5 Fakta Menarik Orgosolo, Kota Seni di Pegunungan Sardinia

- Orgosolo di Barbagia, Sardinia, dikenal lewat sekitar 150 murales yang menghiasi bangunan dan merekam kehidupan masyarakat, isu sosial, politik, sejarah, hingga peristiwa internasional.
- Tradisi mural dimulai dari protes pembangunan latihan militer di Pratobello pada 1969, lalu berkembang melalui karya Francesco Del Casino, murid-muridnya, serta seniman lokal dan internasional.
- Kota ini berada di pegunungan Supramonte dengan lanskap karst, gua, ngarai Gola di Gorropu, serta tradisi pastoral dan canto a tenore khas Sardinia.
Take a Deeper Reads

Orgosolo merupakan sebuah kota kecil di kawasan Barbagia, Sardinia, Italia, yang memiliki karakter sangat berbeda dari destinasi wisata pada umumnya. Kota ini dikenal luas berkat murales atau lukisan dinding yang menghiasi berbagai bangunan di pusat kota. Berkat keberadaan karya-karya tersebut, Orgosolo bahkan dikenal sebagai salah satu pusat muralisme paling penting di Sardinia.
Tidak hanya menawarkan seni jalanan, Orgosolo juga berada di kawasan pegunungan Supramonte yang memiliki lanskap karst, hutan, gua, dan ngarai. Kehidupan masyarakatnya pun masih memiliki hubungan kuat dengan tradisi pastoral serta kebudayaan khas Sardinia. Berikut lima fakta menarik Orgosolo, kota seni di Pegunungan Sardinia.
1. Dikenal sebagai kota murales di sardinia

kota Orgosolo di Italia (commons.wikimedia.org/Avisadehh) Daya tarik utama Orgosolo terletak pada murales yang memenuhi dinding rumah dan bangunan di berbagai sudut kota. Karya-karya tersebut membuat aktivitas berjalan kaki di pusat Orgosolo terasa seperti mengunjungi museum terbuka, karena pengunjung dapat melihat lukisan tanpa harus memasuki gedung khusus. Dilansir Italia.it, sekitar 150 mural menghiasi jalan-jalan Orgosolo dan menjadikannya salah satu pusat muralisme di Sardinia.
Murales di Orgosolo tidak hanya dibuat untuk memperindah kota, tetapi juga berfungsi sebagai media untuk menyampaikan gagasan. Berbagai karya menggambarkan kehidupan masyarakat, persoalan sosial, sejarah, politik, hingga peristiwa internasional. Karena itulah, dinding-dinding kota ini seolah menjadi media yang merekam berbagai cerita masyarakat dari waktu ke waktu.
2. Tradisi murales berawal dari gerakan protes

kota Orgosolo di Italia (commons.wikimedia.org/Sailko) Sejarah muralisme di Orgosolo berkaitan erat dengan gerakan sosial pada akhir 1960-an. Dilansir Tracce di Sardegna, pada 1969, kelompok bernama Dioniso membuat mural pertama di Orgosolo dalam konteks protes terhadap rencana pembangunan tempat latihan militer di kawasan Pratobello. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dari sejarah sosial kota ini.
Perkembangan muralisme semakin kuat pada 1975 ketika Francesco Del Casino, seorang guru dari Siena, bersama para muridnya membuat sejumlah mural untuk memperingati 30 tahun pembebasan Italia dari fasisme. Setelah itu, seniman lokal maupun internasional terus menambahkan karya baru dengan berbagai tema. Tradisi tersebut akhirnya menjadikan seni mural sebagai bagian penting dari identitas Orgosolo.
3. Berada di kawasan pegunungan supramonte

kota Orgosolo di Italia (commons.wikimedia.org/Sailko) Orgosolo terletak di kawasan Supramonte, wilayah pegunungan Sardinia yang terkenal dengan bentang alam karstnya. Dilansir Sardegna Turismo, kawasan Supramonte di sekitar Orgosolo memiliki formasi batu kapur dan dolomit, gua, ngarai, serta berbagai bentuk permukaan bumi yang terbentuk melalui proses karst. Wilayah ini juga memiliki kekayaan tumbuhan, termasuk sejumlah spesies yang bersifat endemik.
Salah satu daya tarik alam yang berkaitan dengan kawasan tersebut adalah Gola di Gorropu, sebuah ngarai besar yang berada di antara wilayah Orgosolo dan Urzulei. Ngarai ini terbentuk melalui proses erosi dan memiliki dinding yang sangat tinggi serta lanskap yang dramatis. Keberadaan kawasan alam tersebut membuat Orgosolo tidak hanya menarik bagi pecinta seni, tetapi juga bagi wisatawan yang menyukai aktivitas luar ruangan.
4. Memiliki tradisi pastoral yang kuat

kota Orgosolo di Italia (commons.wikimedia.org/Avisadehh) Kehidupan masyarakat Orgosolo memiliki hubungan erat dengan tradisi pastoral yang telah menjadi bagian penting dari kebudayaan Sardinia. Hal tersebut terlihat dari berbagai tema dalam murales yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk aktivitas pertanian, pekerjaan para penggembala, serta kehidupan pedesaan. Seni di Orgosolo dengan demikian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat yang menjadi sumber inspirasinya.
Dilansir Italia.it, kawasan Barbagia, tempat Orgosolo berada, juga merupakan salah satu wilayah tempat tradisi canto a tenore berkembang. Seni vokal polifonik khas Sardinia ini dilakukan oleh empat pria dengan empat jenis suara dan memiliki hubungan kuat dengan kehidupan pastoral. UNESCO memasukkan canto a tenore ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2008.
5. Menjadi museum terbuka yang menceritakan banyak kisah

kota Orgosolo di Italia (commons.wikimedia.org/Lamberto Zannotti) Keunikan Orgosolo tidak hanya terletak pada jumlah muralnya, tetapi juga pada cerita yang disampaikan melalui karya-karya tersebut. Murales menggambarkan berbagai persoalan yang pernah dihadapi masyarakat lokal, sekaligus mengangkat isu sosial dan politik yang lebih luas. Beberapa karya bahkan mengabadikan peristiwa sejarah dan tokoh penting dari Sardinia, Italia, maupun dunia.
Karena mural dapat ditemukan di jalan-jalan dan dinding bangunan kota, pengunjung bisa menikmati karya tersebut sambil menjelajahi kawasan permukiman Orgosolo. Perpaduan antara rumah-rumah batu, gang sempit, lukisan dinding, dan latar pegunungan membuat suasana kota terasa seperti museum seni yang hidup. Tidak mengherankan jika Orgosolo kemudian dikenal sebagai salah satu destinasi budaya yang paling khas di Sardinia.
Orgosolo merupakan kota di Sardinia yang berhasil memadukan seni, sejarah, budaya, dan alam dalam satu tempat. Murales yang awalnya berkaitan dengan gerakan sosial kemudian berkembang menjadi identitas kota dan menjadi media untuk menceritakan kehidupan masyarakat serta berbagai persoalan dunia. Ditambah lanskap Supramonte dan tradisi pastoral Barbagia, Orgosolo menawarkan pengalaman yang berbeda bagi siapa pun yang ingin mengenal sisi lain Sardinia.






















