Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Warna Bulu Kucing Bisa Berubah saat Usia Tua?

Kenapa Warna Bulu Kucing Bisa Berubah saat Usia Tua?
ilustrasi memelihara kucing (unsplash.com/Michael Sum)

Sama seperti manusia, kucing juga mengalami perubahan warna bulu ketika sudah tua. Jika diperhatikan, saat masih muda bulu kucing tampak berkilau dan lebat, namun memasuki usia tua bulunya kian lebih kasar dan warnanya memudar.

Warna bulu kucing bisa berubah secara alami. Semua kucing akan mengalami fase ini. Meski begitu, untuk meminimalisir perubahan yang tidak terlalu mencolok, pemilik kucing bisa melakukan perawatan yang lebih teliti, mulai dari penggunaan sampo hingga asupan nutrisi. Untuk lebih jelasnya, simaklah artikel berikut ini!

1. Perubahan bulu kucing yang berkaitan dengan usia

Kucing scottish fold
Kucing Scottish Fold (pexels.com/Karolis)

Warna bulu kucing ditentukan oleh genetika, dengan adanya gen spesifik yang mengontrol produksi pigmen. Melanin, yang diproduksi dalam dua bentuk, yaitu eumelanin (hitam atau cokelat) dan pheomelanin (merah atau kuning), menentukan warna bulu kucing. Bulu abu-abu, yang biasa terlihat pada ras Russian Blue, dihasilkan dari gen pengencer yang mencerahkan pigmen hitam.

Faktor genetik sendiri meliputi gen pengenceran, yang mana bentuk resesif mengencerkan warna hitam menjadi abu-abu atau merah menjadi krem. Gen agouti, yang mengontrol pola garis-garis, memengaruhi seberapa banyak warna abu-abu muncul pada kucing. Kemudian gen bercak putih, dapat menyebabkan bercak putih yang mungkin disalahartikan sebagai pemutihan bulu kucing seiring bertambahnya usia.

Terlepas dari gen tersebut, bulu-bulu kucing juga akan memutih atau berubah menjadi abu-abu seiring bertambahnya usia. Pemutihan bulu kucing ini adalah hal yang normal pada penuaan pada kucing, yang terkait dengan penurunan aktivitas melanosit, yaitu sel-sel yang bertanggung jawab untuk memproduksi pigmen. Kucing yang usianya 10 tahun lebih, biasanya menunjukkan perubahan mencolok pada sekitar wajah, khususnya kumis.

Perubahan bulu yang umum terjadi seiring bertambahnya usia akan terlihat pada rambut yang mulai beruban atau putih, perubahan warna ini terjadi karena menurunnya produksi melanin yang menyebabkan rambut menjadi lebih terang. Bulu kucing juga terlihat lebih menipis seiring bertambahnya usia, dan adanya perubahan tekstur bulu yang terasa lebih kasar atau kurang mengkilap.

2. Faktor lain yang menyebabkan perubahan warna bulu kucing

Kucing
Kucing (pexels.com/Thu Dung Ngyen)

Perubahan warna bulu bisa sepenuhnya normal pada kucing, tetapi juga bisa menjadi tanda bahaya dari masalah yang lebih serius. Itulah mengapa penting untuk mempelajari faktor apa saja yang memengaruhi warna bulu kucing selain karena bertambahnya usia. Jadi, sebelum memvonis kucing kamu sakit dan bulunya berubah warna, yuk, cari tahu dulu faktor yang memengaruhi perubahan warnanya:

  • Genetika

Genetik dapat menyebabkan perubahan warna bulu pada kucing. Misalnya pada kucing Siam. Anak kucing Siam lahir berwarna putih dan tidak mendapatkan coraknya sampai mereka dewasa. Kemudian, kucing ras Burma, yang warnanya cenderung cokelat kemerahan, di mana warna merah di bagian atas kepala dan punggung berkembang seiring bertambahnya usia. Perubahan yang demikian tidak perlu dikhawatirkan, karena normal peran dari genetik.

  • Suhu dan penekanan melanin

Dilansir Catster, kucing Siam adalah hewan yang menarik dengan ciri khas berupa pigmen pada bagian tubuh tertentu, seperti cakar, ekor, dan telinga. Pewarnaan ini cukup sensitif terhadap suhu karena mutasi pada enzim tirosinase, yang bertanggung jawab memproduksi melanin. Mutasi ini berarti bahwa melanin hanya dapat diproduksi pada suhu di bawah 36 °C/96,8 °F, yaitu pada bagian ujung tubuh hewan. Itulah mengapa bagian kaki, telinga, wajah, dan ekor kucing siam dominan berwarna gelap dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya yang berwarna terang.

