Comscore Tracker

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh Waktu

Pencipta detektif populer Hercule Poirot dan Miss Marple

Lahir di Torquay, Inggris, pada tahun 1890, Agatha Christie adalah novelis terlaris sepanjang masa, dan salah satu penulis paling produktif. Selama karier sastranya, ia menerbitkan 66 novel kriminal dan cerita pendek yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 100 bahasa. Melansir Lithub, novelnya terjual lebih dari satu miliar eksemplar dalam bahasa Inggris saja. 

Namun, Christie masih menjadi sosok misterius. Dia menikah dua kali dan memiliki kehidupan yang penuh petualangan, dan terkadang sulit. Dia memiliki pengetahuan profesional tentang racun. Pernah menghilang secara misterius selama sembilan hari. Dia suka bepergian, membawa mesin tiknya di kereta Orient Express. Inilah fakta tak terduga dari ratu fiksi detektif.

1. Masa kecilnya yang kesepian diisi dengan belajar membaca dan menulis 

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuFoto masa kecil penulis Inggris Agatha Christie dalam buku tahun 1977 An Autobiography, oleh Agatha Christie. (Wikimedia Commons)

Agatha Clarissa Miller dibesarkan dalam keluarga kelas menengah. Ayahnya adalah seorang pialang saham Amerika, ibunya adalah putri dari seorang perwira Angkatan Darat Inggris. Clara, ibu Agatha Christie, tidak menyekolahkan putrinya, jadi Agatha Christie belajar membaca dan menulis dengan dibantu pengasuhnya pada usia 5 tahun.

Menurut biografinya di situs web Agatha Christie, dia menghabiskan waktunya sendirian dengan membaca buku di rumah pedesaan keluarganya. Dia menyukai cerita anak-anak, tetapi dia juga suka membaca puisi dan thriller Amerika. Tanpa memiliki seorang teman, Agatha kecil bermain sendiri dengan teman-teman khayalannya.

Pada tahun 1901, diusianya yang ke-11 tahun, ayahnya meninggal karena serangan jantung. Namun, Agatha berhasil melanjutkan pendidikannya. Dia mengambil kursus menyanyi dan piano, pada usia 16 tahun, dia dikirim ke sekolah asrama di Paris untuk menyelesaikan studinya.

Awalnya, Agatha mengaku tidak tertarik menjadi seorang penulis, dia ingin menjadi seorang pianis tetapi gagal karena dia kurang percaya diri. Namun, dia sudah memiliki beberapa puisi yang diterbitkan dan sudah menulis cerita pendek.

2. Novel pertama Agatha Christie ditolak sebanyak enam kali oleh penerbit

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie saat menjadi perawat di Torquay, 1914 (Christie Archive)

Novel pertama Agatha Christie, The Mysterious Affair at Styles, adalah hasil dari tekad dan kerja kerasnya, karena saudara perempuannya, Madge, menantangnya untuk menulis sebuah cerita.

Kakak Agatha itu pun tidak menyangka jika Agatha mampu menulis novel detektif. Di awal usia 20an, Agatha mulai menulis buku, di mana Hercule Poirot muncul sebagai karakter utamanya. Detektif Belgia ini terinspirasi dari pengungsi perang di kotanya selama Perang Dunia I.

Pada saat itu, Agatha bekerja sebagai sukarelawan di rumah sakit di Torquay, di mana dia belajar tentang ilmu racun. Dalam novel pertamanya, pembunuhnya menggunakan strychnine, seperti arsenik, masih digunakan pada awal karier menulisnya, lapor The Guardian. The Mysterious Affair at Styles ditolak oleh enam penerbit sebelum akhirnya dicetak empat tahun kemudian oleh John Lane and The Bodley Head. Ini menandai kesuksesan pertama Agatha Christie.

3. Novel-novelnya terinspirasi dari perjalanannya keliling dunia

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie, 1926 (Christie Archive)

Agatha Christie sering bepergian sepanjang hidupnya dan mengunjungi banyak tempat yang dia gambarkan dalam novelnya. Saat kecil, ia sempat tinggal di Prancis bersama keluarganya.

