5 Fakta Ilmiah Katak Emas, Terancam oleh Kerusakan Habitat

- Katak emas atau Indosylvirana aurantiaca memiliki tubuh ramping berwarna emas kekuningan dengan ukuran jantan sekitar 3–5 cm dan betina hingga 6,2 cm.
- Spesies ini hidup di wilayah Western Ghats, India, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.400 mdpl, serta sering ditemukan di area lembap seperti sungai dan hutan.
- Menurut IUCN Red List, katak emas berstatus rentan akibat kerusakan habitat, urbanisasi, dan polusi, sehingga kini menjadi satwa yang dilindungi oleh Pemerintah India.
Di benua Asia katak menjadi hewan yang sangat dekat dengan manusia. Amfibi berukuran kecil tersebut kerap melompat, bertengger di pohon, bahkan berenang bebas di sungai. Spesies katak di Asia juga ada banyak dan salah satunya adalah Indosylvirana aurantiaca atau katak emas.
Keunikan katak emas tak hanya tercermin dari warnanya, tapi juga terlihat dari penyebaran, habitat, dan populasinya di alam liar. Selain itu, katak ini memiliki taksonomi yang sangat menarik untuk diulik karena punya sejarah yang cukup panjang. Mau tahu apa saja keunikannya? Yuk, cari tahu lewat berbagai fakta ilmiah katak emas di bawah ini.
1. Badannya ramping dan berwarna emas

Seperti namanya, katak emas memiliki badan yang berwarna emas, tepatnya emas kekuningan. Warna cokelat tua juga nampak di bagian samping tubuhnya. Ada juga corak garis yang memisahkan antara warna cokelat dan kuning. Individu jantan punya tubuh sepanjang 3 sampai 5 centimeter. Di sisi lain, individu betina sedikit lebih besar dengan panjang maksimal 6.2 centimeter. Layaknya spesies lain, katak emas punya tubuh yang licin, badannya ramping, dan ia punya kaki panjang yang sangat ideal untuk melompat.
2. Katak emas hidup di dataran rendah hingga tinggi

Dilansir American Museum of Natural History, katak emas hanya bisa ditemukan di wilayah Western Ghats, India. Secara spesifik, katak ini menghuni Distrik Thiruvananthapuram dan Kollam di Negara Bagian Kerala. Meski begitu, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa katak ini juga bisa ditemukan di Sri Lanka. Habitatnya sangat beragam, mulai dari dataran rendah setinggi 200 mdpl hingga dataran tinggi dengan elevasi mencapai 1,400 mdpl. Ia juga sangat adaptif karena bisa hidup di berbagai tempat, entah itu alam liar atau area yang dekat dengan pemukiman.
3. Hewan arboreal yang sering ditemukan di area lembap

Katak emas sebenarnya merupakan hewan arboreal yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Menariknya, laman Animalia menerangkan bahwa amfibi ini kerap terlihat di area lembap seperti sungai, danau, hingga kolam. Hutan lebat, kebun bambu, dan sawah juga menjadi "tempat ngongkrong" kesukaannya. Di banyak kesempatan katak emas sering terlihat menempel di pepohonan, bertengger di bebatuan, berdiam diri di lantai hutan, bahkan mengawasi mangsa di atas air. Jika merasa terancam katak ini juga bisa berenang dan menyelam ke dalam air.
4. Katak emas dideskripsikan pada 1904

Dikutip iNaturalist, katak emas dideskripsikan pada 1904 oleh seorang ahli zoologi berkebangsaan Inggris-Belgia bernama George Albert Boulenger. Nama pertama yang diberikan kepada katak ini adalah Rana aurantiaca. Kemudian, beberapa penelitian memidahkannya ke genus lebih seperti Hylorana, Hylarana, and Sylvira. Barulah pada 2015 ia dimasukan ke genus Indosylvirana dan klasifikasi tersebut bertahan hingga hari ini. Selain katak emas, ada beberapa spesies lain dari genus Hylarana yang klasifikasinya juga dipindah ke genus Indosylvirana.
5. Eksistensi katak emas terancam oleh kerusakan habitat

Berdasarkan data dari IUCN Red List, katak emas masuk ke kategori vulnerable (rentan). Artinya, ia rentan mengalami kepunahan dalam waktu dekat. Populasinya juga terus menurun dan hingga kini tak ada yang tahu ada berapa ekor katak yang masih hidup di alam liar. Ada beberapa faktor yang mengancam populasi katak emas, seperti kerusakan habitat, urbanisasi, aktivitas manusia, polusi, dan aktivitas perkebunan. Untungnya, Pemerintah India paham akan hal itu sehingga menjadikan katak emas sebagai hewan yang dilindungi.
Dari berbagai fakta ilmiah katak emas tersebut kamu bisa memetik beberapa hal, yaitu katak emas terancam oleh manusia, kehidupannya penuh dengan tantangan, dan ia terus beradaptasi di tengah keadaan dunia yang terus berubah. Jika tak ada upaya serius, ada kemungkinan kalau katak emas bisa musnah di masa depan. Untuk itu, upaya konservasi harus segera dilakukan oleh berbagai pihak.


















