5 Fakta Unik Gouldian Finch, Burung dengan Warna Tubuh Mirip Pelangi

- Gouldian Finch hanya menggunakan mata kanan untuk memilih pasangan hidup berdasarkan warna kepala yang serasi.
- Warna kepala burung ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup anak-anak mereka di masa depan.
- Warna bulu Gouldian Finch berasal dari pigmen karotenoid dalam makanannya dan tingkat kecerahan warnanya menunjukkan kesehatan fisiknya.
Gouldian Finch (Erythrura gouldiae) punya tampilan yang bikin mata langsung melirik karena tabrakan warna bulunya sangat kontras. Burung asal Australia ini memang sering disebut sebagai pelangi hidup karena punya gradasi warna yang terlihat sangat mencolok dan tidak biasa untuk ukuran satwa liar.
Pesona aslinya bisa dilihat dari kombinasi warna hijau, kuning, biru, sampai ungu yang menempel rapi di tubuh mungilnya. Selain cantik buat dilihat, burung ini punya sisi biologis yang sangat unik dan jarang orang tahu kalau tidak memperhatikan detail kehidupannya di alam bebas yang penuh tantangan, jadi mari kita ulas satu per satu keunikannya di bawah ini!
1. Menentukan standar kecantikan pasangan hanya lewat mata kanan

Gouldian Finch punya cara yang sangat spesifik dan unik saat mereka harus memilih pasangan hidup di tengah koloni yang ramai. Dilansir laman National Geographic, burung ini ternyata hanya menggunakan mata bagian kanan untuk menilai apakah calon pasangannya punya warna kepala yang serasi atau tidak.
Sistem penglihatan mereka terhubung langsung ke otak kiri yang bertugas memproses informasi penting soal seleksi pasangan yang tepat. Kalau mata kanannya tertutup, burung ini mendadak kehilangan selera pemilihnya dan jadi lebih sembarangan saat mendekati lawan jenis tanpa peduli warna kepalanya cocok atau tidak.
2. Memilih warna kepala yang sama demi kualitas keturunan

Warna kepala pada burung ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup anak-anak mereka di masa depan. Masih dari laman National Geographic, burung berkepala merah dan hitam sebisa mungkin menghindari perkawinan silang karena adanya ketidakcocokan genetik yang bisa membuat anak mereka lahir dalam kondisi lemah atau mandul.
Perbedaan genetik ini saking kuatnya sampai para ahli menganggap kedua jenis warna kepala ini sedang dalam proses berevolusi menjadi dua spesies yang berbeda. Maka dari itu, penggunaan mata kanan sangat krusial agar mereka tidak salah pilih dan tetap mendapatkan pasangan dengan warna kepala yang identik demi keturunan yang kuat.
3. Warna bulu berasal dari apa yang mereka makan

Warna-warni mencolok pada tubuh burung ini ternyata punya asal-usul yang berbeda tergantung dari jenis sel dan asupan nutrisinya. Dilansir laman California Academy of Sciences, warna merah dan kuning pada bulu mereka didapatkan dari pigmen karotenoid yang ada di dalam biji-bijian rumput seperti sorgum yang mereka makan sehari-hari.
Pigmen tersebut diserap oleh jaringan lemak dan muncul pada bulu, sementara warna biru tercipta karena pantulan cahaya melalui struktur mikro pada helai bulu mereka. Kombinasi antara nutrisi makanan dan struktur fisik bulu inilah yang menciptakan tampilan hijau dan ungu yang sangat memanjakan mata siapa pun yang melihatnya.
4. Tingkat kecerahan warna sebagai tanda kesehatan

Kecerahan warna pada tubuh Gouldian Finch juga menjadi cara mereka memamerkan kondisi fisik yang bugar. Masih dari laman California Academy of Sciences, burung jantan biasanya punya warna yang jauh lebih cerah dibanding betina sebagai bukti bahwa mereka sangat ahli dalam mencari sumber makanan yang bergizi.
Burung yang punya pola makan paling kaya nutrisi akan memiliki bulu yang sangat mengkilap dan tajam warnanya, sehingga peluang mereka untuk dilirik pasangan jauh lebih besar. Sebaliknya, burung dengan bulu kusam memberikan sinyal bahwa kondisi kesehatan atau kemampuan bertahan hidupnya sedang tidak maksimal.
5. Populasinya di alam liar terancam oleh berbagai faktor eksternal

Keberadaan burung pelangi ini di habitat aslinya semakin terjepit karena perubahan lingkungan yang terjadi sangat cepat di Australia Utara. Masih dari laman California Academy of Sciences, jumlah mereka di alam liar kini tinggal kurang dari 3.000 ekor akibat maraknya kebakaran hutan, penggembalaan ternak, hingga gangguan dari spesies pendatang.
Dulu mereka tersebar luas di berbagai wilayah, namun sekarang populasi terbesarnya hanya bisa ditemukan di area terpencil seperti wilayah Kimberley di Australia Barat. Tekanan lingkungan ini membuat status mereka masuk dalam daftar spesies yang terancam punah dan membutuhkan perhatian serius agar tidak hilang selamanya dari alam bebas.
Gouldian Finch memang spesies yang luar biasa karena punya perpaduan antara kecantikan warna yang estetik dan sistem biologis yang sangat bergantung pada kondisi alam sekitarnya, sehingga keberlangsungan hidup spesies ini tak bisa dilepaskan dari keseimbangan lingkungan tempat hidupnya.

















