruang pameran keren. Di sini, kamu bisa melihat perjalanan sejarah Kota Lille lewat berbagai koleksi seni, seperti deretan foto potret Pangeran Flanders dan Adipati Burgundia. Nggak cuma itu, ada juga bola dunia dan peta langit langka buatan abad ke-17, serta lukisan ikonik berjudul "La Procession de Lille" karya François Watteau yang menggambarkan suasana kota masa lalu.

Setelah puas melihat-lihat bagian dalam, kamu bisa keluar ke area halaman untuk melihat taman tanaman obat kuno. Taman ini sebenarnya dibangun ulang pada tahun 1980-an untuk tujuan edukasi, dengan menanam sekitar 30 jenis tanaman herbal. Jenis tanaman yang ada di sana sengaja disamakan dengan tanaman obat yang dipakai oleh para biarawati untuk meracik obat herbal saat rumah sakit ini baru berdiri di abad ke-13 lalu.

Itulah kisah perjalanan Hospice Comtesse yang luar biasa, dari sebuah istana dan rumah sakit kuno hingga kini menjadi museum bersejarah. Sungguh mengagumkan melihat bagaimana bangunan ini bisa bertahan melewati ratusan tahun dan berbagai peristiwa besar demi terus memberikan manfaat bagi masyarakat Lille. Kalau kamu punya kesempatan berkunjung ke Prancis, pastikan untuk mampir dan merasakan langsung atmosfer masa lalunya yang unik di sini, ya! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More