Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Hewan Modern dengan Nama Ilmiah Saurus, Semuanya Reptil

5 Hewan Modern dengan Nama Ilmiah Saurus, Semuanya Reptil
kadal ekor zebra (commons.wikimedia.org/Joshua Tree National Park)
Intinya Sih
  • Kata 'saurus' berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'kadal', dan masih digunakan dalam nama ilmiah beberapa reptil modern, bukan hanya dinosaurus.
  • Lima hewan modern seperti Hydrosaurus, Callisaurus draconoides, Petrosaurus thalassinus, Luperosaurus kubli, dan Chlamydosaurus kingii memiliki nama ilmiah dengan unsur 'saurus'.
  • Penggunaan kata 'saurus' pada tiap spesies menggambarkan ciri khas atau makna tertentu, menunjukkan pentingnya penamaan ilmiah dalam mendeskripsikan karakter unik setiap hewan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kata "saurus" identik dengan hewan purba bernama dinosaurus. Padahal, sebenarnya kata saurus merupakan bahasa Yunani yang berarti "kadal." Jadi, kata tersebut tak ekslusif digunakan di dinosaurus, melainkan bisa diaplikasikan pada hewan lain, bahkan masih digunakan hingga era modern.

Ada beberapa hewan modern yang menggunakan kata tersebut di nama ilmiahnya, seperti soa layar (Hydrosaurus), kadal ekor zebra (Callisaurus draconoide), hingga kadal batu biru baja (Petrosaurus thalassinus). Lantas, apa makna dari kata saurus di nama mereka? Temukan jawabannya di bawah ini, yuk.

1. Soa layar (Hydrosaurus)

soa layar (inaturalist.org/Auzan Sukaton)
soa layar (inaturalist.org/Auzan Sukaton)

Tak hanya punya kata "Saurus" di namanya, soa layar atau Hydrosaurus juga mirip dengan dinosaurus, lho. Dalam hal ini, ia memiliki layar di ekor, serupa dengan Spinosaurus, yaitu dinosaurus purba yang punya layar di punggung. Dilansir GBIF, nama Hydrosaurus (nama genusnya) juga terinspirasi dari layar tersebut.

Hydro sendiri berarti air dan saurus artinya kadal. Seperti artinya tersebut, soa layar merupakan kadal semi akuatik yang kerap beraktivitas di air dan area lembap. Soa layar dibagi menjadi lima spesies yang bisa ditemukan di Filipina dan Indonesia. Ukurannya cukup besar dengan panjang mencapai 1,8 meter. Menariknya, kadal ini cukup populer sebagai peliharaan.

2. Kadal ekor zebra (Callisaurus draconoides)

kadal ekor zebra (commons.wikimedia.org/Brent Myers)
kadal ekor zebra (commons.wikimedia.org/Brent Myers)

Callisaurus draconoides atau kadal ekor zebra merupakan genus monotipik. Artinya, hanya ada satu spesies dari genusnya, yaitu genus Callisaurus. Dilansir CNAH, nama Callisaurus merupakan penggabungan dari kallos (cantik) dan saurus (kadal). Jadi, nama genus hewan ini bisa diartikan sebagai "kadal cantik." Nama spesiesnya, draconoides diambil dari dracon (naga) dan -oides (mirip). Jadi, artinya mirip dengan naga.

Kadal ekor zebra merupakan spesies yang hidup di gurun wilayah Amerika Serikat dan Meksiko. Ia ramping, ekornya bergaris, dan perutnya punya perpaduan corak hitam serta biru yang mencolok. Kadal sepanjang 10 centimeter ini juga memiliki kebiasaan yang unik, yaitu mengangkat ekor dan bisa berdiri dengan dua kaki. Selain itu, ia merupakan predator yang sering memburu serangga.

3. Kadal batu biru baja (Petrosaurus thalassinus)

kadal batu biru baja
kadal batu biru baja (commons.wikimedia.org/H. Zell)

Kadal dengan nama ilmiah Petrosaurus thalassinus ini kerap disebut sebagai iguana biru karena ukurannya yang besar, serupa dengan iguana. Laman bion menjeaskan kalau spesies ini hanya hidup di wilayah Baja California, Amerika Serikat. Ia kerap ditemukan di bebatuan dan area kering. Namun, terkadang juga berkeliaran di daerah setinggi 2000 mdpl.

Panjang kadal ini bisa mencapai 45 centimeter, kepalanya jingga, warna birunya kusam, dan ia punya corak garis hitam di badan. Pada suhu 30 °C, ia akan mulai berjemur untuk menstabilkan metabolisme tubuh. Populasi spesies ini mulai terancam karena penyebarannya yang sangat sempit. Menariknya, ia tetap dipelihara oleh pencinta reptil walau ketersediaannya di pasar hewan cukup terbatas.

4. Cecak jari telanjang (Luperosaurus kubli)

cecak jari telanjang
cecak jari telanjang (commons.wikimedia.org/Brown R et al)

Laman iNaturalist menjelaskan kalau cecak jari telanjang (Luperosaurus kubli) merupakan spesies endemik Pulau Luzon, Filipina. Di wilayah penyebaran alaminya, spesies ini bisa dijumpai di hutan dengan ketinggian sekitar 650–1100 mdpl. Warnanya abu-abu, ukurannya serupa dengan cecak lain, dan ia punya jari yang berselaput. Nah, selaput tersebut membantunya saat meluncur atau melompat dari satu pohon ke pohon lain. Jika diartikan, nama Luperosaurus yang ia sandang berarti vexing lizard atau kadal yang menjengkelkan/menyusahkan.

5. Soa payung (Chlamydosaurus kingii)

soa payung
soa payung (commons.wikimedia.org/Matt)

Dilansir The Reptile Database, nama Chlamydosaurus bisa diartikan sebagai kadal bermantel. Makna tersebut didapat dari kata chlamydos (mantel) dan sauros (kadal) yang berasal dari bahasa Yunani kuno. Jika ditelaah, nama tersebut sangat mencerminkan soa payung yang punya membran/mantel lebar di bagian lehernya.

Soa payung merupakan kadal berukuran besar dengan panjang mencapai 1 meter dan bobot 600 gram. Reptil ini bisa ditemukan di Indonesia dan Australia serta kerap terlihat di area terbuka yang kering. Membran di lehernya berfungsi sebagai alat pertahanan yang membuatnya terlihat lebih besar di hadapan predator. Soa payung juga tidak berbisa, tapi gigitannya cukup menyakitkan.

Kata "Saurus" pada semua hewan tersebut selalu dipadukan dengan kata lain yang memberikan makna tersendiri pada nama mereka. Hal tersebut menunjukan kalau para ahli selalu memberikan nama yang unik, berbeda, dan semua nama tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan tiap spesies secara rinci. Karena itu, penamaan ilmiah merupakan suatu aspek yang penting bagi hewan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More