Pada tahun 1910, ia mengikuti ibunya ke Kairo, menghabiskan tiga bulan di Gezirah Palace Hotel yang mewah. Dia akhirnya jatuh cinta pada Mesir, yang menjadi inspirasi beberapa novelnya, termasuk karya pertamanya yang tidak diterbitkan, Snow Upon the Desert pada tahun 1910, Death on the Nile yang sukses pada 1937, dan karya eksperimentalnya Death Comes as the End pada 1944.

Pada tahun 1914, ia menikah dengan suami pertamanya, Archibald Christie, seorang pilot Royal Flying Corps. Mereka memiliki seorang putri bernama Rosalind Margaret Clarissa, anak tunggal Agatha. Pada tahun 1922, pasangan itu menitipkan putri mereka kepada kakak dan ibu Agatha karena ingin memulai tur dunia untuk mempromosikan Kerajaan Inggris.

Sepanjang hidupnya, Agatha sudah mengunjungi Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, Hawaii, dan Kanada. Dia menulis banyak surat kepada ibunya tentang tempat dan orang yang dia temui, yang pada akhirnya menjadi karakter dan latar novelnya. Seperti yang diungkapkan oleh cucunya, Mathew Prichard, Agatha Christie adalah orang yang lebih suka mendengarkan daripada berbicara, dan juga lebih suka mengamati.

4. Agatha Christie suka berselancar

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie saat berselancar (The Christie Archive Trust)

Selama perjalanannya keliling dunia pada tahun 1922, Agatha Christie dan suaminya sempat menetap di Afrika Selatan. Di sana, mereka pertama kali diperkenalkan dengan selancar. Melansir laman The Guardian, Agatha Christie akhirnya sering berselancar di pantai Cape Town dan Honolulu. 

Pete Robinson, pendiri Museum of British Surfing yang berbasis di Devon, menyatakan bahwa pasangan itu merupakan orang Inggris pertama yang mampu berselancar dengan berdiri. Saat mereka melanjutkan perjalanan, mereka masih terus berlatih berselancar di Selandia Baru dan Hawaii. Christie menyukai laut, dan berselancar dianggap sebagai olahraga yang mudah dan menyenangkan.

5. Agatha Christie menghilang secara misterius

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh Waktukumpulan tajuk berita hilangnya Agatha Christie (Hulton Archive/H.F. Davis/Topical Press Agency)

Pada tahun 1926, Agatha Christie mengalami masa sulit. Ibunya, yang sangat dekat dengannya, meninggal dunia. Sekitar waktu yang sama, suaminya jatuh cinta dengan perempuan lain dan menggugat cerai. Seperti yang dilansir The New York Times, pada 4 Desember 1926, Christie menghilang dan meninggalkan putrinya. Saat itu usianya 36 tahun dan sudah menjadi penulis yang sukses. Mobilnya ditemukan terbengkalai di tepi lubang, dekat danau bernama Silent Pool. Selama sembilan hari tidak ada yang tahu di mana dia berada.

Beberapa mengira bahwa dia bunuh diri, beberapa orang menganggap bahwa ia hanya mencari sensasi semata, ada juga yang meyakini bahwa dia melarikan diri karena dihantui, para spiritualis bahkan mengadakan pemanggilan arwah. 

Penulis misteri itu ditemukan pada 15 Desember 1926, di sebuah resor spa di Yorkshire, dia check-in atas nama kekasih suaminya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Christie selama sembilan hari itu?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2006, peneliti Andrew Norman mengklaim bahwa dia menderita kondisi mental yang dikenal sebagai 'fugue state', atau amnesia di luar tubuh yang disebabkan oleh stres. Menurut Norman, dia mungkin mengalami trans psikotik dan gangguan saraf.

