5 Lembah di Pegunungan Himalaya, Spot Pendakian yang Curam dan Dingin

- Lima lembah di Pegunungan Himalaya—Nubra, Mustang, Zanskar, Langtang, dan Tsum—menawarkan pemandangan menakjubkan serta jalur pendakian ekstrem dengan keindahan alam yang masih alami.
- Setiap lembah memiliki ciri khas unik: dari unta bactria di Nubra, gua bersejarah di Mustang, hingga biara kuno di Zanskar dan satwa langka seperti panda merah di Langtang.
- Lembah-lembah ini juga menjadi pusat spiritual Buddhisme Tibet dengan situs suci seperti Mu Gompa dan Gua Milarepa, memperlihatkan perpaduan budaya dan keagamaan yang kuat di kawasan Himalaya.
Lembah adalah wilayah rendah yang berada di zona perbukitan dan pegunungan. Lembah biasanya memanjang dan dialiri oleh sungai.
Topografi lembah beragam dibalut dalam satu ekosistem besar: ada tanah subur, hutan, padang rumput dll. Tentu, lembah juga dihuni oleh makhluk hidup seperti hewan liar dan manusia dengan bertengger huniannya.
Himalaya adalah pegunungan terbesar di dunia. Oleh karena itu, banyak lembah terbentuk di sini. Bukan hanya tentang visual lembah memukau yang menarik pariwisatan, tetapi juga menjadi tempat berkembangnya budaya manusia dan sebagainya. Simak lebih lengkap ya.
1. Lembah Nubra

Sebuah lembah indah terletak di Ladakh, India bernama Nubra. Nubra dialiri oleh Sungai Nubra dengan glester yang mencair.
Di atas permukaan Nubra, berdiri sebuah wilayah yang bernama kota Diskit. Lembah Nubra memiliki desa-desa hijau hingga bukit pasir.
Salah satu daya tarik Nubra adalah unta bactria. Pengunjung diperbolehkan menunggangi unta di bukti pasir. Ada seabuckthron, tanaman buah beri berwarna oranye dapat menyehatkan warga setempat.
Lembah Nubra memiliki biara Buddha kuno, salah satu yang terkenal adalah gompa yang terletak di puncak bukit. Di kota Diskit, terdapat patung Buddha Maitreya setinggi 33 m.
2. Lembah Mustang

Lembah Mustang terdiri dari Mustang Bawah dan Atas merupakan wilayah terpencil dan terisolasi di Pegunungan Himalaya Nepal. Awalnya Mustang Atas adalah wilayah terlarang dan membutuhkan izin khusus untuk dikunjungi. Namun sejak 1992, Mustang Atas resmi dibuka dan menjadi favorit para pendaki.
Dilansir Adventurenation, Lembah Mustang dulunya adalah wilayah Kerajaan Lo dan menjadi tempat berkembangnya Buddha bagi etnis Tibet. Di dalam gua lembah, terdapat berbagai koleksi lukisan gua sebanyak 55 buah. Walaupun terisolasi, Lembah Mustang sering menghelat festival tahunan utama, Tiji.
3. Lembah Zanskar

Lembah Zanskar terletak di Distrik Kargil, Jammu dan Kashmir, India. Lembah Zanskar berada di puncak-puncak menjulang dan memiliki jurang-jurang dalam yang dialiri oleh sungai-sungai.
Lantaran di puncak dataran, Lembah Zanskar beriklim sangat dingin dan kering. Iklim yang dingin terjadi sangat lama sehingga tercipta curah salju yang hebat. Sebaliknya, musim panas hanya berlangsung singkat dan terasa sejuk.
Meskipun di India, ternyata penghuni Zanskar mayoritas adalah etnis Tibet penganut Buddhisme Tibet. Beberapa titik penting di Zanskar: Biara Phugtal berdiri di sisi tebing yang curam. Kedua Biara Lingshed yang berada di daerah terpencil.
4. Lembah Langtang

Lembah Langtang berada di Taman Nasional Langtang di Himalaya Nepal. Lembah ini juga disebut lembah glester karena datarannya berada di puncak-puncak yang tertutup es dan glester besar. Wilayah dingin tersebut juga membentang hutan hijau dan pegunungan kuno.
Satwa seperti panda merah, kambing gunung himalaya dan rusa mask sering telihat oleh pariwisatan di jalur pendakian.
Kyanjin Gompa, Langtang Lirung, Gangchempo dan Yala adalah puncak tertinggi pendakian di Lembah Langtang. Lembah ini dialiri oleh Sungai Langtang Khola.
5. Lembah Tsum

Gstreksnepal menyebut, Lembah Tsum awalnya tertutup, namun sejak 2009, lembah tersebut dibuka untuk publik hingga sekarang. Bagi Buddha Tibet, Lembah Tsum adalah tempat suci karena merupakan "surga duniawi". Jalur Larkya La adalah puncak tertinggi mencapai 5.160 m dan termasuk jalur yang menantang.
Di Tsum, terdapat situs keagamaan suci seperti Mu Gompa dan Rachen Rompa. Pemeluk Buddha Tibet melaksanakan rutinitas pertapa di Gua Milarepa. Gua ini terletak di perbatasan Tibet dan Nepal di Gangka, Tibet.
Bisa simpulkan bahwa jalur pendakian 5 lembah ini menjadi saksi kejayaan Buddha di Pegunungan Himalaya. Pendaki lembah juga dapat menyaksikan sendiri masyarakat Buddha baik orang Nepal dan Tibet melaksanakan ibadah.


