  • Penyakit

Kasus penyakit yang menyebabkan perubahan bulu pada kucing cukup jarang terjadi, namun pada ras Siam rentan mengalami vitiligo, yakni gangguan kulit autoimun yang ditandai dengan depigmentasi kulit simetris. Vitiligo pada kucing biasanya muncul saat usia dewasa muda, dan perkembangannya bertahap, dengan area depigmentasi pertama kali muncul di wajah hewan.

Penyakit dapat menyebabkan perubahan lain pada bulu kucing, misalnya, kucing yang menderita hipertiroidisme akan menunjukkan gejala bulu yang kusam dan kusut hingga perubahan warna. Namun, banyak dari perubahan warna ini disebabkan oleh kondisi yang buruk atau folikel rambut yang lebih rapuh.

  • Gizi buruk

Nutrisi yang buruk dapat merusak bulu dan penampilan kucing. Bulu kucing yang kekurangan tirosin dan fenilalanin, dua asam amino, dapat berubah dari hitam menjadi cokelat kemerahan. Hal ini karena asam amino digunakan dalam sintesis melanin. Menariknya, warna aslinya akan kembali ketika hewan diberi tirosin dan fenilalanin dalam jumlah yang cukup.

Kucing yang kekurangan seng juga dapat mengalami kerontokan bulu serta lesi kulit lainnya, sedangkan kekurangan tembaga dapat mengakibatkan kerontokan rambut yang tidak merata dan hilangnya pigmentasi rambut normal.

  • Paparan sinar matahari

Terlalu sering terpapar sinar matahari dapat memberikan efek kerusakan pada bilu kucing. Radiasi UV ini dapat memudarkan warna dan membuatnya tampak kusam atau pucat.

3. Tips menjaga kesehatan bulu kucing

ilustrasi kucing persia
ilustrasi kucing persia (pexels.com/Lynn Elder)

Memastikan bulu kucing tetap sehat dan berkilau tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemiliknya. Nah, agar kucing peliharaan kamu warna bulunya anti pudar, cobalah ikuti tips-tips di bawah ini:

  • Sisir bulu kucing secara rutin

Menyisir bulu kucing juga bertujuan memisahkan bulu yang rontok dari bulu kucing yang masih bagus. Kucing memang dapat menyisir bulunya sendiri dengan mengandalkan lidah, namun jangkauannya kurang dalam, sehingga tidak semua bulu yang rontok dapat terangkat.

  • Memandikan kucing

Memandikan kucing adalah salah satu kunci agar bulunya tetap sehat dan berkilau. Terlebih jika kucing kamu senang berguling di permukaan tanah atau bermain-main di luar rumah.

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Untuk mendapatkan bulu yang sehat, kucing harus tumbuh di lingkungan yang mendukungnya untuk tetap bersih dan sehat. Mulailah dengan membersihkan kandang secara rutin agar kotoran tidak menempel pada bulunya. Dengan lingkungan yang terjaga, kucing kamu dapat terhindar dari bakteri dan kuman yang dapat merusak bulunya.

  • Perhatikan asupan makanannya

Pemberian makanan juga memengaruhi kesehatan bulu kucing. Berikan makanan yang sehat dengan nutrisi seimbang, khususnya makanan tinggi protein, gluten free, dan rendah garam. Memberi makanan yang rendah nutrisi dapat menyebabkan kerontokan bulu.

  • Gunakan shampo yang lembut

Meskipun kucing sangat pandai membersihkan diri sendiri, mandi sesekali dapat membantu menjaga kulit dan bulunya dalam kondisi terbaik. Gunakan sampo hipoalergenik dan pelembap untuk menghindari hilangnya minyak alami pada bulu mereka. Jangan sesekali menggunakan sampo manusia untuk kucing.

Jadi, warna bulu kucing bisa berubah adalah hal yang normal, terlebih jika perubahan itu terjadi karena bertambahnya usia. Kondisi ini disebabkan oleh sel penghasil pigmen atau melanosit di folikel bulu kucing yang fungsinya melambat seiring bertambahnya umur. Kamu bisa melakukan perawatan rutin dan menjaga asupan makan demi menjaga bulu tetap sehat dan berkilau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More

7 Alasan Gorila Suka Memukul Dada

11 Mei 2026, 18:15 WIBScience