Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Eris, Dewi Perselisihan Pemicu Perang Troya dengan Satu Apel

5 Fakta Eris, Dewi Perselisihan Pemicu Perang Troya dengan Satu Apel
Apel emas dari Eris (commons.wikimedia.org/ Museo del Prado)
  • Eris dalam mitologi Yunani merupakan personifikasi perselisihan dan pertikaian, kerap dikaitkan dengan perang serta kekacauan; asal-usulnya berbeda antara versi Homer dan Hesiod.
  • Karena tidak diundang ke pernikahan Peleus dan Thetis, Eris melempar apel emas yang memicu persaingan Hera, Athena, dan Aphrodite tentang dewi tercantik.
  • Paris memilih Aphrodite setelah menerima tawarannya, lalu kisah Helen dari Sparta menghubungkan Penghakiman Paris dan apel Eris dengan rangkaian menuju Perang Troya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam mitologi Yunani, Eris dikenal sebagai dewi sekaligus personifikasi perselisihan dan pertikaian. Sosoknya berkaitan erat dengan konflik dan perang, sehingga kehadirannya kerap digambarkan membawa kekacauan. Salah satu kisah paling terkenal tentang Eris berhubungan dengan sebuah apel emas yang kemudian memicu rangkaian peristiwa menuju Perang Troya.

Kisah tersebut bermula dari pernikahan Peleus dan Thetis yang dihadiri para dewa, tetapi Eris tidak termasuk dalam undangan. Tersinggung karena tidak dilibatkan, Eris melemparkan apel emas ke tengah pesta dan memicu perselisihan antara Hera, Athena, dan Aphrodite. Dari perselisihan tersebut muncul Penghakiman Paris yang kemudian menjadi bagian penting dari kisah Perang Troya.

  1. 1. Eris merupakan personifikasi perselisihan

    Eris
    Eris (flickr.com/Sebastià Giralt)

    Menurut World History Encyclopedia, Eris merupakan dewi Yunani yang juga menjadi personifikasi perselisihan dan pertikaian. Dalam mitologi, ia dikenal karena kemampuannya menimbulkan konflik di antara pihak lain. Sosok Eris juga berkaitan dengan suasana perang dan kekacauan yang menyertainya.

    Melansir Theoi, Eris digambarkan dalam Iliad sebagai sosok yang hadir di medan perang dan berkaitan dengan meningkatnya kekacauan pertempuran. Ia disebut sebagai saudari Ares dan tetap berada di medan perang ketika sejumlah dewa lainnya telah meninggalkan pertempuran. Gambaran tersebut memperkuat peran Eris sebagai personifikasi pertikaian dalam tradisi Yunani kuno.

  2. 2. Asal-usul Eris memiliki beberapa versi

    Nyx
    Nyx (commons.wikimedia.org/Henning Schlottmann)

    Asal-usul Eris tidak memiliki satu versi tunggal dalam mitologi Yunani. Dalam Iliad karya Homer, Eris disebut sebagai saudari Ares sehingga ia dipahami sebagai anak Zeus dan Hera. Sementara itu, Hesiod dalam Theogony menyebut Eris sebagai anak Nyx yang merupakan personifikasi malam.

    Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kisah mengenai Eris berkembang melalui berbagai tradisi sastra Yunani. Menurut World History Encyclopedia, versi Hesiod juga menggambarkan Eris sebagai ibu dari sejumlah personifikasi yang berkaitan dengan hal buruk akibat perselisihan dan konflik. Di antaranya terdapat kelaparan, penderitaan, pertikaian, pembunuhan, perang, hingga kebohongan.

  3. 3. Eris tidak diundang ke pernikahan Peleus dan Thetis

    Pernikahan Peleus dan Thetis
    Pernikahan Peleus dan Thetis (commons.wikimedia.org/Metropolitan Museum of Art)

    Salah satu kisah paling terkenal tentang Eris terjadi dalam pernikahan Peleus dan Thetis. Menurut World History Encyclopedia, pesta tersebut dihadiri para dewa dan dewi, tetapi Eris tidak diundang karena sifatnya yang dianggap dapat menimbulkan masalah. Keputusan tersebut kemudian menjadi awal dari konflik yang lebih besar.

    Eris datang dengan membawa apel emas yang dikenal sebagai Apple of Discord atau apel perselisihan. Apel tersebut dilemparkan ke antara Hera, Athena, dan Aphrodite sehingga ketiganya berselisih mengenai siapa yang paling cantik. Peristiwa ini kemudian membawa ketiga dewi tersebut kepada Paris untuk menentukan pemilik apel.

  4. 4. Satu apel membuat Paris harus memilih tiga dewi

    Apel emas dari Eris
    Apel emas dari Eris (commons.wikimedia.org/Metropolitan Museum of Art)

    Menurut Center for Hellenic Studies dari Harvard University, Paris diminta menentukan siapa yang paling cantik di antara Athena, Hera, dan Aphrodite. Apel milik Eris menjadi hadiah bagi dewi yang dipilih sebagai yang tercantik. Paris akhirnya memberikan apel tersebut kepada Aphrodite.

    Keputusan itu berkaitan dengan tawaran yang diberikan masing-masing dewi kepada Paris. World History Encyclopedia menjelaskan bahwa Hera menawarkan kekuasaan atas dunia, Athena menawarkan kejayaan dalam perang, sedangkan Aphrodite menjanjikan perempuan tercantik di dunia. Paris memilih Aphrodite, yang kemudian mengarah pada kisah Helen dari Sparta dan rangkaian peristiwa menuju Perang Troya.

  5. 5. Apel Eris menjadi bagian dari awal Perang Troya

    Perang Troya
    Perang Troya (flickr.com/Alex-David Baldi)

    Peran Eris dalam Perang Troya tidak berupa keterlibatan langsung dalam satu pertempuran tertentu, melainkan melalui konflik yang dimulai dari apel emas. Penghakiman Paris menghasilkan pilihan terhadap Aphrodite dan membuat Paris memperoleh janji untuk mendapatkan Helen. Paris kemudian membawa Helen dari Sparta sehingga peristiwa tersebut menyebabkan Perang Troya.

    Kisah tersebut juga menunjukkan bagaimana Eris ditempatkan dalam rangkaian peristiwa yang menghubungkan perselisihan para dewa dengan konflik manusia. Melansir Theoi, kisah dalam Cypria menyebut Eris sebagai pihak yang memulai perselisihan antara Hera, Athena, dan Aphrodite pada pesta pernikahan Peleus. Dari perselisihan tersebut, Paris dipilih sebagai penentu dan keputusannya menjadi bagian dari rangkaian menuju Perang Troya.

    Kisah Eris memperlihatkan bagaimana satu tindakan kecil dapat menjadi awal dari konflik yang jauh lebih besar. Eris dikenal sebagai personifikasi perselisihan, sementara apel emasnya menjadi pemicu persaingan antara tiga dewi dan Penghakiman Paris. Dari keputusan tersebut, kisah Helen dan Paris kemudian terhubung dengan rangkaian peristiwa yang membawa Perang Troya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More