Jumlah Kuda Lebih Banyak dari Manusia, Ini 5 Fakta Negara Mongolia!

- Mongolia adalah negara tanpa laut di antara Tiongkok dan Rusia, dengan 80% wilayahnya berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.
- Populasi Mongolia sekitar 3,48 juta jiwa dengan kepadatan rendah, sementara jumlah hewan ternak seperti kuda mencapai puluhan juta ekor dan melampaui jumlah penduduknya.
- Penduduk nomaden Mongolia tinggal di ger yang mudah dipindahkan, merayakan Festival Naadam sebagai tradisi budaya utama, dan memiliki ibu kota Ulaanbaatar yang dikenal paling dingin di dunia.
Mongolia, sebuah negara yang terkurung daratan dengan menawarkan keindahan alam dan budaya yang masih kental. Di negara tersebut, kehidupan yang sederhana masih banyak ditemukan. Mereka terbiasa hidup di tengah padang rumput yang gersang, deru angin kencang tiada henti, dan cuaca ekstrem yang membuatnya harus berpindah-pindah tempat.
Mongolia dihuni penduduk yang populasinya sangat rendah, konon katanya jumlah kuda dan hewan ternak jauh lebih banyak dibandingkan manusia itu sendiri. Wah, kok bisa ya? Penasaran bagaimana kehidupan di Mongolia? Yuk, simak 5 fakta seru negara Mongolia berikut ini!
1. Negara yang tidak memiliki akses ke laut dan dihimpit dua negara raksasa

Mongolia terletak di dataran tinggi Asia Tengah yang terhimpit di daratan, di antara Tiongkok dan Rusia. Mongolia membentang sejauh 2.392 km dari timur ke barat, 1.259 km dari utara ke selatan dan panjang total perbatasannya adalah 8.158 km.
Mongolia merupakan salah satu dari 39 negara di dunia yang tidak memiliki akses ke laut, dengan ketinggian rata-rata 1.580 m di atas permukaan laut. Cekungan Huh Nuur di timur laut Mongolia termasuk daerah dengan ketinggian yang sangat rendah, yaitu 560 m. Puncak Huiten, titik tertinggi pegunngan Altai, menjulang setinggi 4.374 m. Jadi, secara keseluruhan, hampir 80 persen wilayah Mongolia berada di ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut.
2. Populasi hewan ternak lebih banyak dibandingkan manusia

Dilansir View Mongolia Travel, pada tahun 2024 populasi Mongolia tercatat sebanyak 3.480.957 jiwa. Di mana populasi tersebut terdiri dari 24 kelompok etnis berbeda yang berasal dari Mongol dan Turki. 86 persen warganya adalah Mongol Halha, 6 persen Kazakh, dan 22 kelompok etnis lainnya membentuk 8 persen sisanya.
Kepadatan penduduk sangatlah rendah, yaitu satu orang untuk setiap 0,5 km persegi wilayah. 60 persen warganya realtif muda, di bahwa 35 tahun dengan harapan hidup rata-rata sedikit di atas 65 tahun.
Melihat jumlah kepadatan di Mongolia, tidak heran kalau negara ini dijuluki sebagai negara paling sepi. Di tambah penduduk Mongolia yang dikenal suka memelihara hewan ternak seperti kuda, mereka tak peduli dengan iklim di sana yang cukup keras, penduduk Mongolia lebih memilih beternak dan berkuda ke manapun mereka pergi. Tidak heran kalau populasi hewan ternak terus bertambah, bahkan diperkirakan populasi hewan ternak mencapai puluhan juta ekor.
3. Penduduk Mongolia masih tinggal di Ger (tenda)

Penduduk Mongolia terbiasa menghadapi lingkungan yang keras, mulai dari padang rumput yang gersang, angin kencang, dan perubahan suhu ekstrem. Demi bertahan hidup, suku-suku nomaden di Mongolia menciptakan ger, yaitu rumah berbentuk layaknya tenda yang praktis dan bisa dipindahkan kemana saja.
Ger adalah rumah tradisional Mongolia yang berbentuk lingkaran dengan struktur kayu yang dilapisi kain felt dan kanvas. Rumah ini memang dirancang khusus untuk mobilitas dan kondisi cuaca ekstrem. Bentuknya yang bundar mampu melindungi dari angin kencang, sementara lapisan kain felt yang tebal memberikan kehangatan di musim dingin dan kesejukan di musim panas.
Uniknya lagi, ger bukanlah rumah permanen, melainkan bisa dikemas, diangkut dan dibangun kembali dalam beberapa jam, yang merupakan bagian terpenting bagi penggembala nomaden yang berpindah-pindah secara musiman.
4. Festival Naadam, perayaan budaya dan olahraga terakbar di Mongolia

Festival Naadam merupakan festival padang rumput terbesar yang dirayakan di Mongolia Dalam, yang berbagi kegembiraan panen lokal dan menampilkan keterampilan serta kehebatan atletik bangsa Mongol.
Festival Naadam diadakan dalam skala yang berbeda di berbagai wilayah Mongolia Dalam, dan tiga permainan utama selalu berupa gulat, panahan, dan pacuan kuda. Tidak hanya itu, berbagai adat istiadat budaya, hiburan, dan kompetisi seperti pengorbanan aobao, atletik, tarik tambang, catur mongolia, musik, dan tari rakyat diadakan sesuai dengan wilayahnya.
5. Ulaanbaatar, merupakan ibu kota terdingin

Ulaanbaatar adalah ibu kota mongolia, di mana kota ini menjadi ibu kota Republik Rakyat Mongolia pada tahun 1924. Ulaanbaatar terletak sedikit di sebelah timur pusat Mongolia. Kota ini berada di ketinggian lebih dari 1.300 meter di atas permukaan laut, terletak di sebuah lembah di Sungai Tuul.
Ulaanbaatar dinobatkan sebagai ibu kota terdingin di dunia dengan kota-kota Moskow,, Ottawa, da Nur-Sutan. Musim dingin di Ulaanbaatar berlangsung lama dan sangat kering, sedangkan musim panasnya singkat dan sejuk. Pada bulan Januari, waktu terdingin di Ulaanbaatar bisa mencapai -40°C. Suhu rata-rata tahunan di Ulaanbaatar kurang dari 0 derajat Celvius.
Sebagai penutup, Mongolia adalah negara dengan penduduk paling sedikit, bahkan jumlah hewan ternak lebih banyak daripada penduduknya sendiri. Lebih dari itu, Mongolia memiliki lingkungan yang cukup keras sehingga penduduknya sering berpindah-pindah tempat atau nomaden.

















![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tahu Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)
