Comscore Tracker

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Death

Wabah ini menewaskan jutaan jiwa, lho

Ketika penyakit dan wabah ini menjadi berskala besar, Wabah Hitam atau Black Death merupakan salah satu masa tergelap dalam sejarah dunia. Wabah besar ini pertama kali muncul pada pertengahan 1300-an dan mencapai Eropa pada 1347.

Sejarawan memberi tahu bagaimana wabah itu masuk, yakni ketika kapal-kapal mendarat di pelabuhan Italia, di dalam kapal itu ditemukan beberapa orang yang sudah mati dan sekarat. Korbannya merupakan awak dari kapal tersebut. Sebagian besar kru kapal itu sudah meninggal dan yang masih bertahan hidup terlihat sangat mengkhawatirkan dengan bisul-bisul besar yang terlihat di seluruh tubuhnya.

Orang-orang Eropa terjangkiti wabah itu dengan sangat cepat dan wabah itu sangat menular dan juga mematikan. Wabah pertama berakhir sekitar tahun 1350, tetapi beberapa ratus tahun kemudian, terjadi lagi.

Kemudian wabah kembali dimulai di Asia dan menyebar ke Eropa. Inggris Raya mengatakan bahwa London yang pertama kali dilanda pada tahun 1665. Wabah Hitam menyebar lagi, dan menewaskan ribuan jiwa.

Berikut ini ada fakta atau bagian terburuk mengenai Black Death yang mungkin belum kamu ketahui.

1. Black Death menyebar melalui bubonic dan pneumonic

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathpeople.uwec.edu

Real Clear Science melaporkan bagaimana wabah bisa membunuh ribuan bahkan jutaan jiwa. Bakteri menguasai molekul lain dalam tubuh, yang gak bisa dicegah oleh sistem kekebalan tubuh seseorang. Dan sampai ketika virus itu menyerang kelenjar getah bening, itulah yang akhirnya membuat tubuh menyadari ada sesuatu yang gak beres. Tubuh mengalami overdrive, memicu kejang septik, dan akhirnya menyebabkan kegagalan organ.

Sejarawan Mike Ibeji mengatakan bahwa Black Death kemungkinan adalah dua jenis wabah, yakni bubonic dan pneumonic. Versi pneumoniknya menginfeksi melalui udara, memiliki tingkat kematian hampir 100 persen, dan mereka yang menghirupnya biasanya mati dalam waktu 24 jam.

Wabah pes yang menyebar melalui kutu (bubonic) memiliki pola yang berbeda. Setelah seseorang terinfeksi, dibutuhkan antara tiga dan lima hari sebelum mereka menunjukkan tanda-tanda penyakit. Kemudian, hanya tiga sampai lima hari sebelum mereka meninggal, seperti yang dilansir dari History Today. Dan ini adalah bagian terburuk dari Wabah Hitam.

2. Penyebaran Black Death merupakan perang biologis untuk pertama kalinya

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathmedicalnewstoday.com

Penyebaran wabah itu bukanlah suatu kecelakaan dan bukan Tuhan yang melakukan. Wabah ada karena manusia yang menciptakannya, dan itu dimulai dengan aksi perang biologis.

Menurut CDC, sumber utama untuk informasi tentang penyebaran wabah ke Eropa, dan seorang penulis Italia bernama Gabriele de'Mussi, menulis bahwa orang Eropa sudah menyadari bahwa pada tahun 1340-an, kerajaan Tartar dan Saracen hampir musnah karena penyakit yang mematikan. Pedagang yang ada di sana pada waktu itu melarikan diri sebelum wabah terjadi, dan wabah itu terjadi di sebuah kota bernama Caffa.

Tak lama sebelum orang-orang Tartar mengepung kota selama tiga tahun, menjelang akhir, pasukan mulai sekarat karena wabah yang sama. Para komandan memerintahkan untuk membawa mayat-mayat pasukannya ke kapal dan dibawa ke kota.

Akhirnya, beberapa orang melarikan diri dari Caffa untuk kembali ke Eropa, tetapi pada saat mereka meninggalkan kota orang mati yang terserang wabah itu, mereka justru juga sudah terinfeksi. Dan dari sanalah wabah mulai meluas. CDC mencatat ironi itu.

Baca Juga: Diserang Wabah Kolera, Jepang Musnahkan Lebih dari 600 Babi

3. Kekurangan tenaga kerja dan dibuatnya undang-undang yang ketat

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathhistoric-uk.com

Dalam masa-masa tragedi itu, akhirnya terjadi kekurangan tenaga kerja setelah wabah mematikan menyerang banyak orang.

Menurut Ole J. Benedictow dari University of Oslo, edisi Black Death pada abad ke-14 menewaskan sekitar 50 juta orang, atau sekitar 60 persen dari seluruh populasi Eropa. Itu berarti, benua tersebut kekurangan banyak buruh dan pekerja professional nya.

