5 Hewan ini Berhasil Selamat dari Jurang Kepunahan

Sejak era manusia, kita telah bertanggung jawab terhadap punahnya ratusan ribu spesies hewan. Sekarang, kita menempatkan satu juta spesies di jurang kepunahan.
Beruntungnya, sebagian dari hewan berada di jurang kepunahan tersebut berhasil diselamatkan. Peneliti dan konservasionis berhasil meningkatkan populasi beberapa hewan yang hampir punah ke angka yang lebih aman. Apa saja hewan tersebut?
1. Makaw spix - dari punah di alam menjadi ratusan ekor

Mungkin kamu pernah melihat burung satu ini di salah satu film animasi berjudul Rio. Yaps, burung satu ini merupakan burung endemik Brazil dan mendapat perhatian lebih saat hanya satu ekor burung Makaw Spix yang ditemukan di alam liar pada 1990. Sebelum akhirnya ia dinyatakan punah di alam (extinct in the wild) pada tahun 2000.
Beruntungnya, terdapat beberapa ekor Makaw Spix yang ada di penangkaran. Para konservasionis mulai bekerja keras untuk mengembakbiakan spesies ini. Dilansir Association for the Conservation of Threatened Parrots (ACTP), kini setidaknya ada 160 Macaw Spix di penangkaran.
Pada 2020, ACTP dan pemerintah Brazil juga melepas 52 ekor Makaw Spix ke alam liar untuk mengembalikan populasinya di alam. Ditambah, pemerintah Brazil juga menetapkan area konservasi lebih dari 100.000 hektar yang dikhususkan untuk konservasi Spix’s Macaw.
2. Paus Biru - bangkit setelah mengalami penurunan populasi sebesar 97%

Hampir semua orang tau, bahwa paus biru adalah hewan terbesar di muka bumi. Sayangnya, sebagai hewan terbesar, paus biru tak lepas dari perburuan untuk diambil daging dan minyaknya. Dilansir BBC, kita telah membunuh sedikitnya 176.000 paus biru dalam 60 tahun dan menurunkan populasi mereka sebesar 97% dari abad 19 hingga awal abad 20.
Beruntungnya, sejak pelarangan perburuan paus biru oleh International Whaling Commission (IWC) di 1967, angka perburuan menurun drastis dan perlahan populasi paus biru meningkat. Walau begitu, paus biru masih tergolong hewan terancam punah dengan populasi tidak lebih dari 25.000 ekor.
3. Badak Putih Selatan - dari di bawah 100 individu menjadi puluhan ribu

Badak putih selatan adalah kerabat dekat dari badak putih utara dan memiliki dua cula. Sama seperti spesies badak lainnya, badak putih selatan tak lepas dari perburuan cula yang masif yang bahkan membuatnya dipercaya telah punah di akhir abad 19.
Beruntungnya, dilansir National Geographic, pada 1895 ditemukan kantung populasi kecil badak putih selatan di Kwaxulu-Natal, Afrika Selatan. Konservasionis-pun langsung melakukan upaya konservasi, mulai dari menjadikan habitatnya menjadi kawasan lindung dan melakukan program pengembangbiakan.
Setelah lebih dari 1 abad upaya konservasi dilakukan, kini populasi badak putih selatan berkisar antara 19.600 sampai 21.000 ekor. Upaya konservasi ini juga menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam sejarah konservasi.
4. Singa laut steller - populasinya meningkat hampir empat kali lipat

Dulu, hewan satu ini sangat melimpah di pesisir utara Samudra Pasifik. Namun, dilansir National Oceanic and Atmospheric Administration, perburuan besar-besaran oleh manusia untuk diambil daging, minyak, dan produk lainnya membuat populasinya menurun hingga 81% di tahun 1970an.
Berita baiknya, aktivitas perburuan singa laut stellar telah berkurang drastis dan membuat populasinya pulih. Dilansir Washington Department of Fish and Wildlife, diperkirakan populasi singa laut stellar meningkat dari 18.313 ekor di 1979 menjadi 71.562 ekor di tahun 2019. Kendati begitu, perubahan iklim kini menjadi ancaman terbesar bagi populasi singa laut stellar.
5. Panda - populasinya meningkat dua kali lipat

Siapa yang tak kenal panda? Binatang satu ini adalah salah satu binatang paling populer di dunia. Tapi tahukah kamu, kalau hewan menggemaskan ini dulu pernah ada di jurang kepunahan loh.
Dilansir Vox, dulu peneliti percaya bahwa populasi panda ada di angka 10.000 ekor. Namun, perburuan dan kerusakan habitat membuat populasinya hanya tersisa 1.100 ekor di tahun 1980an!
Sebagai solusi, pengembangbiakan panda di penangkaran menjadi upaya konservasi untuk mendongkrak populasinya. Dilansir National Geographic, setelah upaya konservasi 50 tahun, kini populasinya bertambah dua kali lipat dan statusnya berubah dari terancam punah menjadi rentan punah.
Cerita sukses dalam menyelamatkan hewan dari jurang kepunahan menjadi inspirasi untuk upaya konservasi satwa lain. Semoga, kita bisa menyelamatkan semua spesies yang berada di jurang kepunahan.



















