Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Istana Beylerbeyi, Saksi Keruntuhan Kekaisaran Ottoman
Istana Beylerbeyi, Turki (pexels.com/Beyza Erdem)
  • Istana Beylerbeyi dibangun antara 1861–1865 atas perintah Sultan Abdulaziz sebagai kediaman musim panas dan tempat menjamu tamu negara di tepi Selat Bosphorus, Istanbul.
  • Arsitek Agop dan Sarkis Balyan merancang istana bergaya perpaduan Barat-Timur dengan 26 kamar dan 6 aula besar, menampilkan dekorasi maritim sesuai minat Sultan Abdulaziz.
  • Setelah menjadi tempat pengasingan Sultan Abdulhamid II, Istana Beylerbeyi kini berfungsi sebagai museum sejarah nasional yang merekam transisi akhir Kekaisaran Ottoman menuju era modern Turki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sisi Asia kota Istanbul, Turki, menyimpan sebuah bangunan megah dari abad ke-19 yang menjadi bagian akhir dari riwayat dinasti Ottoman. Istana Beylerbeyi berdiri tepat di tepi Selat Bosphorus sebagai kediaman musim panas sekaligus tempat penerimaan tamu agung negara dari berbagai belahan dunia. Kompleks bangunan ini merekam momen-momen krusial saat kekuasaan sultan mulai melemah hingga runtuhnya sistem kekaisaran di tanah Turki.

Arsitektur bangunan yang berada di bawah Jembatan Bosphorus ini menyimpan banyak detail mengenai perubahan gaya hidup keluarga istana pada masa senja kekuasaan mereka. Melalui rancangan interior, fungsi ruang, hingga peristiwa politik penting di dalamnya, tempat ini menjadi bagian dari narasi transisi politik Turki ke era modern. Yuk, kita kupas tuntas lima fakta penuh sejarah dari Istana Beylerbeyi yang wajib kamu ketahui berikut ini!

1. Fungsi khusus peristirahatan musim panas kekaisaran

Istana Beylerbeyi, Turki (commons.wikimedia.org/Eusebius)

Sultan Abdulaziz memerintahkan pembangunan kompleks istana ini untuk menggantikan struktur bangunan kayu lama milik Sultan Mahmud II yang hangus terbakar pada tahun 1851. Dilansir laman Beylerbeyi Palace, Istana Beylerbeyi dibangun antara tahun 1861 hingga 1865 untuk berfungsi sebagai rumah peristirahatan musim panas bagi sultan. Lokasinya yang berada di tepi pantai wilayah Uskudar sengaja dipilih demi mendapatkan suasana yang lebih tenang dan sejuk selama bulan-bulan bercuaca panas.

Selain kegunaan domestik bagi internal keluarga kerajaan, kompleks ini juga mengemban tugas resmi untuk menyambut kunjungan para kepala negara asing. Pihak kekaisaran membutuhkan sebuah akomodasi mewah yang representatif di luar istana utama untuk menjamu para pemimpin dari berbagai penjuru dunia. Perubahan status dari sekadar rumah kayu biasa menjadi istana marmer putih bertingkat tiga ini menandai ambisi besar dinasti Ottoman dalam memperbarui fasilitas diplomatik mereka.

2. Struktur bangunan perpaduan arsitektur barat timur

Istana Beylerbeyi, Turki (commons.wikimedia.org/Edal Anton Lefterov)

Perwujudan fisik dari bangunan marmer putih tersebut diserahkan pengelolaannya kepada kelompok arsitek lokal yang sangat berpengaruh di lingkungan istana. Masih dari laman Beylerbeyi Palace, Istana Beylerbeyi dirancang oleh arsitek Agop Balyan bersama Sarkis Balyan dengan menggabungkan gaya neoklasik Eropa Barat serta prinsip rumah tradisional Turki. Fasad luar istana memperlihatkan pengaruh gaya Baroque dan Rococo melalui pilar-pilar marmer yang megah, sementara bagian dalamnya mempertahankan tata ruang timur tengah.

Pembagian interior istana ini tetap menggunakan sistem sofa atau aula pusat yang dikelilingi oleh kamar-kamar di setiap sudutnya. Kompleks ini secara keseluruhan mencakup 26 kamar kecil dan 6 aula besar yang dekorasinya disesuaikan dengan permintaan khusus dari Sultan Abdulaziz. Salah satu karakteristik yang menonjol adalah adanya ukiran motif maritim serta jangkar kapal di bagian langit-langit karena sang sultan memiliki ketertarikan tinggi terhadap perkembangan armada angkatan laut.

