Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa yang Terjadi kalau Kamu Berdiri di Venus?

Apa yang Terjadi kalau Kamu Berdiri di Venus?
ilustrasi Venus (commons.wikimedia.org/Burkhard Mücke)
Intinya Sih
  • Tekanan dan suhu ekstrem di Venus dapat menghancurkan tubuh manusia dalam waktu sangat singkat.

  • Atmosfer Venus hampir seluruhnya terdiri dari karbon dioksida sehingga tidak bisa dihirup manusia.

  • Awan Venus mengandung asam sulfat pekat yang sangat korosif bagi tubuh dan material biasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Venus sering disebut sebagai planet kembaran Bumi karena ukuran dan massa keduanya yang mirip. Dari luar angkasa, planet ini tampak cerah dan tenang diselimuti awan putih tebal. Namun, kondisi di balik lapisan awan itu sangat berbeda dari apa yang terlihat.

Permukaan Venus jadi salah satu tempat yang paling ekstrem di tata surya kita. Setiap parameter fisik di sana, mulai dari suhu hingga tekanan, berada jauh di luar batas toleransi biologi manusia. Lalu, apa yang terjadi kalau kamu berdiri di Venus? Ini jawabannya!

1. Tekanan atmosfer Venus akan menghancurkan tubuh seketika

ilustrasi atmosfer Venus
ilustrasi atmosfer Venus (commons.wikimedia.org/Andrea Pittalis)

Tekanan di permukaan Venus mencapai sekitar 92 atmosfer. Angka itu setara dengan tekanan yang dirasakan di kedalaman sekitar 900 meter di bawah permukaan laut. Tubuh manusia di permukaan bumi dirancang untuk bertahan pada tekanan 1 atmosfer saja. Organ dalam, rongga paru-paru, dan pembuluh darah tidak punya mekanisme untuk menahan beban tekanan sebesar itu.

Dalam kondisi tekanan 92 atmosfer tanpa perlindungan, paru-paru akan kolaps hampir seketika karena gak mampu mengembang melawan tekanan luar. Rongga-rongga udara di dalam tubuh, seperti sinus dan telinga bagian dalam, akan remuk dalam hitungan detik. Bahkan, baja biasa bisa mengalami deformasi pada tekanan setinggi itu jika dinding strukturnya tidak dirancang khusus. Wahana luar angkasa Soviet Venera yang mendarat di Venus pada 1970-an saja hanya mampu bertahan sekitar 1 jam sebelum akhirnya hancur oleh tekanan dan panas.

2. Suhu 465 derajat celsius akan membakar jaringan tubuh secara langsung

ilustrasi Venus
ilustrasi Venus (commons.wikimedia.org/Sbb1413)

Suhu rata-rata permukaan Venus sekitar 465 derajat celsius dan berlangsung konstan sepanjang waktu. Suhu itu jauh melampaui titik didih air yang hanya 100 derajat celsius. Protein dalam sel tubuh manusia mulai mengalami denaturasi, kerusakan struktur permanen, pada suhu di atas sekitar 40 derajat celsius. Pada suhu 465 derajat, proses itu terjadi secara masif dan instan di seluruh jaringan tubuh secara bersamaan.

Lemak tubuh akan mencair dan menguap. Cairan dalam sel akan mendidih dan menghancurkan membran sel dari dalam. Jaringan kulit, otot, dan organ akan mengalami karbonisasi, proses yang secara kimia mirip dengan pembakaran material organik. Suhu ini bahkan cukup untuk melelehkan logam, seperti timah dan timbal, dua material yang dalam konteks industri sudah dianggap memiliki titik leleh yang relatif rendah.

3. Atmosfer Venus tidak mengandung oksigen yang bisa dihirup

ilustrasi Venus
ilustrasi Venus (commons.wikimedia.org/Kevin M. Gill)

Atmosfer Venus tersusun dari sekitar 96 persen karbon dioksida dan sekitar 3,5 persen nitrogen. Sisa persentasenya diisi oleh gas-gas lain, seperti sulfur dioksida dan argon. Oksigen dalam bentuk yang bisa digunakan untuk respirasi manusia hampir tidak ada sama sekali di sana. Menghirup atmosfer Venus, bahkan dalam jumlah kecil, akan langsung menyebabkan hipoksia akut dan kerusakan paru-paru secara bersamaan.

Karbon dioksida dalam konsentrasi tinggi bersifat toksik bagi sistem pernapasan manusia. Di Bumi, kadar CO2 di atas 10 persen di udara sudah bisa menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan menit. Di Venus, konsentrasinya hampir sepuluh kali lipat dari ambang batas berbahaya itu. Ini berarti bahkan sebelum tekanan atau suhu sempat bekerja penuh, sistem pernapasan sudah berhenti berfungsi.

4. Awan Venus mengandung asam sulfat yang sangat korosif

ilustrasi Venus
ilustrasi Venus (commons.wikimedia.org/Kevin Gill)

Lapisan awan tebal yang menyelimuti Venus bukan terbuat dari uap air seperti awan di Bumi. Awan itu tersusun dari tetesan asam sulfat pekat dengan konsentrasi antara 75 hingga 96 persen. Asam sulfat pada konsentrasi itu bersifat sangat korosif dan mampu merusak jaringan organik maupun material anorganik dengan cepat. Kontak langsung dengan asam sulfat pekat di Bumi saja sudah menyebabkan luka bakar kimia yang serius dalam hitungan detik.

Di Venus, tetesan asam itu tersebar di lapisan atmosfer antara ketinggian 45 hingga 70 kilometer di atas permukaan. Wahana yang melewati lapisan ini harus dilapisi material tahan asam yang sangat khusus. Bagi tubuh manusia tanpa perlindungan apa pun, melewati lapisan awan Venus berarti mengalami korosi kimia di seluruh permukaan tubuh secara serentak. Material pakaian biasa, logam umum, bahkan beberapa jenis plastik akan terurai dalam paparan asam sulfat pekat dalam waktu singkat.

Venus membuktikan bahwa kemiripan ukuran dan massa dengan Bumi tidak ada hubungannya dengan kelayakan huni. Tekanan, suhu, komposisi atmosfer, dan kimia awannya bekerja secara bersamaan membentuk lingkungan yang secara aktif menghancurkan material organik. Sampai sekarang, belum ada teknologi yang mampu membuat manusia bertahan hidup di permukaan Venus lebih dari beberapa menit.

Referensi
"What Would It Be Like to Live on Venus?". Space. Diakses April 2026.
"What would it be like to stand on the surface of Venus?". The Planetary Society. Diakses April 2026.
"What would it feel like to walk on Venus's surface?". Space Exploration. Diakses April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More
Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

08 Mei 2026, 18:05 WIBScience