6. Seorang arkeolog yang membuatnya jatuh cinta

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie dan Max Mallowan di Winterbrook House, 1950 (National Portrait Gallery, London)

Pada tahun 1928, Agatha Christie dan suaminya Archibald Christie bercerai, dan Agatha memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Dilansir laman National Geographic, saat berada di Baghdad, dia jatuh cinta dengan arkeolog bernama Max Mallowan, yang akhirnya menjadi suami keduanya. Sejak saat itu, dia sering menemaninya dalam ekspedisi penggalian, menulis, dan mengambil foto. Selama bertahun-tahun, pasangan itu melakukan perjalanan secara ekstensif ke berbagai situs arkeologi di Suriah dan Irak. 

Selama perjalanannya ini, dia jatuh cinta pada keindahan alam Timur Tengah. Dia memiliki ruang menulis khusus di Nimrud, di mana dia menulis karyanya yang paling terkenal tahun 1934, Murder on the Orient Express.

Baca Juga: 12 Penulis Perempuan Kontemporer Terbaik, Punya Ciri Khas

7. Nyawa Agatha Christie hampir melayang di kereta Orient Express

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh Waktuilustrasi kereta Orient Express (Fonds de dotation Orient Express)

Selama tinggal di Timur Tengah, Agatha Christie melakukan beberapa perjalanan dengan kereta Orient Express, yang menjadi inspirasi untuk salah satu karyanya yang paling laris dan sukses. Tapi perjalanan tidak selalu mulus, nyawanya bahkan pernah dipertaruhkan. Saat Agatha Christie berdiri di peron di Calais, dia terpeleset dan jatuh ke bawah kereta. Untungnya, seorang porter bisa menariknya ke atas sebelum kereta melintas.

Itu bukan satu-satunya kecelakaan yang pernah ia alami. Pada tahun 1931, Agatha Christie terjebak dalam badai dahsyat di dalam kereta. "Sayangku, perjalanan yang luar biasa! Dimulai dari Istanbul dalam badai petir yang dahsyat. Kami berjalan sangat lambat di malam hari dan sekitar jam 3 pagi tanpa berhenti sama sekali," tulis Christie dalam surat kepada suaminya. Peristiwa tersebut menjadi inspirasi utama bagi plot Murder on the Orient Express.

8. Agatha Christie sangat menyukai anjing

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie dan suaminya saat foto bersama anjing mereka. (Christie Archive)

Agatha Christie memiliki banyak anjing selama hidupnya. Mengutip laman BBC, kebanyakan anjingnya adalah jenis terrier, dan anjing pertamanya dinamai George Washington. Itu sebabnya anjing sering muncul dalam novel dan cerita pendek Christie. Cerpennya tahun 1971, Next to a Dog, mengisahkan seorang janda miskin yang memiliki seekor anjing buta bernama Terry.

Anjing juga muncul di Dumb Witness, sebuah novel yang dia dedikasikan untuk anjingnya sendiri, Peter. Dalam novelnya tahun 1937, Hercule Poirot dipanggil untuk memecahkan kasus misteri pembunuhan di mana seekor anjing bernama Bob adalah satu-satunya saksi kejahatan tersebut. Karakter Bob terinspirasi oleh anjing terrier milik Christie sendiri. 

9. Agatha Christie dicurigai sebagai mata-mata oleh M15

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie (Biography)

Selama Perang Dunia II, intelijen rahasia Inggris menyelidiki penulis Agatha Christie karena curiga jika dia adalah seorang mata-mata di pemerintahan. Hal ini bermula ketika Agatha Christie menyebut salah satu karakter dalam novel detektifnya tahun 1941, N atau M, "Mayor Bletchley." Pada saat itu Bletchley Park merupakan nama lokasi pusat pemecah kode rahasia Inggris, di mana agen intelijen Inggris bertugas untuk memecahkan kode Enigma, kode perang rahasia Adolf Hitler.

MI5 meminta teman Christie, Dilly Knox untuk bertanya mengapa Christie menamai karakternya Bletchley. Agatha Christie pun menjawab, "Bletchley? Sayangku, saya terjebak di sana dalam perjalanan dengan kereta api dari Oxford ke London dan membalas dendam dengan memberikan nama itu kepada salah satu karakter saya yang paling tidak menyenangkan," seperti yang dikutip laman The Guardian.

