4 Fakta Museum Vatikan, Didirikan oleh Paus Penggemar Seni Klasik

- Sejarah Museum Vatikan dimulai pada abad 16 oleh Paus Julius II yang menyukai seni klasik dan mengumpulkan koleksi Yunani dan Romawi.
- Museum Vatikan pernah dicaplok oleh Napoleon Bonaparte pada abad 18, tetapi sebagian besar koleksi dapat dipulihkan setelahnya.
- Titik-titik menarik di Museum Vatikan termasuk Museum Pio Clementino, Apartemen Borgia, dan Kapel Sistina yang memiliki aturan ketat bagi pengunjung.
Seperti diketahui Vatikan adalah kota religius sebagai negara independen, meskipun berada di dalam Italia. Vatikan yang masuk dalam ekosistem keagamaan memiliki museum megah didirikan oleh pemuka agama sekaligus pemimpin Vatikan yakni Paus Julius II pada abad 16.
Museum Vatikan menempati kompleks bangunan yang luas dengan lebih dari 42.000 meter persegi. Museum Vatikan yang didirikan oleh Paus tentu mengandung banyak atribut agama di dalamnya mulai dari kereta kepausan, jubah, dokumen sejarah dan relik keagamaan.
Tak hanya itu, mari kita jelajahi lebih dalam seperti apa Museum Vatikan tersebut. Jangan ragu lagi dengan simak sekarang ya.
1. Sejarah Museum Vatikan

Asal mula Museum Vatikan dapat ditelusuri kembali pada abad 16. Paus Julius II dikenal sangat menyukai seni klasik. Oleh karena itu sang Paus mengumpulkan banyak koleksi khas Yunani dan Romawi dan membawanya ke Vatikan.
Paus membeli patung Laocoon dari Roma pada Januari 1506 atas saran dari seniman bernama Michaelangelo dan Giuliano da Sangallo. Julius II kemudian memasang patung Apollo Belverde dan Ariadne dalam posisi tidur ke halaman Cortile Ottagono.
Paus Julius II juga menugaskan senimannya, Michaelangelo untuk melukis langit-langit Kapel Sistina. Selain itu, menyuruh Raphael untuk mendekorasi Stanze della Segnatura. Fondasi ini lah yang awalnya dapat diakses oleh pengunjung sebagai museum.
2. Museum Vatikan pernah dicaplok oleh Napoleon Bonaparte pada abad 18

Pada tahun 1798, Napoleon Bonaparte menginvasi Italia dan mengunjungi Museum Vatikan untuk menyita sebagian besar koleksi lukisan Paus untuk dipindahkan ke Prancis. Kabar baiknya, setelah Napoleon ditaklukkan, sebagian lukisan bisa dipulihkan dan dipulangkan ke Museum Vatikan.
Beberapa tahun setelahnya, koleksi Meseum Vatikan berkembang secara signifikan sehingga memerlukan penambahan Museum Chiaramonti yang baru. Penambahan lain terjadi pada abad 19. Museum Etruska pada 1837, Museum Mesir pada 1839, Museum Kerajaan Kristen pada 1854 dan Museum Pinacoteca pada 1932.
3. Titik-titik menarik di sepanjang Museum Vatikan

Di dalam Museum Vatikan terdapat titik paling penting karena jantung bagi museum besar ini bernama Museum Pio Clementino. Museum yang menjadi rumah bagi 1.600 karya patung dari periode klasik dan neoklasik yakni patung hewan berwarna-warni. Di galeri lain terdapat 3 patung kolosal berserta baskom batu merah besar di depannya yang berasal dari Kekaisaran Romawi.
Di tempat lain terdapat apartemen pribadi Paus di mana yang tertua bernama Apartemen Borgia pernah ditempati oleh Paus Alexander VI. Penghuni Apartemen Borgia adalah Paus Julius II. Sekarang di langit-langit apartemen tergambar lukisan dinding bernama Stanze di Raffaello dan School of Athens.
Favorit para pengunjung adalah Kapel Sistina, sebuah bangunan kapel di dalamnya terdapat sederet lukisan dinding. Salah dua yang terkenal adalah lukisan langit bernama The Creation of Adam dan The Last Judgement.
4. Aturan yang harus ditaati saat mengunjungi Museum Vatikan

Dilansir vaticanmuseumsrome, untuk menikmati hamparan seni di museum, para pengunjung dilarang makan, minum termasuk minuman berakohol dan merokok termasuk rokok elektrik. Segala jenis senjata api atau benda berbahaya lainnya tak boleh dibawa.
Pengunjung dilarang menyentuh secara fisik bahkan menggunakan laser terhadap karya-karya seni di dalam museum. Hanya tunanetra yang diperbolehkan menyentuhnya dalam paket tur khusus.
Saat mengunjungi Kapel Sistana, pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil foto dan merekam video di dalam kapel. Soal outfit, pengunjung harus mengikuti aturan berpakaian. Pakaian yang sopan: bahu dan lutut harus tertutup.
Adapun celana pendek, rok di atas lutut dan atasan tanpa lengan tidak disarankan. Topi dan penutup juga harus dilepas demi kenyamanan pelanggan sendiri agar dapat memandang karya seni dengan maksimal.
Kompleksitas karya seni di Museum Vatikan membuatnya menarik banyak pengunjung mencapai jutaan wisatawan menjadikan salah satu yang paling banyak dikunjungi di dunia. Apa kamu tertarik untuk jalan-jalan ke Museum Vatikan?


















