Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Lady Amherst’s Pheasant, Burung Eksotis dari Pegunungan Asia

4 min read
5 Fakta Lady Amherst’s Pheasant, Burung Eksotis dari Pegunungan Asia
Lady Amherst’s Pheasant (inaturalist.org/alex_ggg)
  • Lady Amherst’s Pheasant, atau Chrysolophus amherstiae, berasal dari pegunungan Tiongkok barat daya dan Myanmar timur laut; namanya merujuk pada Sarah, Countess Amherst.
  • Jantan berwarna mencolok dengan ekor panjang, sedangkan betina cokelat kemerahan untuk berkamuflase; saat kawin, jantan memamerkan bulu tengkuk seperti jubah sambil mengitari betina.
  • Burung ini hidup di hutan lebat dan bambu pada ketinggian 2.100–3.600 meter, memakan tumbuhan serta hewan kecil, dan lebih mengandalkan lari cepat daripada terbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lady Amherst’s Pheasant merupakan salah satu jenis burung pegar yang berasal dari Asia. Spesies ini memiliki nama ilmiah Chrysolophus amherstiae dan masih berkerabat dekat dengan golden pheasant. Di alam liar, burung ini banyak ditemukan di kawasan perbukitan tinggi dan menghabiskan sebagian besar aktivitasnya di permukaan tanah.

Lady Amherst’s Pheasant juga memiliki sejumlah fakta yang membuatnya berbeda dari burung pegar lainnya. Nama yang digunakan untuk menyebutnya ternyata berkaitan dengan seorang bangsawan Inggris, sementara gaya hidupnya menyimpan berbagai kebiasaan yang cukup unik. Yuk, simak lima fakta Lady Amherst’s Pheasant berikut ini!

  1. 1. Namanya diambil dari seorang bangsawan Inggris

    Lady Amherst’s Pheasant
    Lady Amherst’s Pheasant (inaturalist.org/渔喵)

    Nama Lady Amherst’s Pheasant diambil dari Sarah, Countess Amherst, seorang bangsawan wanita asal Inggris. Ia merupakan istri dari William Pitt Amherst, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jenderal Bengal pada abad ke-19.

    Sejarah penamaan ini berkaitan dengan spesimen pertama Lady Amherst’s Pheasant yang dikirim ke London pada 1828. Saat itu, William Pitt Amherst bertanggung jawab atas pengiriman spesimen tersebut. Peristiwa ini kemudian menjadi bagian dari sejarah awal spesies tersebut dikenal di London.

  2. 2. Jantan dan betina memiliki penampilan yang sangat berbeda

    jantan dan betina Lady Amherst’s Pheasant
    jantan dan betina Lady Amherst’s Pheasant (commons.wikimedia.org/Henry Koh)

    Jika melihat jantan dan betina Lady Amherst’s Pheasant secara berdampingan, perbedaan penampilan keduanya terlihat sangat jelas. Jantan memiliki tubuh yang lebih besar, ekor yang sangat panjang, serta bulu dengan perpaduan warna yang mencolok, seperti biru kehijauan, ungu kebiruan, kuning, dan merah-oranye. Sementara itu, betina berukuran lebih kecil dengan bulu yang didominasi warna cokelat kemerahan dan pola garis yang lebih sederhana.

    Perbedaan penampilan seperti ini disebut dimorfisme seksual, yaitu kondisi ketika jantan dan betina dari satu spesies memiliki ciri fisik yang berbeda. Pada Lady Amherst’s Pheasant, warna tubuh betina yang sederhana membuatnya mudah berkamuflase dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, jantan tampil jauh lebih mencolok sehingga keduanya terlihat sangat berbeda meskipun berasal dari spesies yang sama.

  3. 3. Hidup di hutan pegunungan Asia

    Lady Amherst’s Pheasant
    Lady Amherst’s Pheasant (inaturalist.org/Nickel)

    Lady Amherst’s Pheasant berasal dari Tiongkok Barat Daya dan Myanmar Timur Laut. Di habitat aslinya, burung ini hidup di kawasan perbukitan dan pegunungan yang memiliki hutan lebat, rimbunan bambu, serta semak-semak yang rapat. Spesies ini umumnya ditemukan pada ketinggian sekitar 2.100 hingga 3.600 meter, meski di beberapa wilayah dapat bertahan hidup hingga ketinggian 4.600 meter.

    Lingkungan yang rimbun tersebut juga menjadi tempat Lady Amherst’s Pheasant mencari makanan. Burung ini mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan dan hewan kecil, termasuk tunas bambu, daun, biji-bijian, laba-laba, serta serangga kecil. Tunas bambu bahkan menjadi salah satu makanan yang paling disukai spesies ini di habitat aslinya.

  4. 4. Jantan punya cara unik untuk menarik betina

    Lady Amherst’s Pheasant jantan memiliki cara yang cukup unik untuk menarik perhatian betina. Saat musim kawin, jantan akan melakukan ritual khusus dengan mengembangkan bulu di bagian tengkuknya hingga membentuk jubah seperti kipas. Jubah tersebut kemudian diarahkan ke sisi betina dan dibentangkan selebar mungkin sebagai bagian dari pertunjukan.

    Tidak berhenti di situ, jantan akan bergerak mengitari betina dalam pola melingkar atau setengah lingkaran sambil terus memamerkan jubahnya. Jika betina berpindah tempat, jantan akan mengikuti dan mengulangi gerakan tersebut. Perilaku ini menjadi salah satu cara jantan melakukan atraksi untuk menarik perhatian betina.

  5. 5. Lebih suka berlari daripada terbang

    Lady Amherst’s Pheasant
    Lady Amherst’s Pheasant (inaturalist.org/Jonathan Newman)

    Meskipun termasuk burung yang bisa terbang, Lady Amherst’s Pheasant lebih banyak beraktivitas di permukaan tanah. Burung ini dikenal sebagai pelari yang cepat dan dapat bergerak dengan lincah di antara vegetasi. Kemampuan terbangnya tergolong kurang baik sehingga burung ini jarang menggunakan sayap untuk berpindah tempat.

    Saat merasa terancam oleh keberadaan predator, Lady Amherst’s Pheasant lebih memilih berlari cepat dan bersembunyi di balik semak-semak. Aksi terbang biasanya hanya dilakukan dalam kondisi darurat atau saat kaget, di mana mereka akan melompat secara mendadak ke dahan pohon terdekat.

    Itulah lima fakta tentang Lady Amherst’s Pheasant. Seperti banyak satwa lainnya, burung ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menarik untuk dikenali. Nah, dari kelima fakta tadi, mana yang paling menarik perhatianmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More