Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hewan yang Mampu Hidup di Lingkungan Minim Cahaya

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Amr Miqdadi)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Amr Miqdadi)
Intinya sih...
  • Kelelawar menggunakan sistem ekolokasi untuk berburu di kondisi gelap total.
  • Tikus mondok buta mengandalkan indra pendengaran dan peraba sensitif untuk hidup di bawah tanah gelap.
  • Cacing laut dalam memiliki sistem metabolisme efisien dan kemampuan mengenali perubahan kimia di lingkungan laut yang minim cahaya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lingkungan dengan cahaya yang sangat terbatas tentu menuntut makhluk hidup untuk memiliki kemampuan bertahan yang tidak biasa. Nyatanya tidak semua hewan mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada karena keterbatasan cahaya bisa mengganggu aktivitas dasarnya.

Walau demikian, nyatanya ada sejumlah hewan yang bisa berkembang dengan baik di lingkungan minim cahaya karena memang memiliki adaptasi fisik dan perilaku yang sangat khas. Berikut ini merupakan beberapa hewan yang dikenal mampu hidup di lingkungan minim cahaya berkat adaptasi yang mungkin kerap dianggap ekstrem bagi sebagian makhluk hidup lainnya.

1. Kelelawar

ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)
ilustrasi kelelawar (unsplash.com/Tine Ivanič)

Kelelawar dikenal sebagai hewan nokturnal yang cukup aktif di malam hari atau di tempat gelap seperti gua. Untuk menggantikan keterbatasan penglihatannya, maka kelelawar kerap menggunakan sistem ekolokasi untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitar secara lebih akurat.

Melalui pantulan gelombang suara, maka kelelawar bisa mengetahui dengan presisi posisi mangsa dan rintangan yang ada di sekitarnya. Kemampuan ini dapat membuatnya sangat efektif dalam berburu, meski berada di kondisi yang gelap total.

2. Tikus mondok buta

Tikus mondok buta hidup di dalam tanah yang hampir sepenuhnya dalam kondisi gelap dan tertutup. Hewan ini memiliki mata yang sangat kecil dan tidak berfungsi secara optimal, sehingga tidak bergantung pada penglihatan untuk bertahan hidup dengan baik.

Sebagai gantinya, tikus mondok buta kerap mengandalkan indra pendengaran dan peraba yang sangat sensitif. Adaptasi ini sangat memudahkannya untuk bernavigasi di lorong bawah tanah dan mendeteksi adanya getaran dari lingkungan sekitar.

3. Cacing laut dalam

Cacing laut dalam hidup di dasar samudra yang memang tidak terjangkau cahaya Matahari secara langsung. Lingkungan ini dapat membuat mereka beradaptasi dengan sistem metabolisme yang efisien dan kemampuan untuk mengenali perubahan kimia di air laut.

Beberapa spesies cacing laut bahkan hidup di sekitar ventilasi hidrotermal yang memang cukup ekstrem. Ketahanan ini seolah menjadikan mereka sebagai contoh hewan yang mampu bertahan di kondisi lingkungan yang minim cahaya dan sumber daya.

4. Udang laut dalam

ilustrasi udang (commons.wikimedia.org)
ilustrasi udang (commons.wikimedia.org)

Udang laut dalam menghuni perairan yang sangat gelap dengan tekanan yang cukup tinggi. Untuk bisa beradaptasi, mereka ternyata memiliki mata yang sangat sensitif terhadap cahaya yang cukup lemah dan kerap mengandalkan indra lainnya untuk bisa mendeteksi kondisi lingkungan sekitar.

Sebagian udang laut bahkan mampu menghasilkan cahaya melalui proses bioluminesensi. Cahaya ini kerap digunakan sebagai alat pertahanan diri atau untuk menarik perhatian mangsa di tengah kegelapan laut yang ada.

Hewan-hewan yang mampu hidup di lingkungan minim cahaya menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan adaptasi alam yang dimiliki. Dengan indra dan strategi hidup yang sangat unik maka mereka bisa membuktikan bahwa keterbatasan cahaya bukan penghalang untuk bertahan hidup. Mereka pun tetap bisa beraktivitas dengan mudah tanpa masalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

Bagaimana Cara Kerja Laser? Ini Jawabannya

11 Feb 2026, 15:10 WIBScience