Pada 1349, penguasa Inggris mengeluarkan Ordonansi Buruh, membuatnya ilegal bagi pekerja untuk menuntut upah yang lebih tinggi. Menurut BBC, peraturan tersebut masuk ke dalam undang-undang pada tahun 1351, dan segera diikuti oleh undang-undang lain yang dirancang untuk membantu mempertahankan buruh kelas bawah. Dan termasuk Hukum Sumptuary, yang membatasi jenis pakaian dan warna yang bisa dikenakan orang berdasarkan kelas mereka. Sistem itu disahkan pada 1363.

Undang-undang yang diberlakukan pasca-wabah begitu ketat (bahkan hukum itu juga menentukan apa yang bisa seseorang konsumsi) sehingga menyebabkan Revolusi Besar tahun 1381 dan pemenggalan kepala Uskup Agung Sudbury.

4. Kematian menjadi momok yang menakutkan

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathnypost.com

Sebelum wabah melanda Eropa, agama menjadi pedoman kehidupan di sana. Kebanyakan orang dimakamkan di tanah gereja, dan menurut Vice, gereja gak hanya dijadikan sebagai tempat berdoa, tetapi gereja adalah jantung dari komunitas, di mana orang-orang memegang dogma kehidupan dan mengenali betapa pentingnya suatu iman.

Kematian gak bisa dihindari dan bagi banyak orang, itu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Puluhan orang Kristen yang setia percaya bahwa kematian adalah pintu gerbang, sesuatu yang harus dilalui dalam perjalanan menuju pahala terakhir, karena menjalani kehidupan yang baik, layak, dan saleh. Iman menuntun seseorang untuk merasa nyaman pada akhir fana sebuah kehidupan, tetapi ketika wabah menyebar dengan tiba-tiba, mereka menganggap bahwa Tuhan seolah-olah telah meninggalkan mereka semua.

Menurut Profesor Tom James dari University of Winchester, ulama menderita kerugian pada skala yang sama dengan masa-masa terburuk itu. Kematian bukan lagi salah satu cara terbaik untuk masuk ke Surga yang diyakini banyak orang, dan mereka menganggap bahwa kematian bukan lagi suatu ilahi yang datang untuk menghargai orang saleh. Pandangan itu menyebar di mana-mana.

Bagi seseorang yang hanya memiliki Tuhan sebagai cahaya dalam hidup mereka, tiba-tiba menganggap bahwa Tuhan telah berpaling. Dan banyak orang yang akhirnya takut pada kematian, apalagi kematian yang disebabkan dari Black Death.

5. Munculnya pekerjaan yang gak lazim

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathpbs.org

Ketika Wabah Hitam datang lagi pada abad ke-17, muncullah tugas-tugas mengerikan yang dilakukan oleh sebagian orang dengan harapan untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Pertama, ada the searchers (para pencari), yang biasanya dikerjakan oleh para wanita yang lebih tua. Mereka ditugaskan untuk mengunjungi banyak keluarga, memeriksa yang sudah mati dan yang sekarat, dan mendata siapa saja yang telah terinfeksi. Keluarga itu kemudian akan dikarantina di dalam rumah mereka, dan sebuah palang merah dicat di pintu untuk memperingatkan tetangga.

Lalu ada watcher (para pengamat) yang memastikan setiap rumah yang sudah terinfeksi gak ada yang keluar rumah, gak ada yang boleh masuk, dan gak ada barang dari rumah tersebut yang boleh ke luar, untuk memastikan agar wabah gak menyebar.

Petugas terakhir adalah the corpse-bearers atau domain pembawa mayat. Mereka bekerja hanya pada malam hari, mengumpulkan mayat-mayat dari rumah-rumah (atau dari jalan-jalan), mereka akan mengambil mayat-mayat itu dengan mengaitkannya dengan tongkat panjang dan mengayunkannya ke gerobak.

Art in Society mengatakan bahwa mereka memang melakukan tugasnya dengan cara seperti itu. Para pembawa mayat itu sebagian besar tidak berpendidikan, sering mabuk, dan memiliki reputasi untuk mencari kantong orang mati sebelum membuang mereka di tanah pemakaman. Pekerjaan ini dianggap pekerjaan terburuk karena harus membawa orang mati dan dilakukan secara massal.

6. Fakta dari kuburan massal

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deaththeguardian.com

Ada istilah plague pits (lubang wabah), yakni kuburan massal tempat para mayat korban wabah. Ada begitu banyak jasad, menurut kepercayaan populer, jasad-jasad tersebut dilemparkan ke dalam lubang wabah setelah mereka mati dengan gak manusiawi. Tapi itu gak sepenuhnya benar.

