5 Fakta Menarik Homalopsidae, Ular Mungil yang Menghuni Lumpur

Tak melulu di pohon, hutan, semak-semak, atau gurun, ternyata ada juga ular yang hidup di lumpur dan area lembab. Nah, salah satu diantaranya adalah ular-ular yang berasal dari famili Homalopsidae. Secara umum, famili Homalopsidae sering disebut sebagai ular kadut. Mereka merupakan ular tidak berbahaya, bertubuh kecil, gerakannya lambat, dan sangat jarang menyerang manusia.
Sebenarnya, Homalopsidae sangat mudah ditemukan di sekitar manusia. Sayangnya, reptil ini tidak terlalu terkenal dan tak banyak yang tahu tentang eksistensinya. Jika bertemu ular ini, orang-orang akan membasminya karena dianggap berbahaya. Oleh karena itu, mari kita bahas Homalopsidae secara mendalam agar kamu lebih mengenal dan memahami reptil satu ini!
1. Homalopsidae merupakan ular yang tidak berbahaya

Dilansir Hong Kong Snake ID, ular-ular dari famili Homalopsidae merupakan ular berbisa ringan yang tidak berbahaya. Gigitannya mereka hanya mampu melumpuhkan hewan-hewan kecil, seperti ikan dan katak. Jika kamu digigit oleh ular ini, efeknya tak akan lebih parah dari gatal-gatal, pembengkakan, atau luka kecil. Selain itu, taringnya juga berada di belakang rahang yang mana membuat ular ini sulit untuk menyuntikan bisanya ke dalam tubuh manusia. Ia juga tidak agresif, jadi kamu tak perlu takut dengan reptil ini.
2. Ular ini memiliki banyak adaptasi unik

Dilansir Ecologyasia, Homalopsidae merupakan ular semi akuatik yang aktif di malam hari. Ia juga memiliki gerakan yang lambat, apalagi jika sudah naik ke daratan. Di air sendiri, reptil ini lebih sering berdiam diri di dasar perairan atau bersembunyi di dalam lubang. Dengan badannya yang kecil dan warnanya yang gelap reptil ini bisa berkamuflase dan bersembunyi dengan sempurna.
Tak cuma itu, ular ini juga khas dengan sisiknya yang licin dan ekornya yang pendek. Kepalanya juga kecil dan ia memiliki mata bulat yang terletak di bagian atas kepala. Nah, lokasi mata tersebut sangat strategis karena membuat Homalopsidae bisa melihat dan mengawasi kondisi sekitar tanpa harus naik ke daratan. Adaptasi tersebut cukup unik dan tidak dimiliki oleh ular lain, khususnya oleh ular yang hidup di daratan dan pepohonan.
3. Sangat suka memakan ikan dan katak

Sebagai ular semi akuatik, tentunya Homalopsidae sangat suka memakan hewan-hewan kecil yang hidup di air, jelas Animalia. Dalam hal ini, makanan kesukaannya mencakup ikan, katak, kodok, belut, dan krustasea. Saat berburu, ular ini tak akan mengejar mangsanya seperti yang dilakukan hewan berkaki. Sebaliknya, ia hanya akan berdiam diri di dasar air sembari menunggu mangsa mendekat. Nah, jika sudah mendekat, reptil ini akan menyergap dan menyambarnya dengan kecepatan yang luar biasa.
4. Homalopsidae dibagi menjadi beberapa spesies

Laman iNaturalist menjelaskan kalau Homalopsidae terdiri atas beberapa genus dan spesies. Homalopsis, Erpeton, Enydris, Hypsiscopus, Cerberus, Fordonia, Gerarda, dan Bitia merupakan beberapa genus Homalopsidae yang ada di dunia. Secara umum, mereka bisa ditemukan di berbagai daerah, mulai dari Asia Selatan sampai Asia Tenggara. Tak cuma itu, tiap spesies juga memiliki ukuran dan ciri fisik yang berbeda.
Contohnya, Homalopsis buccata mampu tumbuh hingga sepanjang 1 meter. Ia memiliki badan gemuk, kepala berbentuk berlian, dan corak garis di tubuhnya. Kemudian, ada juga Hypsiscopus plumbea yang panjangnya hanya 50 centimeter, tubuhnya lebih ramping, dan warnanya lebih gelap. Habitat tiap spesies juga berbeda, ada yang bisa ditemukan di danau, sungai, rawa, daerah berlumpur, sampai perairan payau.
5. Homalopsidae cukup populer sebagai peliharaan

Karena ukurannya yang tidak terlalu besar, bisanya yang tidak berbahaya, dan populasinya yang melimpah alhasil Homalopsidae cukup populer sebagai peliharaan. Jika dipelihara dengan baik, ular ini juga bisa memunculkan warna dan corak yang mencolok nan indah. Selain itu, Homalopsidae juga bukan termasuk ular yang rewel. Artinya ia bisa dipelihara oleh siapa saja, bahkan pemula sekalipun.
Untuk memelihara ular ini, kamu hanya perlu menyiapkan kandang berukuran kecil. Soal makanan, kamu juga bisa membelinya di pasar atau menangkapnya di alam liar. Terakhir, kamu harus menjaga kandang tetap lembap dan bersih agar ular ini bisa hidup dengan nyaman. Saat ini, banyak orang yang menjual ular ini jadi kamu bisa membelinya di berbagai tempat, entah secara daring atau luring.
Setelah diulik, ternyata famili Homalopsidae merupakan ular yang sangat unik, aneh, dan tidak biasa. Dalam hal ini, ia termasuk ular yang berbisa namun tidak berbahaya bagi manusia. Tak cuma itu, reptil tak berkaki ini juga memiliki berbagai adaptasi yang memudahkan kehidupannya. Terakhir, ia juga sering dipelihara, bahkan sangat cocok untuk dipelihara oleh pemula.



















