Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Maastricht, Kota yang Berada Dekat Perbatasan Tiga Negara
Kota Maastricht, Belanda (pexels.com/Chris Oberman)
  • Maastricht di selatan Limburg, Belanda, berjarak sekitar tiga kilometer dari Belgia dan dekat Jerman, menjadikannya jalur transit serta wilayah strategis sejak era Romawi.
  • Posisi strategisnya membentuk sejarah militer Maastricht, dari kota garnisun, benteng dan Casemates, hingga lorong Sint Pietersberg yang dipakai berlindung serta menyimpan karya seni saat Perang Dunia II.
  • Maastricht menjadi kota Belanda pertama yang dibebaskan pada 1944 dan lokasi penandatanganan Perjanjian Maastricht 1991, landasan pembentukan Uni Eropa, kebijakan bersama, serta mata uang Euro.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Maastricht merupakan kota di bagian selatan Provinsi Limburg, Belanda. Kawasan perkotaan ini berada di sepanjang aliran Sungai Maas serta memiliki lokasi dekat perbatasan negara tetangga. Letak geografisnya yang berdekatan dengan wilayah Belgia serta Jerman turut memengaruhi perkembangan kota sejak masa lampau hingga periode modern.

Perkembangan Maastricht berlangsung melalui sejarah yang melibatkan peran militer, kebudayaan, hingga politik kawasan Eropa. Berbagai struktur bersejarah peninggalan era kuno masih dapat ditemukan di sejumlah bagian kota hingga hari ini. Berikut lima fakta mengenai Kota Maastricht yang memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah perbatasan di Benua Eropa.

1. Terletak dekat garis perbatasan tiga negara

Sint Servaasbrug, Kota Maastricht, Belanda (commons.wikimedia.org/Fotografische Dienst Gemeente Maastricht)

Posisi wilayah Maastricht di ujung selatan Belanda memiliki keunikan geografis karena sangat berdekatan dengan negara tetangga. Dilansir laman Britannica, pusat perkotaan ini hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari garis batas wilayah Negara Belgia. Selain itu, kawasan ini juga terhubung dekat dengan wilayah perbatasan Jerman di area titik perjumpaan tiga negara. Kedekatan akses ke kawasan Belgia dan Jerman membuat wilayah ini menjadi titik transit penting sejak era kuno.

Pada masa Romawi, permukiman Trajectum ad Mosam dibangun bersama sebuah jembatan di atas Sungai Maas untuk mengamankan rute perdagangan antarwilayah. Jembatan tersebut berada di lokasi yang kini menjadi tempat Sint Servaasbrug, jembatan bersejarah yang menghubungkan kedua sisi Sungai Maas. Letak strategis di jalur perbatasan ini kemudian memicu perebutan kekuasaan wilayah oleh berbagai pihak pada abad berikutnya.

2. Memiliki benteng pertahanan militer yang strategis

Linie van Du Moulin, Kota Maastricht, Belanda (commons.wikimedia.org/Kleon3)

Perkembangan kota selanjutnya ditandai oleh pembangunan struktur pertahanan karena posisi geografisnya sering diperebutkan. Dilansir laman Maastricht Museum, kawasan ini ditetapkan sebagai kota garnison pada tahun 1567 untuk menempatkan pasukan tentara dalam jumlah besar. Pihak militer membangun dinding benteng, pintu gerbang, serta lorong bawah tanah Casemates. Salah satu bagian dari sistem pertahanan tersebut adalah Linie van Du Moulin, yang menjadi bagian dari pertahanan kota Maastricht.

Perluasan area benteng dilakukan secara berkala guna menghadapi perkembangan teknologi meriam saat terjadi pengepungan wilayah. Struktur pertahanan luar ini bahkan sempat memiliki luas area yang melebihi ukuran pemukiman di dalam dinding kota. Sebagian besar benteng pertahanan tersebut akhirnya dibongkar pada tahun 1867 agar wilayah perkotaan bisa meluas.

3. Menyimpan lorong bawah tanah Sint Pietersberg

Lukisan The Night Watch karya Rembrandt, salah satu karya seni yang pernah disembunyikan di Maastricht selama Perang Dunia II (commons.wikimedia.org/Vbena)

Perkembangan pertahanan kota juga berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar Maastricht. Penggalian batu kapur yang telah berlangsung sejak era Romawi menghasilkan lorong panjang di area perbukitan. Dilansir laman Explore Maastricht, penggalian batu di perbukitan Sint Pietersberg bergeser ke bawah tanah sejak akhir Abad Pertengahan hingga membentuk sistem koridor. Jaringan lorong bawah tanah buatan manusia ini membentang sepanjang ratusan kilometer.

Sistem lorong bawah tanah ini digunakan warga sebagai area perlindungan selama periode konflik bersenjata berlangsung. Pada masa Perang Dunia II, bunker beton di dalam jaringan gua ini digunakan untuk menyimpan ratusan karya seni nasional. Salah satu lukisan yang disimpan di dalam lorong ini adalah karya Rembrandt berjudul The Night Watch.

4. Menjadi kota pertama Belanda yang dibebaskan

Kota Maastricht, Belanda (commons.wikimedia.org/W. Bulach)

Peran wilayah ini dalam sejarah militer berlanjut hingga periode Perang Dunia II di kawasan Benua Eropa. Merujuk kembali pada laman Britannica, Maastricht mendapat serangan pada hari pertama invasi Jerman ke wilayah Low Countries pada tahun 1940. Kota ini kemudian dicatat sebagai wilayah pemukiman pertama di Belanda yang berhasil dibebaskan pada tahun 1944.

Pasukan tentara Sekutu berhasil menguasai kembali kawasan ini dari pendudukan militer Jerman dalam operasi darat. Pascaperang, area perkotaan ini kembali digunakan untuk kepentingan pertahanan internasional pada era Perang Dingin. Bekas markas komando NATO dibangun di wilayah ini sebagai pusat kesiapsiagaan pasukan tempur selama periode ketegangan politik.

5. Menjadi lokasi pembentukan Organisasi Uni Eropa

Konferensi pers KTT Eropa di Maastricht pada 1991 yang menghasilkan kesepakatan menuju Perjanjian Maastricht (commons.wikimedia.org/Openbare Werken Gemeente Maastricht)

Sejarah Maastricht kemudian berkaitan dengan agenda diplomasi internasional pada akhir abad kedua puluh. Masih merujuk pada laman Britannica, kesepakatan politik bernama Perjanjian Maastricht ditandatangani di kota ini pada tahun 1991 pascapertemuan Komunitas Eropa. Perjanjian internasional ini menjadi landasan resmi bagi pendirian organisasi Uni Eropa di kawasan Benua Eropa.

Dokumen kesepakatan tersebut menetapkan kebijakan bersama di bidang ekonomi, luar negeri, keamanan, hingga aturan imigrasi antarnegara. Selain itu, perjanjian ini melandasi proses pemberlakuan mata uang tunggal Euro bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Penandatanganan kesepakatan diplomatik ini memperkuat peran Maastricht dalam proses integrasi kawasan Eropa modern.

Sejarah Maastricht mencakup peninggalan dari era Romawi, benteng militer, hingga peristiwa diplomasi yang berkaitan dengan Uni Eropa. Berbagai warisan tersebut masih dapat ditemukan di tengah kawasan perkotaan modern. Saat ini, Maastricht juga berkembang sebagai pusat ekonomi, pendidikan tinggi, serta pariwisata di Provinsi Limburg.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article