Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Pheasant Coucal, Burung Kukuk Penghuni Padang Rumput
burung centropus phasianinus (commons.wikimedia.org/Andrew Mercer)
  • Pheasant Coucal adalah burung kukuk besar asal Australia dengan ekor panjang, mata merah terang, dan penampilan menyerupai pegar yang hidup di padang rumput serta lahan basah.
  • Tidak seperti kukuk lain, Pheasant Coucal membangun sarangnya sendiri dan merawat anaknya tanpa menitipkan telur pada burung lain, menjadikannya spesies unik dalam keluarganya.
  • Burung ini lebih sering berjalan di tanah daripada terbang, betina berukuran lebih besar serta dominan, dan makanannya beragam mulai dari serangga hingga hewan kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Australia dikenal sebagai rumah bagi banyak burung unik dengan perilaku yang tidak biasa. Salah satunya adalah Pheasant Coucal (Centropus phasianinus), anggota keluarga kukuk yang sering ditemukan di padang rumput, lahan basah, dan semak belukar. Burung ini memiliki penampilan mencolok berkat ekornya yang panjang serta matanya yang berwarna merah terang.

Meski termasuk keluarga kukuk, Pheasant Coucal memiliki gaya hidup yang berbeda dari sebagian besar kerabatnya. Burung ini tidak mengandalkan spesies lain untuk membesarkan anak-anaknya dan lebih sering bergerak di daratan daripada terbang. Yuk, kita simak 5 fakta menarik Pheasant Coucal, burung kukuk penghuni padang rumput ini!

1. Termasuk salah satu kukuk terbesar di Australia

burung centropus phasianinus (inaturalist.org/nick_vine)

Pheasant Coucal merupakan salah satu anggota keluarga kukuk terbesar yang ditemukan di Australia. Dilansir Australian Museum, burung dewasa dapat mencapai panjang sekitar 50-70 cm, sebagian besar berasal dari ekornya yang panjang dan lebar. Ukuran tersebut membuatnya tampak jauh lebih besar dibandingkan banyak spesies kukuk lainnya.

Penampilannya sering dianggap menyerupai burung pegar, yang menjadi asal-usul nama "pheasant" pada nama umumnya. Tubuh bagian atas berwarna gelap berpadu dengan sayap cokelat kemerahan yang mencolok. Kombinasi tersebut membuat Pheasant Coucal mudah dikenali saat bergerak di antara vegetasi padang rumput.

2. Tidak menitipkan telur pada burung lain

burung centropus phasianinus (inaturalist.org/dawolef)

Sebagian besar spesies kukuk dikenal sebagai parasit sarang yang meletakkan telur mereka di sarang burung lain. Namun, Pheasant Coucal merupakan pengecualian yang menarik karena membangun sarangnya sendiri. Sarang biasanya dibuat dari rumput dan dedaunan yang disusun membentuk kubah di vegetasi yang rapat.

Dilansir Birds in Backyards, setelah bertelur, pasangan burung ini akan mengerami telur dan merawat anak-anaknya hingga mandiri. Perilaku tersebut sangat berbeda dibandingkan kebanyakan anggota keluarga kukuk. Karena itulah Pheasant Coucal sering dianggap sebagai salah satu kukuk paling unik di dunia.

3. Lebih sering berjalan atau berlari daripada terbang

burung centropus phasianinus (inaturalist.org/williambennett75)

Meskipun memiliki kemampuan terbang yang baik, Pheasant Coucal lebih sering bergerak dengan berjalan atau berlari di atas tanah. Dilansir eBird, burung ini biasanya menyelinap melalui rumput tinggi dan semak-semak saat mencari makanan. Kebiasaan tersebut membuatnya lebih sering terdengar daripada terlihat oleh pengamat burung.

Saat merasa terancam, Pheasant Coucal biasanya memilih bersembunyi di vegetasi rapat daripada langsung terbang jauh. Jika terpaksa terbang, gerakannya cenderung pendek dan berat sebelum kembali turun ke tanah. Perilaku ini menunjukkan adaptasinya sebagai penghuni habitat dengan tutupan vegetasi yang lebat.

4. Betina lebih besar dan lebih dominan daripada jantan

burung centropus phasianinus (inaturalist.org/Philip Griffin)

Pheasant Coucal memiliki pola reproduksi yang tidak biasa dibandingkan banyak spesies burung lainnya. Dilansir OzAnimals.com, betina umumnya berukuran lebih besar dan lebih agresif daripada jantan. Dalam beberapa kasus, betina bahkan dapat kawin dengan lebih dari satu jantan selama musim berkembang biak.

Sementara itu, jantan memegang peran penting dalam proses pengasuhan anak. Ia membantu mengerami telur dan menjaga anak-anak setelah menetas. Pembagian peran seperti ini tergolong jarang ditemukan pada burung dan menjadi salah satu aspek paling menarik dari kehidupan Pheasant Coucal.

5. Pemangsa oportunis dengan makanan yang beragam

burung centropus phasianinus (inaturalist.org/Todd Burrows)

Pheasant Coucal merupakan predator oportunis yang memanfaatkan berbagai sumber makanan yang tersedia di habitatnya. Makanan utamanya meliputi serangga besar seperti belalang dan jangkrik, tetapi ia juga memangsa katak, kadal, serta hewan kecil lainnya. Kemampuan berburu ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem tempatnya hidup.

Selain itu, burung ini terkadang memakan telur atau anakan burung lain jika mendapat kesempatan. Paruhnya yang kuat memungkinkan Pheasant Coucal menangani mangsa yang relatif besar dibanding ukuran tubuhnya. Pola makan yang fleksibel membuatnya mampu bertahan di berbagai jenis habitat, mulai dari lahan basah hingga padang rumput terbuka.

Pheasant Coucal adalah contoh menarik bagaimana satu spesies dapat berbeda jauh dari stereotip keluarganya sendiri. Burung ini tidak hanya memiliki ukuran besar dan penampilan mencolok, tetapi juga perilaku reproduksi yang unik serta kebiasaan hidup yang lebih banyak dilakukan di daratan. Dengan berbagai keistimewaan tersebut, Pheasant Coucal menjadi salah satu burung paling menarik yang menghuni bentang alam Australia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article