5 Fakta Berlin Zoological Garden, Pernah Menampilkan Pameran Manusia

- Berlin Zoological Garden dibuka tahun 1844 hasil gagasan Alexander von Humboldt dan Martin Lichtenstein, menjadi pusat riset zoologi publik pertama di Jerman.
- Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, kebun binatang ini pernah menggelar pameran manusia bernama Völkerschauen yang mencerminkan masa kelam kolonialisme.
- Saat Perang Dunia II, kebun binatang ini hancur akibat bom sekutu dan menjadi lokasi benteng Nazi, namun berhasil bangkit kembali dengan simbol harapan seekor kuda nil bernama Knautschke.
Di pusat kota Berlin ada kebun binatang tertua di Jerman, namanya adalah Berlin Zoological Garden (Zoologischer Garten Berlin). Berlin Zoological Garden merupakan kebun binatang di Jerman yang telah dibuka sejak tahun 1844, yang kini telah memiliki lebih dari 20.000 hewan dari sekitar 1.200 hingga 1.500 spesies yang berbeda. Kebun binatang ini juga memiliki area yang sangat luas, sekitar 33-35 hektar di distrik Tiergarten, Berlin.
Di balik kemajuan Berlin Zoological Garden saat ini, ternyata tempat ini memiliki sejarah yang sangat kelam pada waktu silam, lho. Kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh Berlin Zoological Garden. Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Dirancang oleh ilmuwan yang berpengaruh di dunia

Alexander von Humboldt bersama Martin Lichtenstein memiliki rencana besar untuk melakukan misi ilmiah dengan membangun kebun binatang. Cara mereka melakukan pembangunan ini awalnya adalah dengan meyakinkan Raja Friedrich Wilhelm IV untuk menyumbangkan tanahnya sebagai area untuk proyek ilmiah besar ini. Kedua ilmuwan ini sangat ingin menjadikan Berlin Zoological Garden sebagai objek riset zoologi kelas dunia yang bisa diakses oleh publik. Meski banyak orang yang tidak tahu fakta ini dan hanya tahu bahwa Berlin Zoological Garden dibangun oleh Raja Friedrich Wilhelm IV, jarang sekali sumber yang menyebut dua ilmuwan tersebut.
Singkat cerita, rencana mereka berhasil dan akhirnya Berlin Zoological Garden dibuka pada tahun 1844. Saat itu, kebun binatang ini bukan lagi tempat yang sekadar memamerkan koleksi hewan saja, tetapi salah satu tempat untuk pembelajaran keanekaragaman hayati global yang asal-usulnya belum banyak diketahui.
2. Pernah melakukan pameran manusia

Dilansir dari laman utama The Berliner, Berlin Zoological Garden pernah menjadi saksi bisu kelam yang menyaksikan adanya pameran manusia. Saat era kolonialisme mencapai puncaknya, Heinrich Bodinus yang menjabat sebagai direktur utama kebun binatang ini, mengizinkan pameran yang isinya sekelompok orang dari berbagai belahan dunia. Seperti pada umumnya hewan di kebun binatang, manusia ini melakukan rutinitas harian dan aksi dalam kandang atau tempat pertunjukkan khusus.
Ironisnya, pameran manusia ini malah lebih banyak disukai dan populer dibandingkan pameran hewan. Memangnya tujuan dari pertunjukkan ini apa? Untuk menunjukkan sifat "superioritas" peradaban Barat atas budaya lain. Kejadian kelam ini terjadi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dengan julukan Völkerschauen.
3. Pernah mengalami kehancuran total

Tak hanya sampai situ saja kejadian kelam yang dialami oleh Berlin Zoological Garden. Di pertengahan abad ke-20, tepatnya pada 23 November 1943, langit kota Berlin dikepung oleh pesawat sekutu yang membawa bom. Tak butuh lama, Berlin Zoological Garden hancur total hanya dalam waktu 15 menit saja. Sebagian besar hewan mati, luka parah, dan berlarian mencari tempat aman. Sumber sejarah yaitu War History Online mencatat peristiwa ini dengan sangat jelas dan detail.
Malam tragis ini sangat membekas bagi penduduk kota Berlin karena menciptakan rasa trauma yang sangat berat. Bahkan, banyak juga media yang mengatakan ada harimau dan singa yang berkeliaran di jalanan kota Berlin.
4. Benteng pertahanan terakhir Nazi

Di area dalam Berlin Zoological Garden, Nazi pernah membangun menara 13 lantai yang terbuat dari beton yang disebut Zoo Flak Tower. Menara ini dirancang sebagai bunker perlindungan warga sipil karena bertujuan untuk melindungi dari serangan pesawat selama pertempuran Berlin tahun 1945.
Menara ini dibangun dengan beton yang sangat kuat dan kokoh, hampir mustahil ditembus menggunakan artileri biasa. Area di kebun binatang pun akhirnya menjadi medan peperangan yang sangat ideal dan brutal, pasalnya Nazi bisa mengejutkan lawan dari balik kandang hewan. Jika ditarik ke poin sebelumnya yang menyatakan bahwa ada sebagian hewan yang selamat dari bom udara, justru yang tak sempat kabur ke jalanan kota tewas terkena tembakan dari Nazi atau Uni Soviet. Hal ini telah dibenarkan oleh beberapa sumber otoritas tinggi di Berlin maupun dunia, termasuk Berliner Unterwelten dan Atlas Obscura.
5. Memiliki kuda nil yang sangat ikonik

Knautschke, merupakan nama dari kuda nil yang kondisinya sangat tragis. Dilansir dari iHeartBerlin, ia adalah salah satu hewan yang selamat dari tragedi bom udara, meski harus merasakan panasnya kolam yang terbakar di sekitarnya dan kehilangan ibunya yang tewas. Merasa bahwa hewan seperti Knautschke saja bisa memiliki daya juang bertahan hidup yang tinggi, akhirnya banyak warga Berlin yang bangkit melawan keterpurukan atas apa yang terjadi di kota mereka.
Knautschke akhirnya menjadi simbol persatuan dan harapan yang dikenang bagi Berlin yang terpecah. Ia juga banyak disukai oleh penduduk kota di Berlin Barat dan Berlin Timur.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Berlin Zoological Garden. Kebun binatang ini menjadi saksi hidup terjadinya sejarah yang kelam, namun tetap bisa berjuang untuk tetap bisa berdiri, hingga kini menjadi kebun binatang tertua yang ada di Jerman dan sangat ikonik. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.


















