6 Fakta Menarik Capung, Benarkah Lebih Jago Berburu dari Singa?

- Capung merupakan serangga purba yang telah hidup lebih dari 300 juta tahun, dengan nenek moyangnya berukuran raksasa akibat kadar oksigen tinggi di masa Paleozoikum.
- Dengan tingkat keberhasilan berburu mencapai 97%, capung dinobatkan sebagai predator paling efisien, melampaui singa dan elang dalam strategi perburuan mangsa.
- Capung memiliki penglihatan hampir 360 derajat, empat sayap independen untuk manuver ekstrem, serta kemampuan migrasi hingga 18.000 kilometer melintasi lautan dan benua.
Bayangkan, seekor hewan yang seukuran jari telunjuk dibandingkan dengan predator kelas kakap, yakni singa si raja hutan. Terdengar tidak masuk akal, namun dunia hewan selalu punya hal-hal unik diluar nalar manusia.
Capung yang lebih kecil, rupanya jauh kebih unggul dibandingkan singa dalam urusan berburu makanan. Tidak hanya itu, capung juga memiliki banyak keunggulan yang luar biasa, mulai dari struktur mata dan sayap yang menakjubkan, hingga metode perburuan dan migrasi yang tak kalah seru. Berikut adalah 6 fakta menarik seputar capung!
1. Hewan tertua di bumi

Capung merupakan serangga purba. Di mana fosil capung ini menunjukkan bahwa nenek moyangnya telah hidup dan terbang di bumi lebih dari 300 juta tahun lalu. Pada capung modern, rentang sayapnya sekitar 5 inci. Tetapi, salah satu kerabat awal capung dalam catatan fosil, yang dikenal dengan Meganeuropis permiana, tercatat bahwa fosil ini memiliki rentang sayap lebih dari dua kaki.
Diketahui adanya kadar oksigen yang tinggi di atmosfer pada zaman Paloezoikum memungkinkan nenek moyang capung tumbuh hingga ukuran raksasa.
2. Predator hebat yang melebihi singa

Selama berburu makanan, capung memanfaatkan penglihatan dan kelincahan mereka dengan baik. Capung mampu mengenali mangsa yang bergerak di tempat ramai dan memprediksi kemana perginya mangsa tersebut.
Saat perburuan dimulai, capung terus mengawasi mangsanya. Sepasang mata yang besar itu tak lepas memantau tiap gerak gerik mangsanya. Ketika capung memutar tubuhnya untuk bermanuver di udara selama pengejaran, ia memutar kepalanya berlawanan arah demi memastikan target tetap sejajar dengan area mata dengan fokus yang sangat tajam. Penuh kehati-hatian.
Kecerdasan capung dalam urusan berburu tidak usah diragukan lagi. Mereka bahkan memanfaatkan titik buta mangsanya dengan menyergap dari belakang dan bawah. Ketika jaraknya sudah dekat, kaki capung yang panjang bergerak dengan cepat seperti jaring, mengayunkannya ke depan dan ke atas untuk menangkap mangsanya.
Capung dewasa lebih sering berburu serangga bersayap, seperti lalat, lebah, kumbang, kupu-kupu, dan capung lainnya. Bahkan, beberapa capung mampu menangkap dan memakan burung kecil.
Dilansir Natural History Museum, capung dinobatkan sebagai hewan dengan strategi berburu paling sukses, dengan tingkat keberhasilan hingga 97%. Wah, sungguh angka yang sempurna bagi hewan berukuran kecil ini!
Sangat mengesankan, bahkan strategi berburu capung pun sempat dibandingkan dengan predator tangguh lainnya seperti singa dan elang.
Diketahui, elang peregrine yang merupakan burung tercepat di dunia karena kemampuannya menukik dengan kecepatan 320 kilometer per jam demi mendapatkan mangsanya. Namun, adanya penelitian menunjukkan bahwa burung ini hanya berhasil sekitar 47%.
Sementara itu, singa si raja hutan yang terkenal ganas dan kejam dalam urusan berburu, hanya memiliki keberhasilan 25% meskipun memiliki gigi dan cakar yang sangat tajam.
3. Sayapnya terlihat transparan

