4 Fakta St. Kitts and Nevis, Mayoritas Dihuni Keturunan Budak Afrika

- St. Kitts and Nevis terdiri dari dua pulau di Karibia yang pernah diperebutkan Inggris dan Prancis sebelum akhirnya menjadi koloni Inggris sepenuhnya pada abad ke-18.
- Negara ini berpenduduk sekitar 53 ribu jiwa dengan mayoritas keturunan budak Afrika, memiliki budaya khas seperti pesta Sugar Mas dan tradisi barbekyu akhir pekan.
- Sejak 1984, St. Kitts and Nevis menjadi pelopor program kewarganegaraan melalui investasi, menawarkan keuntungan pajak rendah dan akses bebas visa bagi investor asing.
St. Kitts and Nevis adalah 1 negara dengan 2 pulau terpisah berada di Kepulauan Karibia, Benua Amerika. Jika digabung, dua pulau luasnya mencapai 269 km persegi. Ibu kota St. Kitts and Nevis adalah Basseterre menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk negara. Total penduduk negara ini mencapai 53 ribu jiwa.
Pulau St. Kitts ditemukan oleh Christopher Columbus dan kawan-kawan pada pelayaran keduanya di tahun 1493. Nama St. Kitts atau Saint Kitts aslinya adalah Saint Christopher.
Sementara itu Pulau Nevis juga ditemukan oleh Christopher Columbus dalam periode pelayaran yang sama dan diberi nama Las Nieves artinya 'salju'. Simak lebih lengkap negara kecil dan jarang disorot ini.
1. Pernah dikuasai Inggris dan Prancis dalam sejarah

St. Kitts and Nevis ditemukan oleh Christopher Columbus awalnya, namun Inggris yang pertama kali mengklaim itu sebagai koloninya melalui Sir Thomas Warner. Pertama, Pulau Saint Kitts atau Saint Christopher pada 1623. Kedua, Pulau Nevis pada 1628.
Inggris menguasai sebagian kecil pulau St. Kitts sehingga memudahkan Prancis mengambil bagian kecil lain dari St. Kitts pada 1625. Sepanjang abad 17, Inggris dan Prancis saling berperang di pulau itu.
Pertingkaian terhenti saat Prancis menyerahkan St. Kitts kepada Inggris secara penuh pada April 1713. Namun Prancis berbuat sedikit kenakalan dengan merebut Brismstone Hill pada 1782. Akhirnya pada 1783, Brimstone Hill diserahkan kembali ke Inggris melalui Perjanjian Versailles.
Di abad yang sama yakni abad 17-18, Nevis menjadi lokasi sengketa Prancis dan Inggris. Melalui Perjanjian Versailles juga memaksa Prancis untuk melepaskan klaim Nevis kepada Inggris.
Pada 1882, Pulau St. Kitts and Nevis dan Anguilla disatukan oleh undang-undang federal untuk menjadi negara merdeka atas inisiasi Inggris Raya. St. Kitts and Nevis diberikan otonomi untuk menjalankan pemerintahan secara mandiri dan Inggris Raya bertanggung jawab atas pertahanan dan urusan luar negeri.
2. Informasi demografi St. Kitts and Nevis

Sebelum 1983, nama negara ini masih St. Kitts-Nevis-Anguilla. Pada 1983, Anguilla secara resmi memisahkan diri dari St. Kitts and Nevis sehingga bentuk negara solid saat ini adalah St. Kitts and Nevis.
Worldatlas menyebut, St. Kitts and Nevis mayoritas dihuni oleh ras kulit hitam sekitar 92 %. Sebab dalam sejarahnya merupakan keturunan budak impor dari Afrika yang didatangkan oleh Inggris untuk bekerja di perkebunan tebu.
St. Kitts memiliki panjang 37 km dan lebar 8 km dan pulaunya berbentuk oval. Nevis memiliki luas sekitar 36 mil persegi dan pulaunya berbentuk lingkaran. St. Kitts and Nevis keduanya terletak di sabuk badai tropis dengan musim badai berlangsung antara Agustus dan Oktober.
3. Budaya unik di St. Kitts and Nevis

Di Nevis, orang-orang di sana mempunyai budaya makan barbekyu pada jum'at dan sabtu malam, bersenang-senang dan bermain domino. Masyarakat St. Kitts and Nevis memiliki minuman nasional terbuat dari tabu bernama Cane Spirits Rothschild.
Di St. Kitts and Nevis terdapat karnaval dan pesta topeng dikenal sebagai Sugar Mas dihelat pada Desember setiap tahunnya. Penari pesta topeng menari di jalanan mengenakan gaun berwarna cerah dipadukan motif dengan aksesoris yang rumit.
Tarian dalam karnaval Sugar Mas menampilkan perpaduan antara waltz, jig, dan quadrille. Penari jangkungan, kelompok badut dan band musik live dapat ikut serta mewarnai Sugar Mas tersebut.
4. St. Kitts and Nevis adalah negara pioner yang menerapkan pindah kewarganegaraan dengan cara berinvestasi

Program kewarganegaraan melalui investasi di St. Kitts and Nevis didirikan pada 1984 sebagai pelopor atau pertama di dunia. Pemerintah St. Kitts and Nevis membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor agar berkontribusi secara substansial bagi pembangunan St. Kitts and Nevis.
Investor hanya perlu berinvestasi pada Kontribusi Dana Negara (SISC) mulai dari 250.000 dolar dengan sekali bayar saja. Keuntungan yang didapat meliputi kewarganegaraan seumur hidup, tidak dikenakan pajak atas pendapatan luar negeri dan akses bebas visa ke Singapura, Hongkong dan Inggris.
Sebagai anggota persemakmuran, St. Kitts and Nevis dipimpin oleh raja Britania Raya saat ini, Charles III. Perdana Menterinya berasal dari warga lokal bernama Dr. Terrance Drew. Nah, setelah membaca artikel ini, saya harap kamu menemukan kertarikan dari negara jarang disorot tersebut.


















