Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta San Pedro de Atacama, Kota Oase di Gurun Terkering di Bumi

5 Fakta San Pedro de Atacama, Kota Oase di Gurun Terkering di Bumi
kota oase San Pedro de Atacama (commons.wikimedia.org/Ana Raquel Hernandes)
Intinya Sih
  • San Pedro de Atacama berada di Gurun Atacama, salah satu wilayah paling kering di dunia, namun tetap menampilkan lanskap alami yang memukau dengan warna-warna khas gurun.
  • Kawasan ini memiliki geyser aktif El Tatio di ketinggian sekitar 4.000 meter dan laguna asin yang menjadi habitat flamingo di tengah lingkungan ekstrem.
  • Penduduk lokal beradaptasi dengan kondisi kering melalui pemanfaatan air bawah tanah, energi matahari, serta pariwisata, sementara situs kuno Pukará de Quitor menunjukkan sejarah panjang hunian manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu membayangkan sebuah tempat yang hampir tidak pernah diguyur hujan, tetapi tetap dihuni dan memiliki kehidupan yang berjalan? Kondisi tersebut dapat ditemukan di San Pedro de Atacama, sebuah wilayah di Gurun Atacama yang terletak di utara Chile dan dikenal dengan lingkungan alamnya yang ekstrem.

Di balik kondisi yang kering tersebut, kawasan ini menyimpan berbagai fakta menarik, mulai dari fenomena alam hingga kehidupan manusia yang mampu beradaptasi. Yuk, simak beberapa fakta uniknya berikut ini.

1. Salah satu wilayah terkering di dunia

lanskap Gurun Atacama yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia.
lanskap Gurun Atacama yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia. (pexels.com/Marek Piwnicki)

Gurun Atacama, tempat San Pedro de Atacama berada, dikenal sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia. Bahkan, beberapa bagian gurun ini diyakini hampir tidak pernah mengalami hujan berdasarkan bukti geologis. Kondisi ini menjadikan Atacama sebagai salah satu lingkungan paling ekstrem di bumi.

Di tengah kondisi yang sangat kering tersebut, lanskap Atacama tetap terlihat menarik dengan warna-warna alami seperti merah, cokelat, dan oranye yang muncul saat matahari terbit dan terbenam. Meski tampak tandus, keunikan inilah yang membuat kawasan ini sering dianggap sebagai contoh nyata betapa beragamnya bentuk alam di bumi.

2. Rumah bagi geyser aktif di ketinggian

semburan uap panas dari geyser El Tatio di kawasan dataran tinggi.
semburan uap panas dari geyser El Tatio di kawasan dataran tinggi. (commons.wikimedia.org/Anna Fiofilova)

Di sekitar San Pedro de Atacama terdapat kawasan geyser aktif yang dikenal sebagai El Tatio. Geyser ini merupakan area panas bumi yang berada di ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut, sehingga termasuk salah satu ladang geyser tertinggi di dunia. Dari dalam tanah, air panas dan uap keluar ke permukaan membentuk semburan yang cukup besar.

Aktivitas geyser biasanya mencapai puncaknya pada pagi hari, sekitar pukul 05.30 hingga 07.30, ketika suhu udara masih sangat rendah. Pada waktu tersebut, semburan uap dapat terlihat lebih jelas dan bahkan mencapai ketinggian hingga sekitar 10 meter.

3. Habitat flamingo di tengah gurun

keberadaan flamingo di kawasan Reserva Nacional Los Flamencos.
keberadaan flamingo di kawasan Reserva Nacional Los Flamencos. (commons.wikimedia.org/Carlos Urzua)

Di sekitar San Pedro de Atacama, terdapat laguna asin yang menjadi tempat hidup flamingo. Air di laguna ini mengandung banyak mineral dan mikroorganisme seperti alga, yang menjadi sumber makanan bagi flamingo. Kondisi ini memungkinkan flamingo tetap dapat hidup meskipun berada di lingkungan gurun yang sangat kering.

Salah satu lokasi utama untuk melihat flamingo adalah Reserva Nacional Los Flamencos, yang melindungi habitat alami mereka. Di kawasan ini, flamingo hidup di perairan dangkal dengan latar belakang gurun dan pegunungan, sehingga menciptakan pemandangan yang unik dan berbeda dari habitat burung pada umumnya.

4. Penduduknya beradaptasi dengan lingkungan ekstrem

suasana kehidupan warga di San Pedro de Atacama yang mampu beradaptasi dengan kondisi alam.
suasana kehidupan warga di San Pedro de Atacama yang mampu beradaptasi dengan kondisi alam. (commons.wikimedia.org/fflemingl)

Meskipun berada di lingkungan gurun yang sangat kering, masyarakat di sekitar San Pedro de Atacama tetap dapat bertahan hidup. Mereka memanfaatkan sumber air bawah tanah yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mendukung kehidupan di wilayah tersebut.

Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut, masyarakat setempat menggunakan cara-cara sederhana seperti sistem irigasi untuk bercocok tanam. Selain itu, mereka juga memanfaatkan energi matahari dan mengandalkan kegiatan pariwisata sebagai salah satu sumber penghasilan.

5. Terdapat situs benteng kuno di tengah gurun

situs benteng kuno Pukará de Quitor yang berada di dekat San Pedro de Atacama.
situs benteng kuno Pukará de Quitor yang berada di dekat San Pedro de Atacama. (commons.wikimedia.org/Vessna)

Tidak jauh dari San Pedro de Atacama, terdapat situs benteng kuno yang dikenal sebagai Pukará de Quitor. Benteng ini dibangun sekitar abad ke-12 di lereng bukit dengan posisi yang strategis, sehingga dapat digunakan sebagai tempat pertahanan oleh masyarakat pada masa itu.

Benteng ini tersusun dari batu-batu yang disusun menggunakan tanah sebagai perekat. Meskipun telah berusia ratusan tahun, sisa-sisa bangunannya masih dapat dilihat hingga sekarang. Keberadaan Pukará de Quitor menunjukkan bahwa wilayah gurun yang tampak keras ini telah dihuni dan dimanfaatkan manusia sejak lama.

Dari kelima fakta di atas, San Pedro de Atacama memperlihatkan bagaimana alam dan kehidupan dapat berjalan berdampingan di tengah kondisi yang ekstrem. Berbagai fenomena yang ada di kawasan ini menjadi gambaran bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More