3. Catatan kunjungan diplomatik permaisuri Prancis

Istana Beylerbeyi, Turki (commons.wikimedia.org/Dosseman)

Fasilitas mewah serta desain interior yang unik tersebut langsung memikat perhatian para pemimpin dunia yang datang berkunjung pasca proses pembangunan selesai. Dilansir laman History Hit, Permaisuri Eugenie dari Prancis mendatangi Istana Beylerbeyi pada tahun 1869 di tengah perjalanan resminya menuju acara pembukaan Terusan Suez. Sang permaisuri mengagumi keindahan arsitektur kamar tamu yang ia tempati selama berada di kawasan UskUdar tersebut.

Rasa kagum terhadap desain bangunan ini membuat Permaisuri Eugenie memesan replika khusus dari bentuk jendela kamar istana tersebut untuk dipasang di kamar tidur pribadinya di Istana Tuileries, Paris. Setelah kunjungan tersebut, berbagai penguasa dunia seperti Kaisar Franz Joseph dari Austria, Naser al-Din Shah dari Iran, hingga Duke dan Duchess of Windsor juga tercatat pernah menginap di sini. Aktivitas penerimaan tamu internasional yang padat ini membuat istana menjadi pusat perhatian diplomatik di sepanjang Selat Bosphorus.

4. Saksi bisu keruntuhan kekaisaran Ottoman

Istana Beylerbeyi, Turki (commons.wikimedia.org/Dosseman)

Fungsi istana sebagai tempat penyambutan tamu agung mulai berubah ketika kondisi internal Kekaisaran Ottoman mengalami guncangan besar pada awal abad ke-20. Salah satu tokoh penting yang pernah menempati bangunan ini pada masa akhir kekaisaran adalah Sultan Abdulhamid II, penerus generasi Ottoman setelah era Sultan Abdulaziz. Masih dari laman History Hit, Abdulhamid II menghabiskan enam tahun terakhir masa hidupnya sebagai tahanan rumah di dalam Istana Beylerbeyi setelah dilengserkan dari takhta pada tahun 1909.

Selama berada di dalam istana, aktivitas harian mantan sultan dibatasi secara ketat dan berada di bawah pengawasan pasukan militer. Ia memanfaatkan waktu luangnya di dalam kamar untuk menulis memoar pribadi mengenai masa-masa kepemimpinannya sebelum wafat pada Februari 1918. Peristiwa wafatnya sang mantan penguasa di dalam kompleks ini terjadi hanya beberapa tahun sebelum sistem Kekaisaran Ottoman resmi dibubarkan secara total.

5. Perubahan status menjadi museum sejarah nasional

Istana Beylerbeyi, Turki (commons.wikimedia.org/Dosseman)

Setelah sistem Kekaisaran Ottoman runtuh, pemerintah Republik Turki mengambil alih berbagai aset milik dinasti Ottoman dan mengubah fungsi pemanfaatannya. Dilansir laman Istanbul Tourist Pass, Istana Beylerbeyi saat ini beroperasi sebagai museum sejarah yang dibuka untuk kunjungan masyarakat umum dari hari Selasa hingga Minggu. Pengunjung yang datang diwajibkan mematuhi aturan perawatan gedung, seperti menggunakan pelindung sepatu plastik khusus dan dilarang mengambil gambar di dalam ruangan.

Di dalam area utama museum, publik dapat melihat langsung puluhan kamar yang menghadap ke arah jembatan, lampu gantung kristal Baccarat, serta kolam air mancur dalam ruangan. Keberadaan kolam air di dalam aula tengah ini dahulu berfungsi sebagai pendingin suhu alami sekaligus peredam suara obrolan agar tidak terdengar ke luar ruangan. Area taman dan paviliun di sekeliling istana juga dirawat sesuai bentuk aslinya sebagai sarana edukasi sejarah bagi para wisatawan yang menyeberang ke sisi Asia.

Beylerbeyi Palace menyimpan berbagai catatan penting dari masa akhir Kekaisaran Ottoman. Perubahan fungsinya dari istana kekaisaran menjadi museum membuat jejak sejarah di dalamnya masih dapat dilihat hingga sekarang. Arsitektur bangunan, interior, dan kisah para penghuni istana menjadikan tempat ini tetap menarik untuk dipelajari sebagai bagian dari sejarah Ottoman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article