Pada tahun 2016, sebuah lubang wabah ditemukan di Lincolnshire, dalam sebuah biara abad pertengahan yang telah lama hancur. Kuburan itu bertanggal 1349 dan berisi 48 mayat. Dua puluh tujuh adalah anak-anak. Mereka semua telah ditata dengan hati-hati, diposisikan berdampingan dalam barisan yang rata.

Menurut Smithsonian, para arkeolog telah menafsirkan meskipun dunia pernah jatuh dalam keganasan wabah hitam dan Tuhan seolah-olah telah meninggalkan mereka, para penyintas masih bersikap hormat dan menguburkan orang-orang yang mereka cintai dengan hati-hati.

7. Pembantaian dan eksekusi orang-orang Yahudi di Eropa

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathenglish-heritage.org.uk

Pada abad ke-14, orang-orang di seluruh Eropa mencari penjelasan mengapa ada begitu banyak penyakit dan kematian. Pada musim gugur 1348, ada rumor yang menyebar luas dimasyarakat, yang menyatakan bahwa wabah itu merupakan konspirasi Yahudi yang ingin menghancurkan sistem keagamaan umat Kristen dengan harapan menghancurkan seluruh agama.

Rumor itu beredar di sekitar Savoy dan Danau Jenewa, di mana sekelompok orang Yahudi yang diduga bertindak atas perintah seorang Rabi Peyret telah memulai sebuah rencana untuk meracuni orang-orang Kristen di Italia, Prancis, dan Swiss.

Menurut Universitas Fordham, orang-orang Yahudi inilah yang ditangkap dan disiksa, mereka terpaksa mengakui pernyataan itu. Berita itu tersebar di sepanjang Sungai Rhine, dan akhirnya mengakibatkan demo retribusi besar-besaran. Ratusan kota dan dusun dibakar, dan ribuan orang Yahudi dieksekusi oleh massa yang mengamuk. Pembantaian itu meluas dan brutal hingga tiga abad.

8. Kematian dalam waktu singkat

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathbbc.com

Diabad ke-17, sebuah desa kecil yang hanya dihuni beberapa ratus orang, mengalami tragedi memilukan. Ketika itu ada seorang pria dari London datang membawa kiriman kain namun pria itu jatuh sakit dengan gejala yang sama seperti wabah hitam (wabah yang telah menghancurkan seluruh populasi beberapa waktu yang lalu.) Dia meninggal di desa tersebut. Dan hanya dalam waktu beberapa minggu kemudian, 42 penduduk desa meninggal karena penyakit yang sama.

Elizabeth Hancock menguburkan suami dan enam anaknya, dia kehilangan keluarganya hanya dalam waktu delapan hari. Marshall Howe selamat, namun harus kehilangan seluruh keluarga dan tetangganya. William Mompesson, rektor yang memberlakukan karantina, harus kehilangan istrinya yang berusia 27 tahun. Tingkat kematian di Eyam jauh lebih tinggi daripada di London.

Dengan kejadian itu, rektor baru kota memutuskan untuk menghalangi penyakit itu agar tetap terkendali dan desa-desa di sekitarnya aman, gak ada seorang pun yang boleh meninggalkan kota. Itu pun berlaku bagi mereka yang sehat.

Itulah yang terjadi di desa Eyam. Karantina yang diberlakukan berjalan selama musim panas dan pada Agustus 1666.

9. Kisah dari para penyintas

Sejarah Tergelap, Ini Dia 9 Fakta Terburuk dari Black Deathtime.com

Kematian berskala besar hampir gak bisa dipahami, dan itulah sebabnya banyak kisah dari penyintas yang dianggap begitu penting. Mereka yang pada akhirnya memberikan sekilas gambaran kecil pada dunia.

Seorang penulis sejarah dari Florence menulis sebuah kisah tentang membawa jenazah ke gereja, tempat di mana jasad itu dikuburkan. Jenazah orang miskin ditumpuk satu sama lain dan dikuburkan dengan gak manusiawi. Dia menggambarkannya layaknya "ketika seseorang membuat lasagna dengan lapisan pasta dan keju."

Petrarch seorang humanis menulis kisah tentang saudaranya. Itu hal yang tragis, tulisnya, bukan karena saudaranya meninggal, tetapi justru karena dia hidup. Sebelum wabah terjadi, biara di Monrieux adalah rumah bagi 35 biksu. Namun ketika wabah menyerang, satu demi satu diantara mereka mati, hanya menyisakan saudara lelaki Petrarch dan anjingnya, dia terpaksa harus menguburkan para mayat dan merawat biara sendirian.

Sekarang kita jadi tahu kan betapa mengerikannya wabah hitam atau black death yang pernah melanda dunia ini, semoga saja bencana besar itu gak terulang.

Baca Juga: 7 Hal Penting Tentang Rubella, Wabah Campak yang Kini Bangkit Kembali

Amelia Solekha Photo Verified Writer Amelia Solekha

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya