Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Kalajengking, Benarkah Harga Racunnya Lebih Mahal dari Emas?

Kalajengking
Kalajengking (unsplash.com/Andrey)
Intinya sih...
  • Tubuh kalajengking bisa mengeluarkan cahaya biru kehijauan di tengah gelapnya malam.
  • Kalajengking hidup di lingkungan ekstrem dan mampu bertahan hidup selama satu tahun tanpa makan.
  • Racun kalajengking sangat mahal karena mengandung protein yang menjanjikan untuk penyembuhan kanker otak dan autoimun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah bukan rahasia lagi kalau kalajengking menyimpan racun yang berbahaya. Hewan ini biasa ditemui di tempat ekstrem seperti gua-gua, celah tanah, di bawah bebatuan besar, dan liang yang mereka buat sendiri.

Tubuhnya kecil, dilengkapi dengan delapan kaki, dan sepasang capit yang menjadi ciri khasnya. Kalanjengking lebih dari sekadar makhluk hidup yang memiliki racun, banyak fakta menarik yang masih jarang diketahui banyak orang. Apa saja hal-hal unik dan seru dari kalajengking? Yuk, simak informasinya berikut ini!

1. Tubuhnya bisa mengeluarkan cahaya

Kalajengking
Kalajengking (unsplash.com/Alexey)

Tubuh kalajengking didesain sangat unik, mereka mampu mengeluarkan cahaya biru kehijauan di tengah gelapnya malam. Cahaya ini tidak keluar begitu saja seperti si kunang-kunang, melainkan adanya exoskeleton yang merupakan kerangka bagian luar yang keras dan terbuat dari zat kitin.

Kerangka exoskeleton diketahui mengandung zat beta-carboline, saat terkena cahaya ultraviolet (UV) zat tersebut akan menyerap sinar UV dan mengeluarkannya kembali sebagai cahaya yang bersinar dan fenomena ini biasa disebut dengan flurosiensi.

2. Hidup di lingkungan ekstrem

Kalajengking
Kalajengking (unsplash.com/Stephen)

Kalajengking masuk dalam kelompok Archinda dan masih satu kerabat dengan laba-laba. Meski ukuran tubuhnya cenderung kecil, yakni 2-12 cm, namun siapa sangka kalau kalajengking memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa.

Lingkungan ekstrem adalah tempat di mana kalajengking bersembunyi dan menjadikannya sebagai rumah yang aman. Tidak hanya di Indonesia, kalajengking juga ditemukan di hutan Brazil, Columbia, Carolina Utara, dan daerah pegunungan Himalaya.

Kalajengking tetap bertahan di suhu -30°C hingga 50°C seperti halnya di gurun Sahara. Kalajengking hanya membutuhkan keberadaan tanah, khsuusnya tanah gembur karena mereka adalah hewan penggali. Kalajengking menghabiskan waktunya untuk menggali liang demi berlindung dari panas dan kekeringan. Itulah mengapa, di suhu yang terlalu dingin dan minim tanah kalajengking bisa saja mati.

3. Melakukan tarian saat kawin

Kalajengking
Kalajengking (unsplash.com/Aristos)

Karakteristik umum kalajengking saat kawin adalah melakukan tarian unik. Lokasi geografis menentukan musim kawin bagi kalajengking. Jika mereka berada di empat musim, maka proses kawin akan terjadi di musim panas atau semi. Begitupun di musim tropis, kalajengking akan menanti musim hujan untuk ritual kawin.

Selama proses pencairan pasangan, kalajengking jantan akan mengandalkan hormon feromon. Uniknya, pertengkaran antara dua kalajengking jantan bisa saja terjadi jika keduanya bertemu saat mencari pasangan, namun hal ini cenderung terjadi pada kalajengking yang hidup di penangkaran.

Pasangan kalajengking akan melakukan proses bercumbu yang kompleks dan dikenal dengan istilah 'promenade à deux' . Dimulai saat jantan menepit capit betina dan membimbingnya dalam sebuah gerakan yang menyerupai tarian. Aksi jantan itu dilakukan demi menemukan titik yang tepat untuk menaruh spermatophore-nya. 

4. Bertahan satu tahun tanpa makan

Kalajengking
Kalajengking (pexels.com/Henrik)

Salah satu kelebihan kalajengking adalah mampu bertahan hidup selama satu tahun tanpa makan dan minum. Kalajengking termasuk hewan nokturnal, namun mereka tidak memanfaatkan gelapnya malam untuk berburu makanan. Kalajengking justru menunggu makanan yang datang kepadanya daripada harus bekerja keras mencari. Bisa dibilang, mereka enggan berburu secara aktif demi menghemat energi.

Sebagai hewan karnivora, kalajengking membutuhkan makanan yang ukurannya lebih kecil seperti kecoa, laba-laba, rayap, kumbang, dan jangkrik.

Tidak selamanya kalajengking membutuhkan makanan. Hal ini karena metabolisme tubuhnya sangatlah lambat dibandingkan antropoda lainnya. Jadi, hanya dengan memangsa satu serangga saja sudah bisa menopang hidupnya selama satu tahun.

5. Harga racunnya sangat mahal

Kalajengking
Kalajengking (commons.wikimedia/Yogeshsir56)

Dilansir HowStuffWorks bisa kalajengking mengandung protein yang menjanjikan untuk penyembuhan kanker otak dan autoimun. Bisa tersebut harus diekstrak setetes demi setetes, sehingga sangat langka dan membutuhkan banyak tenaga untuk dikumpulkan. Kelangkaan itulah yang menyebabkan harganya begitu fantastis, yakni untuk per liternya bisa mencapai 160 miliar.

Lalu apa yang membuatnya begitu mahal selain kelangkaan? Diketahui, kalajengking mengandung Chlorotoxin yang bisa menempel pada sel kanker, sehingga di dunia medis dapat dimanfaatkan untuk melihat batas antara sel kanker dan sel sehat. Selain itu, racunnya juga mengandung Kaliotoxin yang bisa mengobati sistem imun. Butuh banyak kalajengking untuk bisa dijadikan obat, begitupun dengan cara mengambil racunnya yang memakan tenaga.

Itu dia 5 fakta menarik seputar kalajengking. Hewan yang identik dengan racun dan sepasang pencapitnya ini memiliki kemampuan adaptasi luar biasa di tempat ekstrem, begitupun dengan pola makan yang cenderung lebih pasif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More

7 Ragam Teknik Melukis dengan Cat Minyak atau Oil Painting, Apa Aja?

29 Jan 2026, 19:07 WIBScience