Londonderry (commons.wikimedia.org/Ian S/CC BY-SA 2.0)
Entah mengapa, Londonderry dulunya selalu menjadi tempat yang banyak sekali terjadi konflik brutal dan berdarah yang mengerikan. Seperti pada poin nomor dua soal perbedaan nama kota ini yang terbagi menjadi dua kubu, itu juga menyebabkan konflik parah antara penduduk Katolik dengan pemerintah lokal Protestan. Dalam tiga hari penuh (12-14 Agustus 1969), warga sipil saling jual-beli serangan dengan polisi, hingga angkatan darat Britania Raya datang ke kota ini. Peristiwa ini juga dikenang dengan nama Battle of the Bogside yang tidak akan mungkin dilupakan. Peristiwa ini juga dijelaskan pada laman HistoryExtra dengan detail.
Tidak kalah mengerikan, pada 30 Januari 1972, tentara Britania Raya menembak para warga sipil yang sedang ikut demonstrasi, hingga 14 orang tewas. Peristiwa yang dikenal dengan Bloody Sunday ini menjadi dosa besar yang akhirnya mengubah Londonderry menjadi kota yang terpisah secara geografis, namun telah ada perjanjian damai yang dilakukan pada 1998.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Londonderry. Sebuah kota besar di Irlandia Utara ini menyimpan banyak cerita kelam di dalamnya. Meski begitu, cerita sejarah itulah yang kini menjadi nilai historis yang harus tetap dipertahankan agar semua dunia tahu hal apa saja yang dimiliki oleh Londonderry. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.