Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Hujan Meteor Quadrantid, Bakal Sambut Tahun Baru 2024!

5 Fakta Hujan Meteor Quadrantid, Bakal Sambut Tahun Baru 2024!
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (unsplash.com/Justin Wolff)

Memasuki akhir Desember 2023, ada sebuah fenomena astronomi yang siap-siap menyambut Tahun Baru 2024, yaitu hujan meteor Quadrantid. Yap, setelah Geminid berakhir, Quadrantid akan menggantikannya untuk menghiasi langit Bumi mulai akhir Desember 2023 hingga awal Januari 2024. Sebagai salah satu hujan meteor spektakuler yang terjadi setiap tahun, Quadrantid tentu tidak boleh dilewatkan.

Dilansir Time and Date, puncak hujan meteor ini akan berlangsung pada tanggal 3—4 Januari 2024. Itu artinya, Quadrantid akan ikut menyambut Tahun Baru 2024. Sebelum siap-siap mengamatinya, yuk, simak beberapa faktanya berikut ini!

1. Hujan meteor Quadrantid mulai aktif pada akhir Desember

ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Siarhei Nester)
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Siarhei Nester)

Quadrantid merupakan hujan meteor yang aktif pada akhir Desember hingga awal Januari setiap tahunnya. Fenomena astronomi ini muncul setelah hujan meteor Geminid berakhir. Meski tak sepopuler Geminid, Quadrantid masuk ke dalam daftar hujan meteor dengan intensitas spektakuler, lho. 

Mengutip dari NASA, Quadrantid bisa memproduksi hingga 120 meteor per jam ketika mencapai fase puncak. Jumlah tersebut hampir setara dengan intensitas Geminid dan Perseid. Kendati demikian, jumlah meteor yang terlihat bisa tidak sesuai dengan prediksi lantaran ada beberapa faktor yang memengaruhi, seperti cuaca, polusi cahaya, dan fase bulan.

2. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 3 hingga 4 Januari

ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Péter Kövesi
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Péter Kövesi

Aktif di sepanjang akhir Desember hingga awal Januari, Quadrantid akan mencapai puncaknya pada tanggal 3—4 Januari 2024. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Quadrantid bisa memproduksi hingga 120 meteor per jam ketika memasuki fase puncak. Hal tersebut bisa kamu dapat apabila langit cerah dan minim polusi cahaya.

Dilansir Earth Sky, pada puncak Quadrantid nanti, bulan akan berada pada fase kuartal akhir atau tampak separuhnya. Apabila langit cerah, pengamat diperkirakan bisa mendapat puluhan meteor setiap jamnya.

3. Berasal dari serpihan asteroid 2003 EH1

ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Oksana Shchegolkova)
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Oksana Shchegolkova)

Tak seperti kebanyakan hujan meteor lain yang berasal dari serpihan komet, induk dari Quadrantid adalah asteroid 2003 EH1. Menurut keterangan dari NASA, 2003 EH1 adalah asteroid yang membutuhkan waktu 5,52 tahun untuk sekali mengitari matahari. Ketika bumi berada di jalur yang pernah dilintasi 2003 EH1, serpihan asteroid tersebut akan masuk ke atmosfer bumi dan menjadi hujan meteor Quadrantid. 

4. Waktu terbaik untuk mengamati Quadrantid adalah pada dini hari

ilustrasi hujan meteor Quadrantid (unsplash.com/Tansos Mansour)
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (unsplash.com/Tansos Mansour)

Quadrantid merupakan hujan meteor dengan fase puncak yang terbilang singkat, yaitu 6 jam. Waktu terbaik untuk mengamati peristiwa astronomi ini adalah dari tengah malam hingga dini hari. Adapun beberapa tips untuk mengamati hujan meteor ini di antaranya:

  • Pastikan lokasi pengamatan minim polusi cahaya dan gelap
  • Pastikan langit atau cuaca cerah ketika akan melakukan pengamatan
  • Siapkan alat bantu seperti teleskop untuk mengamati lebih detail
  • Tak perlu merekamnya karena hujan meteor ini akan sulit tertangkap lensa kamera

5. Namanya berasal dari konstelasi bintang yang sudah tidak ada

ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Pavel Polyakov)
ilustrasi hujan meteor Quadrantid (pexels.com/Pavel Polyakov)

Fakta paling menariknya, nama "Quadrantid" diambil dari konstelasi bintang yang sudah lama tidak ada, yaitu Quadrans Muralis. Persatuan Astronomi Internasional (IAU) tidak memasukkan Quadran Muralis ke daftar konstelasi bintang yang dibuat pada tahun 1922. Kendati demikian, kini Quadrantid dikaitkan dengan konstelasi Bootes. Pasalnya, titik munculnya hujan meteor tersebut berada di konstelasi Bootes.

Mengutip dari NASA, Quadrantid dikenal sebagai meteor dengan bola api atau rentetan cahayanya yang terang. Oleh sebab itu, hujan meteor ini masuk ke dalam salah satu fenomena astronomi spektakuler yang terjadi setiap tahunnya. Apabila kamu tertarik untuk mengamati Quadrantid, nantikan di tanggal 3 hingga 4 Januari 2024 mendatang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiara Ananda
EditorMutiara Ananda
Follow Us

Latest in Science

See More

4 Perubahan Sikap yang Terlihat pada Anjing Tua, Berikan Perawatan!

05 Apr 2026, 20:15 WIBScience