5 Fakta Keren Ular Hijau Halus, Melumpuhkan Serangga dengan Lilitan

- Ular hijau halus punya tubuh berwarna hijau untuk berkamuflase
- Serangga dan invertebrata merupakan makanannya
- Ular hijau halus bertelur di lubang tikus
Tak selamanya ular menjadi momok yang menyeramkan bagi manusia. Di berbagai belahan dunia, ada banyak ular mungil dan tidak berbisa yang hidup tanpa mengancam nyawa manusia. Salah satunya adalah Opheodrys vernalis atau ular hijau halus, spesies berwarna hijau yang ahli berkamuflase. Ia menghuni semak-semak dan vegetasi rapat, khususnya di wilayah Amerika Utara.
Bukan ular berbisa, ia menangkap mangsa dengan lilitan kuat. Tak mencari tikus atau burung, ular hijau halus lebih suka memakan hewan kecil seperti serangga. Jangankan membahayakan manusia, bahkan ular hijau halus sangat jarang menggigit dan gigitannya sama sekali tidak menyakitkan. Inilah berbagai fakta keren ular hijau halus yang membuktikan bahwa ia sama sekali tidak berbahaya.
1. Ular hijau halus punya tubuh berwarna hijau untuk berkamuflase

Ular ini merupakan spesies berukuran kecil dengan panjang maksimal 51 centimeter. Badannya tergolong ramping, kepalanya membulat, serta sisiknya besar nan halus, serupa dengan namanya. Dilansir Animalia, warna hijau yang menyeluruh di tubuh dan sisiknya digunakan untuk berkamuflase, khususnya di semak-semak, rerumputan, dan vegetasi rapat. Kamuflase merupakan satu-satunya strategi pertahanan ular ini. Pasalnya, ia tak memiliki bisa mematikan, gigitan menyakitkan, atau lilitan yang mampu membunuh predator.
2. Serangga dan invertebrata merupakan makanannya

Laman A-Z Animals menjelaskan bahwa ular hijau halus merupakan insektivor atau pemakan serangga. Di alam liar makanan utamanya mencakup belalang, jangkrik, kumbang, dan kelabang. Di penangkaran sendiri makanannya agak berbeda karena terdiri atas serangga dan hewan bertubuh lunak seperti cacing. Ular ini tidak berbisa dan gigitannya tak seberapa kuat. Jadi ia mengandalkan lilitan untuk melumpuhkan mangsa. Saat mangsa mendekat, reptil ini akan menerkam dan dengan cepat melilit mangsanya hingga tak sadarkan diri.
3. Ular hijau halus bertelur di lubang tikus

Layaknya spesies lain, ular hijau halus merupakan hewan yang bereproduksi dengan cara bertelur (ovipar). Dilansir Animal Diversity Web, ular ini bisa menghasilkan 3-13 clutch telur. Masa inkubasi telurnya tak terlalu lama, yaitu sekitar 4-30 hari tergantung kondisi lingkungan. Saat bertelur ular hijau halus akan menaruh telurnya di tempat yang gelap, sempit, dan terlindungi. Salah satu tempat favoritnya adalah lubang bekas galian tikus. Namun, tempat lain seperti semak-semak, sela-sela tanaman yang membusuk, dan tumpukan kayu juga bisa menjadi area sempurna bagi inkubasi telurnya.
4. Sangat aktif saat suhu lingkungan hangat

Kebiasaan ular hijau halus sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Laman iNaturalist menjelaskan bahwa hewan ini akan sangat aktif saat suhu lingkungan menjadi hangat. Jadi ia akan berkelana, beraktivitas, dan mencari makanan di siang dan malam hari. Sebaliknya saat suhu lingkungan turun aktivitasnya menjadi cukup terbatas. Saat suhu menjadi ekstrem di musim dingin, bahkan ia akan melakukan hibernasi. Umumnya ular hijau halus akan melakukan hibernasi secara berkelompok di lubang bekas tikus atau semut.
5. Reptil ini punya penyebaran yang tidak merata

Dilansir The Reptile Database, ular hijau halus menghuni wilayah Amerika Utara dan tengah. Namun, persebarannya tak terlalu merata dan tidak terpusat di satu daerah. Penyebarannya yang paling utara mencakup daerah Saskatchewan di Kanada yang dingin. Agak ke tengah dan tenggara, ia bisa ditemukan di Florida, Wyoming, dan Colorado. Turun ke selatan, reptil ini juga menghuni New Mexico, Texas dan area Chihuahua di Meksiko. Habitatnya sendiri tak jauh-jauh dari hutan, semak-semak, savana, rerumputan, dan area lembap.
Semua fakta keren ular hijau halus membuktikan bahwa ia merupakan spesies yang tidak berbahaya. Jauh dari kata berbahaya, hewan tersebut justru termasuk spesies yang menarik dengan segala keunikan yang ia miliki. Setelah diulik ia memang berbeda dari spesies ular lain, tetapi hal itulah yang membuat ular ini tak bisa diremehkan. Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga eksistensinya.


















