Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Unik Fatehpur Sikri, Kota Kemenangan yang Ditinggalkan!

5 Fakta Unik Fatehpur Sikri, Kota Kemenangan yang Ditinggalkan!
Fatehpur Sikri (commons.wikimedia.org/(WT-shared) Shirin tejani at wts wikivoyage)
Intinya Sih
  • Fatehpur Sikri dibangun oleh Kaisar Akbar pada abad ke-16 sebagai simbol kemenangan dan rasa syukur atas kelahiran putranya, sekaligus menjadi ibu kota baru Kekaisaran Mughal.
  • Kota ini hanya berfungsi sekitar 15 tahun sebelum ditinggalkan akibat masalah pasokan air dan kebutuhan politik, meninggalkan bangunan megah yang kini kosong tanpa penghuni.
  • Arsitektur Fatehpur Sikri memadukan unsur Islam, Hindu, dan Persia; kini diakui UNESCO sebagai warisan dunia serta menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fatehpur Sikri adalah kota bersejarah di India yang menyimpan kisah kejayaan sekaligus misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan. Kota ini pernah berdiri megah sebagai ibu kota Kekaisaran Mughal, lalu ditinggalkan begitu saja.

Perjalanan kota ini erat kaitannya dengan ambisi besar seorang kaisar dan keyakinan yang ia pegang. Dari kejayaan yang sempat dirasakan hingga keputusan untuk pergi. Biar gak penasaran, yuk simak lima fakta tentang kota yang dijuluki “Kota Kemenangan” ini!

1. Dibangun oleh Kaisar Akbar sebagai simbol kemenangan

Fatehpur Sikri
Fatehpur Sikri (pixabay.com/DEZALB)

Fatehpur Sikri dibangun oleh Kaisar Mughal terkenal, Akbar the Great, pada paruh kedua abad ke-16. Pusat pemerintahan kota ini dibangun mulai tahun 1571, setelah Akbar memenangkan berbagai pertempuran penting di wilayah India utara. Nama “Fatehpur” sendiri berarti “Kota Kemenangan,” yang mencerminkan keberhasilan militer sang kaisar.

Ada cerita menarik di balik keputusan memilih lokasi ini. Dilansir Sri Chinmoy Library, Akbar menaruh hormat besar pada seorang sufi bernama Salim Chishti yang tinggal di kawasan berbatu dekat desa Sikri. Ia datang langsung dan memohon agar sang sufi berdoa kepada Allah atas namanya supaya dikaruniai seorang putra. Doa itu diyakini terkabul, dan sebagai ungkapan syukur, Akbar memindahkan pusat pemerintahannya yang sebelumnya berada di Agra ke Fatehpur Sikri.

2. Hanya menjadi ibu kota selama 14-15 tahun

Fatehpur Sikri
Fatehpur Sikri (unsplash.com/Naveen Kumar Dusi)

Meski dibangun dengan megah dan penuh perencanaan, Fatehpur Sikri hanya berfungsi sebagai ibu kota selama kurang lebih 14-15 tahun. Setelah itu, sekitar tahun 1585, Akbar memutuskan meninggalkan Fatehpur Sikri. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat skala pembangunan serta sumber daya yang telah dihabiskan.

Banyak sejarawan mengaitkan kejadian ini dengan masalah air yang tak kunjung teratasi. Letaknya yang berada di daerah kering menyulitkan suplai air bagi penduduk dalam jumlah besar. Situasi politik juga menuntut pusat kekuasaan lebih dekat ke wilayah perbatasan. Akhirnya, Fatehpur Sikri ditinggalkan, menyisahkan bangunan megah yang dibiarkan kosong tanpa penghuni.

3. Arsitekturnya perpaduan beragam budaya

Buland Darwaza
Buland Darwaza (commons.wikimedia.org/SK Desai)

Fatehpur Sikri dikenal karena gaya arsitekturnya yang unik dan kaya akan pengaruh budaya. Bangunan-bangunannya menggabungkan elemen arsitektur Islam, Hindu, dan Persia dalam satu kesatuan yang harmonis. Hal ini mencerminkan pendekatan Akbar yang inklusif terhadap berbagai budaya dan agama.

Salah satu bangunan paling populer di kompleks ini adalah Buland Darwaza, gerbang raksasa yang merupakan simbol kemenangan Akbar. Ada pula Diwan-i-Khas dan Panch Mahal yang menunjukkan detail arsitektur sangat rumit. Tak heran, Fatehpur Sikri kini menjadi situs warisan dunia UNESCO.

4. Tata kota yang sudah terpikir jauh ke depan

Fatehpur Sikri
Fatehpur Sikri (pixabay.com/Makalu)

Fatehpur Sikri tidak dibangun asal-asalan. Area pemerintahan, tempat tinggal, hingga ruang ibadah diatur dengan pola yang rapi. Jalur penghubung antar bangunan dirancang supaya aktivitas berjalan lancar. Bahkan ruang terbuka juga diperhitungkan untuk interaksi sosial. Dari sini, terlihat kalau Fatehpur Sikri dirancang dengan visi besar, bukan sekadar proyek sesaat.

Pada masa itu, ada upaya pengelolaan air yang cukup maju. Sistem penampungan dan distribusi sudah diterapkan, walau hasilnya belum maksimal. Keterbatasan inilah yang kemudian ikut memengaruhi keberlangsungan kota tersebut.

5. Dari kota sepi jadi destinasi dunia

Fatehpur Sikri
Fatehpur Sikri (pexels.com/Shantanu Goyal)

Saat ini, Fatehpur Sikri masuk dalam daftar warisan dunia yang diakui UNESCO sejak 1986. Pengakuan tersebut datang berkat nilai sejarah dan arsitekturnya yang luar biasa. Meski tak lagi dihuni, kondisi bangunannya masih terjaga dengan baik.

Wisatawan dari berbagai negara datang untuk melihat langsung sisa kejayaan Fatehpur Sikri. Suasana disini cenderung tenang, berbeda dengan kota wisata lain. Lorong-lorong sepinya justru menghadirkan rasa penasaran tersendiri.

Nah, itulah lima fakta tentang Fatehpur Sikri yang penuh cerita dari masa lampau. Kalau kamu tertarik dengan sejarah dan arsitektur, tempat ini layak masuk daftar kunjunganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More