10. Pertunjukan teater Agatha Christie, The Mousetrap menjadi pertunjukan terlama dalam sejarah

https://www.youtube.com/embed/SsexOrGwQqQ

Sejak pertunjukan pertamanya pada 6 Oktober 1952, di Nottingham's Theatre Royal, drama Agatha Christie, The Mousetrap, mengalami kesuksesan yang besar dan menjadi drama terlama dalam sejarah. Pada tahun 2018, drama yang telah berjalan selama hampir 70 tahun ini telah dipentaskan sebanyak 27.500 kali dan sudah keliling dunia. Pada tahun 1974, drama tersebut dipindahkan dari lokasi aslinya ke Teater St. Martin, dan bertahan di sana sampai Maret 2020, setelah itu pandemik COVID-19 menghentikan pertunjukan tersebut, lapor History.

Christie menulis karya tersebut sebagai sandiwara radio, yang awalnya berjudul "Three Blind Mice" untuk ulang tahun Ratu Mary pada tahun 1947 dan kemudian mengadaptasinya ke panggung teater.

BBC melaporkan bahwa dalam rekaman pribadinya, Christie mengatakan bahwa keberhasilan drama itu adalah keberuntungan. Bahkan dia sempat pesimis dan menganggap pertunjukan itu tidak akan bertahan lebih dari beberapa minggu.

11. Salah satu bukunya menyelamatkan nyawa seorang anak

12 Kisah Hidup Agatha Cristhie, Karyanya Tak Lekang oleh WaktuAgatha Christie dan tumpukan buku-bukunya. (Popperfoto)

Novel Agatha Christie tahun 1971, The Pale Horse, berperan penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang. Menurut buku John Emsley tahun 2005, The Elements of Murder: A History of Poison, pada tahun 1977 ada seorang bayi yang terserang penyakit aneh yang tidak dapat diidentifikasi oleh dokter. Marsha Maitland, seorang perawat yang membaca buku Agatha Christie itu, akhirnya mengenali gejala keracunan talium dari buku tersebut. Maitland memberi tahu para dokter tentang novel The Pale Horse, dan mereka pun yakin bahwa bayi itu mengalami keracunan talium karena rambutnya rontok. 

Scotland Yard juga menggunakan buku itu untuk menangkap pembunuh berantai Inggris dan peracun profesional bernama Graham Young, atau juga dikenal sebagai Teacup Poisoner. Graham Young mulai tertarik dengan pelajaran kimia sejak masuk sekolah, ia bahkan menguji racun pada keluarganya sendiri di tahun 1961, setahun setelah novel Christie diterbitkan. Meskipun selama persidangannya di tahun 1971, Young mengklaim tidak pernah membaca buku itu. 

12. Alzheimer tidak menghentikannya untuk tetap menulis buku

https://www.youtube.com/embed/TRsQwGR-4XQ

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Agatha Christie berjuang dengan Alzheimer, tetapi itu tidak menghentikannya untuk menulis novel dan ia mampu menyelesaikan beberapa karya. Pada usia 81 tahun, dia menulis novel berjudul "Elephants Can Remember". Novel yang menampilkan Hercule Poirot ini mengeksplorasi ingatan masa lalunya.

Christie menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di pedesaan, meskipun kesehatannya menurun, dia menikmati hidupnya dan menulis, "Terima kasih Tuhan atas kehidupan saya yang baik, dan untuk semua cinta yang telah diberikan kepada saya," tulis Christie dalam autobiografinya. Dia meninggal dengan tenang di rumahnya di Oxfordshire pada 12 Januari 1976, di usia 85 tahun.

Nah, itulah kisah perjalanan hidup penulis terkenal Agatha Christie. Semoga menginspirasimu, ya, untuk tetap berkarya di bidang masing-masing. 

Baca Juga: 7 Aktor Korea yang Juga Seorang Penulis Skenario dan Sutradara Film 

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Write to communicate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya