Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Tak Terduga Santuari Las Lajas, Gereja di Atas Jurang

5 Fakta Tak Terduga Santuari Las Lajas, Gereja di Atas Jurang
Santuari Las Lajas (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Santuari Las Lajas berdiri megah di atas ngarai Sungai Guáitara, memadukan arsitektur neo-Gotik dengan keindahan alam pegunungan Andes yang dramatis.
  • Asal-usul gereja ini berakar dari legenda tahun 1754 tentang mukjizat Bunda Maria yang membuat seorang anak bisu-tuli berbicara dan hidup kembali.
  • Pembangunan gereja dimulai tahun 1916 dan selesai 1949, lalu dianugerahi status basilika minor serta dinobatkan sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Kolombia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jauh di jantung pegunungan Andes Kolombia bagian selatan, berdiri sebuah mahakarya arsitektur yang seolah menentang gravitasi, Santuari Las Lajas. Gereja neo-Gotik yang megah ini bukan hanya bangunan ibadah biasa, melainkan keajaiban yang menyatu sempurna dengan lanskap alam. Terletak di tengah Nariño, dekat perbatasan Ekuador, Las Lajas sering disebut sebagai gereja terindah di dunia, menarik peziarah dan wisatawan dari berbagai penjuru bumi sejak abad ke-17.

Bangunan ini menjulang di atas Ngarai Sungai Guáitara, seolah menjadi jembatan sakral di atas jurang yang dalam. Keberadaannya yang menakjubkan ini bukan tanpa alasan, melainkan berakar kuat pada serangkaian peristiwa ajaib yang diyakini terjadi berabad-abad lalu. Dari penampakan Bunda Maria hingga penyembuhan yang tak terduga, setiap sudut gereja ini adalah saksi bisu akan iman, kegigihan, dan misteri yang tak terpecahkan.

1. Terletak di jurang Sungai Guáitara, membelah dua tebing curam

potret Santuari Las Lajas dari udara
potret Santuari Las Lajas dari udara (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Salah satu hal yang paling mencengangkan dari Santuari Las Lajas adalah lokasinya yang luar biasa. Gereja ini dibangun persis di dalam ngarai Sungai Guáitara, menempel pada tebing-tebing curam dan menghubungkan dua sisi jurang dengan jembatan batu yang elegan. Kamu bisa membayangkan bagaimana gereja ini berdiri tegak, menjulang sekitar 100 hingga 150 meter di atas dasar sungai yang mengalir deras di bawahnya.

Konstruksi yang berani ini menjadikannya salah satu gereja paling unik di dunia. Bayangkan saja, arsitekturnya yang bergaya neo-Gotik dengan menara-menara runcingnya berpadu harmonis dengan hijaunya pepohonan dan suara gemuruh air terjun di sekelilingnya. Ini bukan sekadar bangunan, tapi perpanjangan dari alam itu sendiri, sebuah "mukjizat Tuhan di atas jurang" seperti yang sering disebut banyak orang.

2. Berawal dari legenda Maria dan anaknya yang bisu-tuli

Santuari Las Lajas
Santuari Las Lajas (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Kisah Santuari Las Lajas dimulai dengan sebuah legenda yang menyentuh hati pada tahun 1754. Alkisah, seorang perempuan pribumi bernama Maria Meneses de Quiñones dan putrinya, Rosa, yang terlahir bisu dan tuli, sedang mencari perlindungan dari badai petir di ngarai. Saat itu, mereka bersembunyi di antara bebatuan besar yang disebut "lajas".

Tiba-tiba, Rosa berseru, "Ibu, Bunda itu memanggilku!" seraya menunjuk ke arah tebing. Ini adalah kali pertama Rosa bisa berbicara. Beberapa hari kemudian, Rosa jatuh sakit parah dan meninggal dunia. Maria yang hancur membawa jenazah putrinya kembali ke tempat mukjizat itu terjadi, berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Bunda Maria. Ajaibnya, Rosa kembali hidup! Peristiwa luar biasa inilah yang menjadi pemicu pembangunan tempat suci yang kini kita kenal.

3. Pembangunan gereja yang fantastis memakan waktu puluhan tahun

Santuari Las Lajas
Santuari Las Lajas (GameOfLight, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Membangun gereja sebesar Santuari Las Lajas di lokasi yang sedemikian menantang tentu bukan perkara mudah. Butuh waktu puluhan tahun untuk mewujudkan visi megah ini. Pembangunan gereja yang sekarang dimulai pada 1 Januari 1916, dengan peletakan batu pertama.

Proyek kolosal ini baru rampung dan diresmikan pada 20 Agustus 1949, memakan waktu lebih dari 33 tahun! Pendanaan pembangunan sepenuhnya berasal dari sumbangan jemaat lokal yang beriman kuat. Lokasinya yang sulit dijangkau dan topografi yang ekstrem menjadikan setiap tahapan konstruksi penuh tantangan, namun hasilnya adalah sebuah keajaiban arsitektur yang berdiri kokoh dan indah di tengah alam liar Kolombia.

4. Gambar Bunda Maria misterius tanpa tahu siapa senimannya

potret interior Santuari Las Lajas
potret interior Santuari Las Lajas (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Di balik altar utama Santuari Las Lajas, terdapat sebuah gambar Bunda Maria yang misterius. Gambar ini tidak dilukis di atas kanvas atau diukir di batu yang dipindahkan, melainkan secara ajaib muncul di permukaan dinding batu asli ngarai. Hingga kini, tidak ada seorang pun yang tahu siapa seniman di balik karya sakral ini.

Ketika Maria Meneses membawa seorang pastor dan warga lokal ke lokasi mukjizat, mereka menemukan gambar Bunda Maria dan Yesus yang terukir alami di dinding batu. Gambar inilah yang menjadi pusat spiritual gereja dan menarik ribuan peziarah setiap tahunnya. Banyak yang meyakini bahwa gambar ini adalah bukti nyata campur tangan ilahi, yang semakin menambah aura mistis dan kesakralan Santuari Las Lajas.

5. Dianugerahi status basilika minor dan jadi keajaiban Kolombia

Santuari Las Lajas
Santuari Las Lajas (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Keindahan dan kisah-kisah mukjizat di Santuari Las Lajas tidak luput dari perhatian dunia. Pada tahun 1952, hanya tiga tahun setelah gereja selesai dibangun, Paus menganugerahi gambar Bunda Maria di dalamnya dengan dekrit penobatan kanonik. Dua tahun kemudian, pada tahun 1954, gereja ini secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi basilika minor oleh Gereja Katolik, mengakui pentingnya tempat ini bagi iman Katolik.

Tak hanya pengakuan religius, Santuari Las Lajas juga mendapat pengakuan nasional atas keunikan dan keindahannya. Pada tahun 1984, gereja ini dinyatakan sebagai Monumen Nasional Kolombia. Bahkan, dalam sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh surat kabar terkemuka "El Tiempo", Santuari Las Lajas terpilih sebagai salah satu dari "7 Keajaiban Kolombia" pada tahun 2006, menempati posisi kedua setelah Katedral Garam Zipaquirá yang tak kalah spektakuler.

Santuari Las Lajas benar-benar membuktikan bahwa keajaiban bisa terwujud dalam berbagai bentuk, baik melalui mukjizat spiritual maupun keindahan arsitektur yang memukau. Jadi, jika kamu mencari destinasi yang memadukan keajaiban alam, sejarah yang kaya, dan arsitektur yang menakjubkan, gereja di atas jurang ini wajib masuk daftar perjalananmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More