Saat terbang capung terlihat begitu mengesankan dengan mengepakkan kedua sayapnya, di mana sayap ini masing-masing digerakkan oleh otot terbang yang kuat.
Ketika terbang sayapnya terlihat buram, namun saat istirahat sepasang sayapnya terlihat transparan. Permukaan sayap capung terdiri dari jaringan pembuluh darah. Jaringan ini berisi hemolimfa, yakni cairan yang setara dengan darah pada serangga.
Jika diamati, bagian sayapnya juga terdapat bercak kecil berwarna gelap, tepatnya berada di ujung sayap. Bercak ini disebut pterostigma yang membantu meningkatkan kecepatan meluncur dan mengurangi getaran pada sayap.
4. Matanya bisa melihat ke segala arah

Pernahkah kamu hendak mendekati capung, namun baru satu langkah bergerak mereka sudah terbang menjauh? Respon capung yang sulit ditangkap ini didukung penglihatannya yang luar biasa.
Capung memang tidak bisa mendengar dan indra penciumannya pun terbatas. Tetapi sepasang mata besar bekerja lebih dari dua indra tersebut. Begitu pun dengan otaknya yang berukuran sangat kecil, namun setidaknya capung mampu memproses sekitar 200 gambar per detik.
Kepala capung terdiri dari dua mata majemuk yang berbentuk seperti kacamata. Mata ini sangat besar sehingga bertemu di tengah bagian atas kepala. Hal ini sangat menguntungkan bagi capung karena dapat melihat hampir 360 derajat.
Jika diperhatikan lebih dalam, kamu akan menemukan mata capung yang terdiri dari mosaik dari unit yang disebut ommatidia. Setiap ommatidium mengarah ke arah yang sedikit berbeda dan berisi lensa kecil. Bisa dibilang capung memiliki sekitar 30.000 lensa per mata.
Capung juga memiliki tiga mata sederhana yang kecil dan sensitif, atau ocelli, di bagian depan kepalanya. Masing-masing mata ini memiliki satu lensa. Ocelli ini membantu capung menjaga keseimbangan saat terbang. Beberapa spesies capung bahkan dapat mendeteksi cahaya ultraviolet terpolarisasi.
5. Capung bisa terbang mundur

Keunggulan capung dalam terbang didukung oleh empat sayap yang dapat bergerak secara independen. Kelebihan ini memungkinkan capung untuk melayang di udara, terbang mundur, bergerak ke samping, dan melakukan manuver cepat.
Capung juga dapat terbang lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih cepat daripada serangga lainnya. Capung memiringkan tubuhnya ke atas untuk terbang mundur, sehingga posisinya terlihat vertikal, bukan horizontal.
6. Kemampuan migrasi jarak jauh

Dilansir Science.org, seekor capung kecil dengan panjang 4 sentimeter yang terbang melintasi lautan dan benua umumnya dikenal sebagai 'pebgembara bersayap'. Capung ini adalah spesies Pantala flavescens yang dapat melakukan migrasi sejauh 14.000 hingga 18.000 kilometer demi mencari kolam dengan air bersih untuk bertelur.
Mereka mampu melakukan perjalanan sangat jauh berkat luas permukaan sayap yang lebih besar, yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan angin yang bertiup. Seringkali pada ketinggian lebih dari 1000 km, sembari memakan plankton dan serangga yang berterbangan di udara.
Demikian 6 fakta menarik seputar capung. Meskipun memiliki tubuh kecil, namun capung memiliki banyak keunggulan yang belum tentu hewan lain miliki. Mulai dari indra penglihatan yang luar biasa tajam, metode berburu, dan kemampuan migrasi sangat jauh.


















