Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Unik Gunung Seorak yang Muncul di Drakor No Tail to Tell

Potret Seoraksan
Potret Seoraksan (freepik.com/tawatchai07)
Intinya sih...
  • Gunung Seorak adalah gunung tertinggi ketiga di Korea Selatan dengan puncak Daecheongbong setinggi 1.708 meter.
  • Seoraksan adalah rumah bagi lebih dari 2.000 spesies hewan dan 1.400 spesies tumbuhan, serta memiliki nilai ekologis yang tinggi.
  • Ulsanbawi adalah formasi batu granit raksasa yang terdiri dari enam pilar batu besar dan merupakan jalur pendakian paling ekstrem di Seoraksan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baru-baru ini, episode 4 drama Korea No Tail to Tell mencuri perhatian penonton lewat suguhan lanskap pegunungan yang memanjakan mata. Shot tersebut menampilkan aerial view Gunung Seorak atau Seoraksan, ikon alam Korea Selatan yang populer berkat panorama dramatisnya. Tapi tahukah kamu, di balik keindahan visualnya, gunung ini ternyata menyimpan banyak hal menarik untuk disimak.

Mulai dari bentang alam yang tajam hingga kekayaan hayatinya yang luar biasa, Seoraksan selalu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang melihat. Nah, biar rasa penasaranmu terjawab, yuk intip enam fakta unik tentang Gunung Seorak!

1. Gunung tertinggi ketiga di Korea Selatan

Daecheongbong
Daecheongbong (flickr.com/dyonis, CC BY 2.0) diakses dari https://flic.kr/p/MDjeQh

Puncak tertinggi Gunung Seorak bernama Daecheongbong dengan ketinggian sekitar 1.708 meter di atas permukaan laut. Angka ini menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Korea Selatan, setelah Hallasan (Jeju) dan Jirisan. Meski bukan yang paling tinggi, Seoraksan dikenal sebagai yang paling dramatis berdasarkan visual.

Karakter pegunungannya tajam, berbatu, dan penuh tebing granit curam. Bentuknya yang khas bikin Seoraksan sering terlihat lebih “liar” dibanding gunung lain di Korea.

2. Rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna

Beruang hitam Asia
Beruang hitam Asia (pixabay.com/TheOtherKev)

Gunung Seorak adalah bagian inti dari Taman Nasional Seoraksan, yang terletak di Provinsi Gangwon, Korea Selatan. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 spesies hewan dan 1.400 spesies tumbuhan. Di antara fauna ikoniknya terdapat beruang hitam Asia, rusa kesturi Korea, kambing gunung Korea (goral), serta elang kestrel yang hidup di area tebing tinggi. Beberapa spesies ini tergolong langka dan berada di bawah perlindungan ketat pemerintah.

Untuk flora, Seoraksan di dominasi hutan pinus Korea (Pinus densiflora), pohon maple, oak, edelweiss, serta bunga liar alpine yang cuma tumbuh di ketinggian tertentu. Atas nilai ekologinya, pada tahun 1965 Gunung Seorak ditetapkan sebagai Monumen Alam oleh pemerintah Korea Selatan, kemudian menyusul penetapan Cagar Biosfer UNESCO pada tahun 1982.

3. Ulsanbawi, formasi batu ikonik penuh legenda

Ulsanbawi
Ulsanbawi (pixabay.com/KIMDAEJEUNG)

Ulsanbawi adalah formasi batu granit raksasa yang terdiri dari enam pilar batu besar yang menjulang berdampingan. Formasi ini terbentuk secara alami selama jutaan tahun akibat erosi dan aktivitas geologis.

Selain itu, Ulsanbawi juga kaya akan cerita rakyat. Legenda setempat mengisahkan, Ulsanbawi merupakan batu raksasa dari kota Ulsan yang berjalan ke utara dengan tujuan menjadi bagian dari 12.000 puncak Gunung Geumgang. Sayangnya karena datang terlambat dan ukurannya terlalu besar, Ulsanbawi tidak diterima, lalu kemudian tertidur dalam perjalanan pulang, sebab terpikat oleh keindahan alam di sana.

Versi lain menyebutkan bahwa ketika Ulsanbawi tiba di tujuannya, dua belas ribu puncak Gunung Geumgang telah lebih dulu tercipta sehingga ia diminta kembali ke asalnya. Merasa malu dan enggan pulang, Ulsanbawi memilih menetap di dekat Gunung Seoraksan. Di sanalah ia diyakini berada sampai hari ini.

4. Gongnyong Ridge, jalur pendakian paling ekstrem

Gongnyong Ridge
Gongnyong Ridge (commons.wikimedia.org/Ashy Minivet)

Gongnyong Ridge atau Dinosaur Ridge dikenal sebagai jalur pendakian paling menantang di Seoraksan. Jalur ini mempunyai punggungan sempit, tanjakan curam, dan turunan tajam yang menuntut stamina serta konsentrasi tinggi. Pendaki kerap harus menggunakan tangan untuk menjaga keseimbangan di beberapa titik.

Nama “gongnyong” sendiri berarti dinosaurus, merujuk pada bentuk punggung gunung yang bergerigi mirip tulang punggung makhluk purba. Walau ekstrem, jalur ini menawarkan panorama pegunungan Seoraksan yang sangat spektakuler.

5. Kuil tua yang menyatu dengan alam pegunungan

Kuil Sinheungsa
Kuil Sinheungsa (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Di tengah lanskap Seoraksan berdiri kuil-kuil bersejarah seperti Sinheungsa, Baekdamsa, dan Oseam. Sinheungsa adalah patung Buddha perunggu raksasa dengan tinggi mencapai 14 meter. Sedangkan Baekdamsa memiliki sejarah panjang selaku tempat perlindungan bagi para biksu muda yang hanya ingin berkonsentrasi pada praktik meditasi Seon. Kuil Baekdamsa juga pernah ditampilkan dalam serial televisi Reply 1988 tahun 2015.

Kuil-kuil tersebut dibangun dengan prinsip harmoni, bukan kontrol terhadap alam. Letaknya mengikuti kontur pegunungan, dikelilingi hutan dan aliran air jernih. Lokasi ini biasanya digunakan untuk refleksi, penyembuhan diri, serta pencarian makna hidup.

6. Empat musim, empat karakter yang berbeda

Musim gugur di Seoraksan
Musim gugur di Seoraksan (pixabay.com/huongnguyen123)

Musim semi di Seoraksan dipenuhi bunga liar dan udara sejuk, sementara musim panas menghadirkan hutan hijau lebat dan air terjun deras. Setiap musim memberi suasana visual yang benar-benar berbeda. Lanskapnya seolah terus berganti wajah tanpa kehilangan pesonanya.

Di musim dingin, salju menutupi tebing granit, menciptakan pemandangan beku yang nyaris mistis. Namun puncaknya ada di musim gugur, ketika Seoraksan berubah menjadi lautan merah, oranye, dan kuning. Daun maple Seoraksan bahkan termasuk yang cukup terkenal di Korea Selatan.

Kemunculan Gunung Seorak dalam drama No Tail to Tell bukan kebetulan semata. Setiap sudutnya membawa kekuatan visual sekaligus makna simbolik yang dalam. Gunung ini tidak hanya mempercantik layar, tapi juga turut memperkuat emosi cerita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Kenapa Sampah Tidak Dibuang ke Ruang Angkasa? Ini Alasannya!

29 Jan 2026, 16:10 WIBScience