Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Murcia, Kota Kuno Spanyol yang Didirikan oleh Penguasa Muslim
Murcia, Spanyol (pexels.com/Emilio Sánchez Hernández)
  • Murcia didirikan pada 825 M oleh Abd ar-Rahman II dari Emirat Cordoba sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan di tenggara Spanyol.
  • Pada masa pemerintahan Islam, sistem saluran air, bendungan, dan kincir mengubah Huerta menjadi kawasan pertanian produktif; sebagian jaringannya masih digunakan hingga kini.
  • Peralihan kekuasaan meninggalkan warisan beragam, termasuk Katedral Saint Mary di bekas masjid, festival Bando de la Huerta, serta laguna Mar Menor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Murcia merupakan kota di tenggara Spanyol yang berada di sepanjang lembah Sungai Segura. Kota ini berkembang di dataran rendah yang subur dengan perbukitan di sekitarnya. Kondisi geografis tersebut mendukung perkembangan permukiman dan pertanian sejak masa awal berdirinya Murcia.

Sejarah Murcia berkaitan erat dengan pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia sebelum wilayah ini berada di bawah kekuasaan kerajaan Kristen. Pada masa tersebut, sistem irigasi dan tata permukiman berkembang seiring pertumbuhan kota. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Murcia dan sejarah panjangnya sebagai kota kuno di Spanyol!

1. Didirikan penguasa muslim pada tahun 825 M

Monumen Abd ar-Rahman II, penguasa Emirat Cordoba yang mendirikan Murcia pada 825 M (commons.wikimedia.org/Skix-)

Pembangunan kawasan permukiman ini bermula dari kebijakan politik penguasa Muslim di Semenanjung Iberia pada Abad Pertengahan. Dilansir laman Spain Homes, kota ini didirikan pada tahun 825 Masehi oleh Abd ar-Rahman II, penguasa Emirat Cordoba yang saat itu memerintah wilayah al-Andalus. Pendirian pusat pemerintahan baru tersebut kemudian mendorong perkembangan permukiman dengan pengaruh kebudayaan Arab, Kristen, serta Yahudi.

Penguasa Muslim membangun benteng pertahanan serta pusat administrasi guna memperkuat posisi wilayah ini di kawasan tenggara Spanyol. Keberadaan benteng kota dan pangkalan militer tersebut mendorong seniman serta ilmuwan untuk menetap di Murcia. Perkembangan permukiman ini kemudian membentuk struktur perkotaan yang bertahan hingga masa peralihan kekuasaan kepada Kerajaan Kastilia.

2. Mengembangkan sistem irigasi di kawasan Huerta

Kincir air peninggalan bangsa Arab di kawasan Huerta Murcia yang masih berfungsi hingga sekarang (commons.wikimedia.org/José Garcia, "pepegar")

Seiring berkembangnya Murcia, kebutuhan air untuk lahan pertanian di sekitar kota juga semakin besar. Dilansir laman Hot Properties in Spain, bangsa Arab merancang sistem irigasi berupa saluran air, bendungan, serta kincir air untuk mengairi kawasan pertanian Huerta di sekitar Murcia. Teknologi pengairan tersebut membantu mengubah lahan kering menjadi kawasan pertanian yang produktif.

Pengelolaan air yang efisien memungkinkan para petani setempat menanam berbagai jenis pohon buah-buahan serta sayuran dalam jumlah besar. Hasil panen dari kawasan pertanian ini membuat Huerta dikenal sebagai kawasan penghasil pangan yang penting bagi Murcia. Jaringan saluran air yang dibangun pada masa pemerintahan Islam tersebut masih digunakan untuk mengairi lahan pertanian warga hingga sekarang.

3. Memiliki katedral bergaya gotik dengan elemen baroque

Katedral Murcia, bangunan bergaya Gotik dengan elemen Baroque di Spanyol (commons.wikimedia.org/Tango7174)

Perkembangan Murcia kemudian memasuki periode baru setelah kekuasaan Islam beralih kepada kerajaan Kristen. Merujuk kembali pada laman Spain Homes, Katedral Saint Mary berdiri sebagai salah satu bangunan bersejarah di Murcia yang menerapkan gaya Gotik dengan elemen Baroque. Struktur tersebut didirikan di atas lokasi bekas masjid agung setelah berakhirnya pemerintahan Islam.

Gedung katedral ini menjadi salah satu peninggalan budaya penting di pusat kota. Bagian interiornya menyimpan berbagai hiasan keagamaan serta karya seni pahat kayu buatan seniman lokal abad ke-18. Bangunan tersebut memperlihatkan perpaduan gaya arsitektur dari beberapa periode setelah perubahan kekuasaan di Murcia.

4. Merayakan tradisi festival kebudayaan Bando de la Huerta

Festival Bando de la Huerta (commons.wikimedia.org/Bertobarc90)

Warisan kawasan Huertas yang sebelumnya dikenal melalui kegiatan pertanian juga masih terlihat dalam tradisi masyarakat Murcia hingga sekarang. Merujuk kembali pada laman Hot Properties in Spain, masyarakat menyelenggarakan festival Bando de la Huerta pada musim semi dengan menampilkan pakaian tradisional serta kuliner khas. Acara ini menjadi bagian dari agenda pariwisata yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Huerta pada masa lalu.

Pawai kebudayaan tersebut diisi dengan pembagian makanan ringan kepada penonton yang memadati jalan-jalan di kawasan perkotaan. Warga kota bersama penduduk kawasan pertanian berkumpul mengenakan pakaian tradisional untuk mengikuti perayaan. Berbagai tradisi dari kehidupan masyarakat Huerta ditampilkan melalui pakaian, makanan, pawai, dan kegiatan budaya selama festival berlangsung.

5. Memiliki daya tarik lawasan Laguna Mar Menor

Laguna Mar Menor, Murcia, Spanyol (commons.wikimedia.org/Shelf-full-of-books)

Selain kawasan pertanian dan pusat kota dengan berbagai peninggalan sejarah, kota Murcia juga memiliki wilayah pesisir yang menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini memiliki Mar Menor, laguna air asin yang dikenal sebagai danau pantai terbesar di Eropa. Perairannya yang dangkal dan relatif tenang mendukung berbagai aktivitas olahraga air serta rekreasi.

Suhu air laguna cenderung hangat dan memiliki kadar garam yang tinggi sepanjang tahun. Daratan sempit La Manga memisahkan Mar Menor dari Laut Mediterania sehingga perairannya lebih terlindung dari gelombang laut terbuka. Kondisi tersebut membuat kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata di wilayah tenggara Spanyol.

Itulah lima fakta tentang Murcia, kota di tenggara Spanyol yang didirikan penguasa Muslim pada 825 M. Sejak awal berdiri, Murcia telah mengalami berbagai perubahan, mulai dari perkembangan pertanian dan sistem irigasi hingga pergantian pemerintahan yang meninggalkan beragam bangunan serta tradisi di kota ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article